Mang Ending Cikapundung

Terimakasih Mang Ending, hari ini anda mencerahkan pagi saya….
you lighten up my day !!!

Setelah enam bulan lebih tidak pernah dapat majalah sepeda gunung, hari ini akhirnyaaa…. dapat juga majalah sepeda gunung lagi. FYUIH !!!

Komentar bertahan »

Genjot Cikarang-J3

Setelah sekian lama, akhirnya hari minggu lalu dapat kesempatan lagi genjot pagi hari hari minggu seputaran Cikarang-Deltamas. Fyuuuuiiihhh… very very excited! Bahkan sudah mempersiapkan diri dan perlengkapan buat all day biking. Akhirnya sih setengah hari juga.

Site#1 – Perempatan Pemasaran

tempatnya?
prapatan pemasaran deltamas !!

kemana aja kita selama ini gak pernah meratiin ada trek keren begini….

pulangnya saya dan Om AN ambil jalur sebaliknya… ini tanjakan ASLI
!! keren banget. Pas sebagai jalan pulang ke AA Bike.

Site#2 Tiga Tanjakan

Masih pagi…

Kami tertegun dengan pemandangan di depan. Hamparan tanah yang diratakan, bukit yang dipotong, jalan baru yang sedang dibangun, sawah yang ditimbun tanah, bukit yang dipindahkan… Kemudian diskusi mulai hangat, membahas tanjakan mana yang akan diambil.

Tampak di kejauhan ada tiga tanjakan menarik.

Tanjakan paling kiri tampak paling menonjol karena sangat jelas terlihat kalau paling sering dilewati orang dari jejak yang ditinggalkannya. Tanjakan ini belum ada saat terkakhir saya kesini di genjot ke cigeuntis awal des. Tampaknya tanjakan ini paling landai namun lebih panjang melingkari bukit yang terpotong.

Tanjakan kedua, tampak lamat-lamat di tengah. Inilah tanjakan ngehe’ batu gravel yang tempohari membuat saya ‘keok’ dan gagal melewatinya. Menurut saya tanjakan ini paling gagah, agak kehitaman karena gravel-nya, dan paling curam. Di tengah debat saya terus usul untuk melewati tanjakan ini saja, belon lulus soalnya.

Tanjakan ketiga di kanan, tampak promising menjajikan membelah landai bukit di sebelah kanan menuju sebuah rerimbunan pohon. Tanjakan ini paling misterius karena paling tak terlihat menawarkan apa di balik bukit nan jauh.

Masing-masing beradu argumen pilih yang mana, ampun deh bangsa ini, memang gemar berdebat. Mau pilih tanjakan yang mana saja debat…

Akhirnya, dengan pendekatan musyawarah dan mufakat (cieee…) kami pilih untuk naik tanjakan pertama, turun di tanjakan kedua, dan naik lagi di tanjakan ketiga !! Semuanya dapat giliran !!!



Site#3 Ujung Tanjakan, Bukit tersisa

Sesampainya di ujung tanjakan ketiga kami kembali berhenti.
Pemandangan ujung bukit dengan satu sisi menghadap ke arah kota deltamas dan pembangunan jalan barunya serta sisi lain menghadap ke arah rerimbunan keteduhan hutan bambu arah desa nagasari. Disini kami menunggu Om Yadi yang sedang ngebut mengejar rombongan.

Tak lama di kejauhan munculah sesosok hitam kecil tampak dengan kecepatan tinggi lincah melibas trek…

Site#4 Dikejar Bulldozer, lenyapnya sebagian J3 Track

Setelah sejenak mengagumi selingkuhan baru Om Yadi, ’si gila tiga’ (note: trance= kesurupan, gila), kamipun turun ke desa dalam keteduhan pohon bambu. Tereak-tereak kita menuruni turunan gravel yang (ups!) mengingatkan pada kejadian gubrak! mandalawangi, sekali lagi kami diberi kejutan dengan proyek jalan yang memotong persawahan di sekitar turunan ‘letter s’ yang menjadi salah satu ciri khas J3.

Wah barangkali kalau dua minggu lagi kita ke J3 sudah rata dengan tanah ini persawahan termasuk turunan s yang indah itu. Sebenarnya saya udah berhenti di area turunan bambu, keluarin kamera, tapi om-om semuanya ngebut ngebut… buset, obyek udah menghilang dibalik belokan.

Pernah genjot lalu tiba2 sebuah bulldozer mendekat dan semakin mendekat?? Asli! Ini yang kami alami! Saat membuat foto perpisahan dengan salah satu section J3, sebelum jembatan beton baru, kami terkaget-kaget karena bullodezer di belakang kami makin mendekat dan mendekat. Seolah ingin mengusir kami dari tanah yang akan segera rata menjadi bagian dari trek J3 yang tinggal sejarah.

Site#5 Turunan Bambu

Saat berangkat, Eyang AN nyeletuk kalau trek J3 adalah trek favorit saya…

Hmm… saya sendiri agak masygul, tapi sedikit banyak setuju. Trek ini sebenarnya tidak ada banyak tanjakan, semestinya tidak terlalu menarik, tapi kok justru dengan flat-speed-speed itu yang bikin saya selalu kangen dengan trek yang menurut hemat saya murni cross country ini.

Sudahlah, bingung juga dipikirin, trus masih berduka dengan dua terpotongnya trek ini oleh pembangunan jalan di dua titik utama. Ah, banyak mengeluh! Saya berusaha menjadi ikhlas se-ikhlas Pak RT nya Om Adji yang kehilangan sepedah… sudahlah…

Toh masih ada bagian seru dari trek ini; turunan gravel dilanjut masuk ke jembatan bambu..!!

Site#6 Tanjakan Conblock Nagasari

Dilanjut lagi nanjak dengan belasan jembatan bambu sepanjang kampung… fuiiii…

Kalo dilihat sekilas, tampak tanjakan ini seperti ‘landai’ saja, tapi sudah sering kita bergenjotan bersama rekan-rekan yang memilih menuntun sepedanya disini… Seinget saya saya belum pernah motret trek ini, jadinya berhenti dan ambil bbrp shot

Site#7 Tanjakan JIPER

Jiper gak kalo sambil genjot agak rata trus kita lihat pemandangan seperti dibawah ini? Perlu nyoba sendiri untuk merasakan sensasinya…

Setelah itu all the way back to AA Bike

Foto lebih lengkap ada di facebook photo disini…

Komentar (1) »

Nonton ITB Big Band Concert 2009

Baru berangkat dari Kalibata jam 1730. Jelas pasti telat. Untung perjalanan menyenangkan karena sepanjang jalan kami mencoba menyanyikan aransemen lagu2 pas main marching band dulu… Lucu juga, dan ternyata boanyak yang lupa!!!

Lumayan… masih kebagian penampilan dua band terakhir

Salamander Big Band
Pilihan lagunya semakin beragam saja. Lagu favorit saya “Spain”

Kirana Big Band
Lagu pertama-nya, “In The Mood”, mengingatkan hebohnya meniup trombone di bagian menjelang coda enambelas tahun yang lalu… Kocak banget jadi ketawa-ketawa sendiri.

Ini adalah ITB Big Band Concert yang ke 11 (dirintis dg FBB 89). Jadi sudah diselenggarakan: 91, 93, 94, 96, 97, 99, 05, 06, 07, 08, 09 (CMIIW)

lihat juga ini..

lihat juga cerita IBBC 2008 setahun lalu….

Komentar (1) »

full-9-speed-gear on my bike …

Hmmm… perlu dua tahun dari mulai bersepeda ke gunung sebelum akhirnya merasakan full-9-speed-gear on my bike….

Deore 2010 shifter
Non-series hydro brakeset

Thank you Kang Asol from AA Bike…
shifter dan brakeset yang lama mau buat ngidupin Cozmic

Komentar bertahan »

Kokpit Jeng Livi

Kantong itu tempat naruh hp. Jarang diangkat sih kalo lagi ditelepon nyetir, cuma minimal make sure kalo hp kebawa dan tidak ketinggalan. hehehe

Hal lain yang harus ada dalam jangkauan mata dan tangan adalah receh… limaratusan buat polisi cepek, seribuan buat parkir, lima ribuan buat tol.

Komentar bertahan »