enjoy every cadence, every breath…

Terbaru

WJxc Ride#30 Sukabumi Nyalindung

DCIM100GOPRODCIM100GOPROSukabumi, 29 July 2014

Sukabumi dan sepeda gunung membekaskan banyak memori dan pelajaran di perjalan saya dengan hobby ini. Dan karena posisinya yang ‘dari Bogor pun masih macet panjang lagi’ maka kota Sukabumi terusterang menjadi pilihan di urutan belakang untuk didatangi dan dinikmati trek sepeda gunung nya. Padahal melihat kawasan rolling di sebelah selatan Sukabumi dan belum lagi sisi pantai nya sungguh sangat menggoda untuk dieksplorasi. Ingatan tengan genjot sepeda gunung ke Sukabumi pun melayang ke salah satu trip di awal awal pertama kali mengenal sepeda gunung dulu… Trip 2009 Pondok Halimun

Sementara trip Nyalindung area ke arah Sagaranten ini trek nya diambil dari sharing rekan rekan SBC di everytrail. Melihat sekilas saja, terusterang saya tidak berharap banyak semula pada trek ini, karena tidak punya ide yang lebih baik sebagai pilihan, ya sudah trek ini diambil. Genjot ini dilakukan pada hari kedua lebaran, sambil menengok ke rumah baru kakak ipar, dimana mertua juga tinggal di situ.

Ini juga rekaman trip ke Gunung Padang… salah satu tujuan bersepeda paling eksotis di Sukabumi. Bandingan trip Sukabumi yang pernah saya alami memang berat, trip ke Sukabumi selalu berkesan dan trek nya unik dan istimewa.

Janjian dengan dua rekan CikarangMTB yang sedang lebaran di Sukabumi juga; Om Atoe dan Om Yadi, akhirnya kami mencapai pertigaan yang disebut sebagai Warungpeteuy kalau di map. Menitipkan mobil pada sebuah warung bakso, waktu sudah menunjuk jam 10 lebih saat kami start dengan melewati turunan aspal yang panjang dan lama tak habis habis. Hampir 45 menit kami downhill aspal mulus. Downhillnya sih tidak mengkhawatirkan, namun kembalinya keatas lewat jalur offroad itu yang lebih mengkhawatirkan.

Benar saja, setelah kami turun onroad dan mencapai kota kecamatan Purabaya, makan dan sholat, yang ternyata adalah 17 kilometer turunan dari titik start di Warungpeteuy Nyalindung, maka kita dibawa tracklog mulai keluar dari jalan aspal utama, masuk ke jalan campuran singletrack, doubletrack, jalan kampung, jalan setapak sebelah rumah. Sambung menyambung tidak ada habisnya, sampai maghrib lagi kami mencapai titik start. Bisa dibilang selama setelah Dhuhur hingga maghrib kami gowes uphill rolling campuran tanah dan makadam.

Dahsyat ini trek….

Secara fisik trek ini sangat menguras tenaga, nanjak nya sih tidak terus menerus nanjak, justru variasi turunan, masuk ke kampung, lewat pematang sawah dan jalan di dalam kampung, memberikan nuansa yang samasekali berbeda dibadingkan jika kita menjumpai trek yang ‘konsisten’ misalnya terus menerus double track makadam. Ini juga menunjukkan kalau pembuat trek sangat mengerti seluk beluk area ini, sangat tahu jalan masuk kampung dan akan keluar dimana dan nembus kemana. Luarbiasa…

Dua rekan saya gowes kali ini pun bukan rekan dengan kualifikasi yang sembarangan. Setengah mati mengimbangi irama gowes mereka membuat juga trip berat pertama selepas bulan puasa ini semakin menjadi jadi tingkat kenikmatannya.

Saya tidak punya kata kata tambahan lagi, saya rekomendasikan trek ini kepada siapapun pembaca blog ini yang akan sempat ke Sukabumi…

DCIM100GOPRODCIM100GOPROTrip Nyalindung ini juga dibuat rekaman video nya via YouTube…

Trackrating:
Uphill: 8/10
Downhill: 4/10
Pemandangan/ Scenery: 6/10
Kekuatan fisik/ physical challenge: 7/10
Distance: 42km

Riding Specialized Hardtail Carve Comp 2012 29er

Tracklog di Bikemap…

WJxc Ride#29 – Batukuda, Bandung – Ramadhan Night Ride Uphill

r20140705_203546Bandung, 5 July 2014

Reuni selalu menyenangkan. Dalam reuni tidak hanya tentang apa yang kita hadapi namun juga cerita masa sebelumnya yang pernah dijalani. Dan sudah lama sekali saya tidak gowes bareng Om Indra dari GBT. Hanya sehari dua hari sebelum gowes ini saya hubungi Om Indra dan akhirnya kita setuju genjot singkat trek Batukuda, setelah waktu sholat tarawih.

Trek yang kami pilih adalah Trek Batukuda, yang juga trek NR ramadhan 4-5 tahun yang lalu bersama Om Indra. Persahabatan sepeda saya dengan Om Indra memang sudah panjang banget, bisa dibilang sejak pertama kali saya mengenal sepeda gunung sekitar 7 tahun lalu. Trip panjang saya yang pertama kali adalah gowes nanjak Bandung ke Papandayan termasuk nginap di Cileleuy.

Batukuda gowes saya 3-4 kali sebelumnya selalu start dari Cileunyi, tapi kali ini kita ambil jalan nanjak yang berbeda, kita start dan finish dari Pom Bensin Cibiru. Tracklog disini….

Ini adalah cerita beberapa kali gowes ke Batukuda sebelumnya:
2009 bersama Om Sigit…
2010 Kiara Payung Batukuda bersama GBT
2011 Ngabuburit Uphill Night Ride

r20140705_213922Gowesnya sendiri ‘hampir’ gak berhenti, alias no pitstop, jadi ya hampir tidak ada fotonya nanjak. Cuma pas sudah hampir sampai titik warung Batukuda, melewati makadam di dalam hutan pinus, saya merasakan tekanan yang keras dan memaafkan diri saya untuk pitstop dan ambil foto handlebar di kegelapan yang ada di sebelah tulisan ini.

Sepanjang jalan, saya kagum juga pada diri sendiri, karena kami bisa sambil ngobrol dengan lancar. Artinya saya tidak terlalu ngosh ngosh an mengimbangi speed om Indra. Atau malah Om Indra nya yang memelan kan speed nya untuk bisa ngobrol bareng? Hehehe… ini paling mungkin. Karena dari jaman dulu sampai sekarang saya jelas jelas satu dua tingkat di bawah Om Indra endurance nya. Om Indra juga sering mempersiapkan diri dan mengikuti lomba lomba cross country di seputar jawa barat.

Salah satu event yang diceritakan Om Indra adalah event Bali Mountain Bike Marathon yang dua kali belio ikuti, juga event Eiger cross country race yang akan datang dalam 2-3 minggu mendatang. Entah kenapa saya tidak pernah tertarik untuk mengikuti event seperti ini, meskipun partitisipasi sebagai pesepeda amatir pun. Ini lebih karena saya tidak pernah merasa cukup layak dan fit untuk bertanding. Padahal kalau melihat dan membaca event pertandingan olahraga di negara yang lain, amatir berpartisipasi adalah hal yang lumrah dan wajar. Tidak semata selalu dikaitkan dengan posisi urutan finish ataupun catatan waktu.

Mendengar kembali penuturan Om Indra, tampaknya perlu dipertimbangkan nih mengikuti event kompetitif, sebagai bagian dari hobby dan dukungan pada perkembangan olahraga yang kita nikmati ini.

r20140705_214211Yang juga lain dari gowes NR kali ini adalah Om Indra membawa backpack yang cukup ‘serius’. Sekitar seperti akan pergi untuk 2 hari tas nya, dan ternyata berisi kompor gas mini dan kami pun menghangatkan diri sambil minum air panas di sebelah warung Batukuda, di tengah hutan pinus Batukuda, yang tanpa cahaya dan listrik sedikitpun malam itu.

Membawa alat masak ini tentu juga ada hubungannya dengan trend ‘bike camping’ yang juga ikut ditekuni Om Indra. Wah, yang ini saya tidak ikutan deh. Sebatas membawa sleeping bag sampai sarung tapi jangan membawa tenda deh kalo saya. Hihihi…

Setelah secangkir air putih panas habis, kami pun turun kembali lewat jalan naik yang tadi diambil. Setelah dilihat di bikemap kemudian, trek ini ternyata pendek sekali, jarak start ke finish hanya 5km. Fyuh, pantas terasa singkat gowesnya meskipun di 1km akhir harus diakui tingkat kemiringannya lumayan banget, gak bisa ngobrol lagi…

Ok, ini pengalaman gowes di bulan puasa lalu namun baru ditulis di blog di Oktober 2014, hampir 3 bulan kemudian. Tumben malam ini internet indosat di Cikarang lagi lancar jadinya semangat dan cepat nulis nya.

TONGSIS RIDE – 5 th AA Bike – CikarangMTB

rIMG_1562rIMG_1544Cikarang, 8 June 2014

Salah satu peninggalan, legacy, dari Kang Asol almarhum, untuk persepedaan di Cikarang adalah acara ultah AA Bike. Sejak ultah pertama, Kang Asol dan Om Adji, selalu menyertakan acara gathering pesepeda, pada khususnya pesepeda gunung. Berikut beberapa tulisan saya sebelumnya tentang acara ultah AA Bike. Ultah toko sepeda yang sudah susah dipisahkan acaranya dari ultah Komunitas CikarangMTB:

2009 Pembukaan AA Bike – AA Bike Soft Launch
2010 Ultah ke-1 AA Bike – Greenland Mud Party
2012 Ultah ke-3 AA Bike – Rally Perang
2013 Ultah ke-4 AA Bike – YouTube Video Martabak Ride
2014 Ultah ke-5 AA Bike – YouTube Video Tongsis Ride

rIMG_1577rIMG_1588 Bentuk acara nya pun berubah ubah. Setelah bersepeda santai bersama menikmati trek offroad seputar Cikarang, namun juga pernah dikemas dengan tema team rally. Dengan membekali peserta dengan peta dan kemudian ditunggu di titik finish dengan diukur ketepatan waktu. Seru, karena tentusaja, banyak yang nyasar. Dan memang itulah bumbu yang ditunggu.

Setelah meninggal nya Om Asol, meski sempat ada Martabak Ride dengan start dan finish di AA Bike Tegaldanas, maka sejak AA Bike pindah lokasi ke Ruko Sentra Niaga Mas Cikarang Baru, penyelenggaraan TONGSIS RIDE ini adalah untuk pertama kalinya dilakukan dengan Om Ratman yang mengelola AA Bike sekarang sebagai tuan rumah utama. Waktu acara pun kali ini agak berbeda, jika semula di awal tahun, sekitar Januar-Februari (saat trek Cikarang basah dan berlumpur pekat) kali ini dilakukan di pertengahan tahun (saat trek Cikarang relatif kering dan enak enaknya).

Seperti juga penyelenggaraan acara ini sebelumnya, animo peserta selalu mengagetkan dan sekaligus menggembirakan. Sebagai tuan rumah tentu meskipun sederhana AA Bike menyediakan kudapan, tentu membuat ketar ketir kala ternyata yang mendaftar melebihi angka 300, mungkin juga karena event ini gratis. Dari tahun ke tahun memang sudah dan selalu terbukti jika acara ini akan mengumpulkan banyak orang dari berbagai kalangan dari berbagai geografis sampai sejauh Jonggol dan Bekasi serta Tangerang.

rIMG_1595rIMG_1627Trek yang dipilih kali ini adalah trek klasik terbaru dari rekan rekan CikarangMTB, trek AA Bike-Tanjakan Emad-Kebun Jati-Tower-Tanjakan Jiper-Tanjakan Astra Otoparts-AA Bike. Karena jumlah pemandu jalur yang terbatas, dan peserta yang datang dari seputaran Cikarang maka selain banyak yang memilih jalur sendiri, banyak pula yang langsung belok menuju titik finish sendiri. Apalagi setelah mengetahui door prize nya sudah tidak dapat. Undian door prize dilakukan di pintu masuk ke kawasan kebun jati.

Acara tahunan rutin yang selalu ditunggu dan selalu seru. Setiap tahun juga selalu ada kejadian berkesan yang menjadi ‘landmark’ acara. Seperti kejadian tahun ini adalah lika liku Om Eyang Uyut Adjie sebagai kapiten dan juga kisah tentang pendiri CikaranMTB…

Sampai ketemu di event tahun depan…

Telletubbies Hills, Cikarang – DUG DUG solo ride (En)

DCIM100GOPROCikarang, 9 July 2014

It’s became a routine ride, spend a fasting ride closed with ‘buka puasa’. Year after year of my mountain bike hobby then one by one come from my memories all past fasting rides from 2007 when I started this mountain bike activity.

Fasting and ride a mountain bike on off-road tracks will sound like a non-healthy activity. Mmm… yes that maybe right. But actually when you pass the 1st week of fasting month, your daily life cycle and your body already adapting to the fasting routines. It doesn’t have to be that non-healthy…

DCIM100GOPROAnd the best way to minimize the fasting effect I found to be taking an evening ride for approximately 1 hour ride, around 15-20kilometers off-road rides and break the fasting in the end or in the middle of the ride.

This will not allow our body to be overly dehydrated, directly giving our body water input at the end of the ride. And you will not be able to understand the beauty of this ride, until you try by yourself. Fasting itself already a physical treatment with emotional relief during breaking the fast, and the sensation of mountain biking been just giving an ice on the cake. Make it more interesting.

Then year to year, break fasting ride been the activity highly anticipated during the fasting month..

WJxc Ride#27 Bimbel Leuwimalang – TPS Ride (English)

r20140510_060231r20140510_060419r20140510_061038r20140510_072338Cikarang, 10 May 2014

Backyard bicycle track…
Yes, do not underestimate backyard. Your own backyard, the place you think you have known and tried each options available. If you underestimate your backyard tracks, regret will be guaranteed. And this ‘bimbel’ (come out of bahasa word ‘bimbingan belajar’, means learning and trials) track, is one of series I have tried to gather around my backyard, in Cikarang area, Kab Bekasi.

Start with a (yet now become) classic ‘Cilangkara Hutan Jati’ track, including the beauty of fireroads and singletracks, which have become more and more hard to find. Also including a climb to the ‘view tower’ in the middle of the teak-woods fields (hutan jati).

But ‘hutan jati’ or teak-woods is only intermediate transit, we go try to find new options going trough the cluster Cibiru of Lippo Cikarang housing. It was not an easy push and mud tracks until we found better condition road part of Industrial estate area. The trip to ‘hutan jati’ was also take a visit of ‘Tanjakan Emad’ which was recently found to be one of a few last technical uphill section in the area.

Then we go to the new exploration area, beyond Pasir Kupang Rd. and it goes to the area called Leuwi Malang. This road identified to be a straight lines, beside the irrigation lines. From the survey using Google Earth database it was looks like we will have a bridge over the river, which was not found. Whoa!! The (un)-expected surprise which will can be found when we try actually the lines.

r20140510_080832r20140510_085714r20140510_085945r20140510_092659

We were lucky enough to get a bamboo ride to cross the river. Although the river seen to be not deep and the stream was safe. The track after cross the river was even more interesting. A combination of limestone fire-road plus un-even yet become technical rock base lines, giving us excitement of cross country cycling. This kind of lines usually we got in the past not far from our residence, on our backyard. Due to industrial estate and housing developments around the area, now we need to ride overall 50km to find the same excitement.

But it was worth the ride…

Then the track goes back to our familiar Pasir kupang area, facing the hot noon hot Cikarang area sunshine, running back push to pedal our bikes to home. The ballot of House representative elections been waiting. This is why it was called ‘TPS Ride’…

Still want to underestimate your backyard???

Riding Specialized Carve 29″ hardtail 2012
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 6/10
singletrack: 5/10
downhill: 3/10
technical: 6/10
endurance: 7/10
landscape view: 7/10

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr

WJxc Ride#26 – Kolozal#12 Wayang Windu

IMG_4505gendong

[tulisan ini diselesaikan pada Juni 2014, jauh setelah waktu Kolozal#12 yang di 8 Feb 2014]

Cikarang, 7 Feb 2014

 
Malam itu dengan mata kantuk karena bermalam malam kurang tidur, akhirnya sampailah di detik detik berbahagia gowes kolozal… berkumpul di aabike dan mulai loading sepeda ke atas truk. Perasaan aneh antara semangat, excited, juga grogi plus gemes adalah kata kata yang keluar dari mulut para pesepeda. 3 truk saja yang cukup penuh, sementara satu truk terakhir diisi motor trail plus 15 dus aqua botol.

Pemandangan wajah cemas dan penasaran para pesepeda, diiringi oleh putra putrinya, keluarganya ngantar sepeda ke aabike untuk loading, sungguh pemandangan mengharukan seperti foto pesepeda antar sepeda untuk loading sambil gendong putranya berikut ini. Mungkin memang begitu teknik nya untuk selalu membuat antenna RR1 terpancang tegak sampai hari H…

Malam itu sempat merekam beberapa shot video, untuk keperluan iseng dokumentasi. Menjalani kegemaran dokumentasi ini, dengan memotret dan melakukan wawancara singkat, memberi pengalaman berlebih pada acara Kolozal yang saya jalani, dan juga memberi kejutan kejutan jawaban yang unik.

IMG_4531startCikarang, 8 Februari 2014

Kolozal kali ini saya ikut menunggu tim di pintu keluar Buahbatu, Bandung. Duluan berangkat ke Bandung, tidak terkait dengan heboh bangun subuh dan sholat subuh berjamaah di tempat istirahat tol yang dijalani oleh tim besar. Ternyata saya tidak sendirian, ada satu rekan juga, rekan lama Om Didik adik Om AH yang menunggu di tempat yang sama. Tak lama naik ke bis dan perjalanan lanjut ke titik start di Perkebunan Teh Malabar.

Titik start kolozal kali ini berada di area Perkebunan Teh Malabar, kita unloading sepeda dan persiapan di area dekat makam KRR Boscha, salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah kota Bandung di abad 19.

Dibandingkan edisi Kolozal sebelumnya yang berada di area Cariu, yang panas dan kering, kali ini sudah terus didengungkan adalah kolozal yang basah, sangat mungkin hujan dan yang pasti dingin. Titik start di ketinggian 1400mdpl dan titik tertinggi trek di ketinggian 1820mdpl. Seluruh tim merasakan ini akan jadi kolozal yang istimewa.

IMG_4564ceriaSedikit lebih awal dari diperkirakan, waktu bis peserta sampai titik start/finish lebih awal dari perkiraan, rupanya efek berangkat sebelum subuh dan sholat subuh berjamaah di tempat istirahat tol sangat efektif memangkas perjalanan sekitar 150km dari AA Bike ke titik start. Seperti sudah diduga sebelumnya, mendung sudah tampak saat peserta mempersiapkan sepeda dan gerimis sudah menyambut saat ketemu tanjakan pertama.

Ini pengalaman pertama kalinya saya jadi penunjuk jalan alias orang terdepan dari 12 Kolozal. Tentang jalan sih tidak khawatir, cuma tentang physical challenge nya yang bakal merupakan ujian, apalagi bisa dibilang 3-4 bulan terakhir sangat berkurang porsi gowes weekend dan bike to work. Sampai di desa terakhir dekat Kawah, dekat Pemandian Cibolang, keadaan masih relatif terkendali, karena hujan paling banter cuma gerimis dan sekali sekali hilang, namun setelah melewati puncak Cibolang hujan berubah deras dan peserta sudah mulai tak sabaran. Peserta di depan tak sabar untuk menunggu dan kumpul dulu. Selain masih kuat gowes memang kalau menunggu dibawah hujan dinginnya gak ketulungan. Mulai tuh ada yang ‘sotoy’ dan jauh meninggalkan track leader. Kalau tanya penduduk pasti diberi tahu jalan yang enak dan mulus alias aspal… Akhirnya saya terpaksa cuek sambil mengingatkan sebisanya buat mereka yang memutuskan berangkat lebih dulu karena tak sabar kedinginan berhenti.

Area yang disebut ‘Pizza Hut’ alias gubuk petani di dalam hutan terlewati dalam hujan cukup deras. Areal teh menyambut setelah single track dan akhirnya meikmati jalan menghindar mengelilingi pinggul gunung Wayang Windu tanpa masuk ke kampung Kertasarie.

Entah jalur apa yang diambil rekan rekan yang tak sabar dan mendahului, tapi hampir dipastikan mereka lewat kertasarie dan ambil jalan utama ke Situ Cisanti. Hampir tidak ada tantangan samasekali. Plain bahkan cenderung membosankan. Sementara trek offroad mengelilingi pinggul Wayang Windu ini benar benar disuguhi pemandangan menawan ke arah lembah Kertasarie yang diselimuti kabut tipis setelah hujan.

kol12mapKertasarie sudah berubah dari 2008, enam tahun lalu. Jalan sudah aspal mulus dari Majalaya, hutan di ketinggian bukit tampak juga semakin jarang vegetasinya. Keindahan yang terkikis. Tak lama kami pun pit stop makan siang dengan baju basah di Situ Cisanti. Dinginnya berhenti gowes, dan enaknya perut terisi makanan segera disambut tanda start tahap kedua karena akan segera ditutup trek agak tidak kemalaman di jalan.

Menyempatkan memasang handphone sebagai kamera video di fork, nanjak makadam ke celah lawang-angin 1820mdpl dimulai. Sempat bisa digowes selama masih di double track, sampai akhirnya ketemu single track yang 80% adalah gowes dorong dorong bike. Nanjak, miring, un-gowesable, diguyur hujan, angin sore menjelang malam yang dingin. Sebuah trip yang sempurna (siksaannya).

Leganya mencapai puncak tertinggi trip ini 1820mdpl. Yang tersisa adalah dinginnya jalan turun, menggigil gemetaran sampai kembali ke titik start kebun Malabar. Salah satu pemandangan menarik adalah Pembangkit Listrik tenaga panas bumi di area ini. Masa depan energi Indonesia…

Trip info:

Riding Specialized Carve 29″ hardtail
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 8/10
singletrack: 6/10
downhill: 4/10
technical: 8/10
endurance: 8/10
landscape view: 8/10

Bikewearr Century Ride Cigeuntis – WJxc Ride#28

Cikarang, 27 Mei 2014

Libuuuuurrr hari selasa… Libur kejepit dan tidak cuti, ada baiknya kita gunakan untuk gowes sepeda gunung, dan pilihan trek kali ini adalah trek KOLOZAL#3 nya CikarangMTB, trek kolozal Mei 2009, trek kolozal lima tahun lalu, sepuluh edisi kolozal yang lalu.

Trek lama perlu diberi bumbu, dan bumbu kali ini ada dua!!!

IMG-20140528-WA0014Bumbu#1 adalah digenjot dari Cikarang. Ya, supaya jadi century ride, genjot 100+ km. Ini sama persis dengan gowes mati lampu, kembali di tahun 2009 akhir, saat bertiga Om Ardian dan Om Didi … Waktu itu sama sama gowes weekdays hanya berganti teman saja kali ini. Pernah juga gowes Cigeuntis dari Cikarang bersama Om Rudy Om Stef dan nTe Rahmi

Gowes Survey CikarangMTB Kolozal#3 Cigeuntis 2009 Mei…
Gowes Matilampu Cigeuntis bersama Eyang AN 2009 Nov…
Gowes Lebaran Cigeuntis bersama nTe Rahmi 2011 Sep…

Bumbu#2 yang lebih terasa adalah rekan gowesnya, kali ini saya bersama Om Sigit menemani tiga orang yang kebetulan katanya belum pernah melewati trek offroad Cigeuntis ala Kolozal. Ketiga rekan ini sih gowesannya sudah susah dikejar, tapi ke Cigeuntis selalu lewat jalan raya Pangkalan Loji, dan bisa mandi pagi di Cigentis lalu sebelum makan siang udah rapi di rumah.

Bumbu#3 trip ini diberi nama Bikewearr Ride oleh Owner Bikewearr om Sigit. Asiiikkk… senang tentu bisa bersama kembali dalam Bikewearr Ride#2 setelah yang pertama sekitar 3 tahun lalu. Kelima peserta trip pun memakai jersey produksi Bikewearr. Semua dokumentasi foto di post trip ini adalah jepretan Om Sigit Bikewearr, makanya berwarna… hehe

IMG-20140528-WA0015Dan gowes pun segera dimulai dengan rencana berangkat jam 0530 tapi team leader baru bangun jam 0545 setelah insomnia sampe subuh. Langsung melesat lewat onroad saja ke arah Pemda Kab Bekasi dan napak tilas jalur kampung saat lima tahun lebih lalu diajak offroad pertama Kang Asol, jadi tidak nembus ke SMA2 Cikarang. Lanjut Pasir Kupang dan masuk ke Medal Krisna mulai deh offroad batu makadam rolling termasuk melewati singletrack ‘nenek jambu’.

Di trip yang lalu bareng Om Okky dan Om Heru kami bertemu nenek membawa jambu yang tidak mau minggir di singletrack dan tertawa terus seperti suara nenek lampir di sinetron. Padahal siang bolong. Hari itu kami tidak bertemu nenek jambu, tapi trek lebih licin karena beberapa hari lalu hujan. Trek sudah banyak yang terkena perbaikan jalan dengan beton padahal dulu makadam dan sirtu, kami pun pitstop di warung yang dulu dipake pitstop juga pada trip Cigentis dengan MbahBro.

IMG-20140528-WA0012Lewat Madal Krisno kita pun mulai masuk ke jalan raya Cariu-Pangkalan. Lumayan juga lewat dua tiga jembatan sebelum akhirnya masuk ke desa Phillips. Nama desa nya unik karena kabarnya dahulu Phillips perusahaan alat listrik pernah merubah desa ini jadi terang benderang. Kaget juga melihat jalan masuk ke desa Phillips sudah di beton juga, untung cuma sekitar 200m dan kami pun kembali menikmati makadam campur semen di beberapa area dalam kampung sampai di pinggir sungai Cigeuntis. Waktu masih menunjukkan jam 10 siang lebih. Pitstop adalah wajib di area ini dan mulai sesi fotografi nya Bikewearr…

Setelah indomie telor masuk ke perut maka kita pun menyeberang sungai Cigeuntis, batu batu bulat yang licin, air mengalir, plus juga genjot di selokan doubletrack sebelum masuk ke desa. Belum lagi latarbelakang kaki pegunungan Sanggabuana yang menjulang julang seperti punuk. Eksotis dan memang hanya kita bisa jumpai di trek ini saja. Setelah itu ternyat kita menjumlai jalan landai panjang di kaki Gunung Goong telah berubah menjadi beton mulus, yang semakin panas memantul dan semakin membuat berasa tidak sampai sampai, untung segera kita disuguhi tanjakan makadam yang masih murni seperti 5 tahun lalu saat nanjak ke pohon besar.

Tak lama melipir kita pun sampai di Warung Wisata Curug Cigeuntis dan makan siang. Perjalanan baru 47 kilometer dan kami pun menyempatkan makan kenyang dan tidur sebentar.

Perjalan pulang balik ke Cikarang tidaklah terlalu banyak kisah karena melewati jalan raya Pangkalan Loji dan berbelok di sebelah kalimalang dari Kobakbiru, terus via beton kalimalang sampai Cikarang Baru. Finish jam 430 sore an. Paha menjerit dan pantat panas, khas perjalanan century ride 100+ kilometer…

Riding Specialized Carve 29″ hardtail 2012
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 7/10
singletrack: 4/10
downhill: 3/10
technical: 5/10
endurance: 9/10
landscape view: 8/10

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.