enjoy every cadence, every breath…

Posts tagged “cikarangmtb

GGB Latgab – Batukuda – Genteng – Cijambu

Bandung, 20 Januari 2016


8:12 akhirnya lima orang siap start pagi itu. Om Indra, Om Kodrat, Om Maman, Om Atoe, Om Sigit mundur dan batal dengan berbagai alasan yang valid. Lokasi start dan finish adalah RS AMC, tepat di depan gerbang tol Cileunyi. Ujung jalan tol PADALEUNYI… Saya yang dua malam berturut kurang tidur sudah bertekad untuk finish full track saja sudah prestasi… Road Captain (kabarnya sih saya, dipindah tangankan dari Om Indra) sementara Om Eyang, Om Lutfi, Om Djo segera melejit kedepan tak lama setelah ketemu tanjakan aspal. Saya bersama Om Adjie di belakang…


8:41 ketemu tanda lalulintas yang tidak biasa… Ya, inilah tanjakan Cinunuk. Setiap kali saya ambil gambar di area ini selalu mendapat sambutan meriah dari para pemirsa, baik blog, forum maupun fb… Salah satu tanjakan paling dramatis di Bandung Timur


8:42 Om Adjie keheranan saya berhenti. Saya bilang, “Om Adjie jadi model foto Om…” Sekarang tanjakan ini sudah aspal, pada saat awal masih gravel seru spinning ban belakang… Saat saya kemudian sampai di ujung tanjakan ini alarm di Garmin bunyi, “Your heart rate is above maximum level…”


9:24 Pitstop pertama, Batukuda. Kabarnya sih ada batu nya yang berbentuk seperti kuda, tapi saya sendiri belom pernah ke tempat batu berada. Udahlah daripada ngomongin batu, kita ngopi saja. Kopi adalah kloter terakhir, setelah sebelumnya teh manis panas, teh kotak

Pada titik inilah sambil ambil napas lega dibawah rindang pohon pinus datanglah sebuah call…. “Om kami sudah di Kiara Payung….” Hmmm… ok baiklah, rupanya kalian memilih jalan yang baik (belok kanan)… Tujuan kami berikutnya memang Kiara Payung tapi lewat singletrack dalam hutan. Pak penjual kopi dan rekan peseda lain yang kita temui bilang, “Waduh Pak… kalo musim hujan begini trek bisa tertutup oleh semak semak tinggi…”. Saya tersenyum, dan Om Adjie matanya berbinar semangat mendengar kita akan menerobos semak semak… wkwkwk


9:49 Mengangkat sepeda melewati sungai dan kubangan air, lobang yang dalam, menariknya ke bukit diatas, pelan pelan kami menemukan juga singletracknya. “Bener ini Om?…” tanya Om Adjie, entah khawatir entah semangat lihat kita menerobos nerobos semak dibawah pohon pinus dan campuran pohon lain. Di suatu area terbuka saya bilang, “Biasanya kita bisa lihat seluruh Bandung dari sini Om Adjie…” Sayangnya cuaca hari itu mendung berkabut meskipun relatif masih pagi


10:25 melewati hutan dan semak, relatively rideable, asik meliuk dan menerabas, sambil kaki dan muka dibelai berbagai jenis dahan daun dan duri akhirnya kita keluar hutan juga dan masuk ke kampung lalu istirahat di Kiara Payung. Kita istirahat dulu karena berdasar pengalaman yang lalu susah dapat warung nasi di daerah Genteng Cijambu, saya putuskan bungkus dan masukkan ke kantong jersey. Enak bener ini jersey Bikewearr, jersey edisi XCM Bali tahun lalu yang membawa banyak semangat dan kenangan

Om Adjie dan saya makan sawo enak banget disini, seorang dua butir. Lalu sambil saya bungkus nasi lengkap lalapan dan tahu tempe ayam goreng, Om Adjie bilang ke Ibu warung, “Saya bungkus pisang saja, enam ya bu…”


11:43 Ini adalah area Genteng, area yang menjadi titik turun biasanya trek yang disebut Palintang Karpet Genteng atau sejenisnya. Ada beberapa variasi, kita tidak ke Palintang karena pilih trek pendek (opsi2). Akhirnya cuma bisa melihat layers bukit dan gunung di kejauhan… Tanjakan beton disambut makadam dalam kampungnya masih seksi dan panjang dan… ayo kita pakai grainy gear saja daripada jantung menjerit masuk area max HRM. Om Adjie sudah melejit kedepan


13:04 Keluar dari mulut buaya masuk ke mulut harimau… Keluar dari tanjakan tengah kampung yang dahsyat di area Genteng, kita mulai nanjak alus, diambut nanjak makadam, disambut hutan lagi… Inilah area Cijambu. Part hutan nya panjang banget. Ketemu rombongan motor trail, mereka bilang, “Oooo… teman nya tiga orang udah jauuuuuhhhh banget….”. Iya iya Kang… gak usah heboh gitu deh… Trek campuran doubletrack dan beberapa area ada singletrack. Yang horor adalah ada anjing pemburu, anjing nya bukan anjing kampung gitu, tapi anjing yang besar… Ampun dah… Geram nya saja udah bikin hati bergetar


13:11 Hutan tidak begitu saja berhenti habis, diselingi masuk ke kampung terpencil, kami pun masuk hutan kembali, kali ini hutan yang ketiga ini lebih wild, meskipun pohon nya secara umum adalah pinus dan pinus dominan, tapi kok ya ini trek menyeberang dan nyeberang sungai berkali kali, udah diseberangi eeee… balik lagi dan seterusnya

Di hutan ini juga kita dirubung sama semacam nyamuk atau entah serangga apa itu. Dia berputar putar di sekitar muka kita. Kalo kita jalan kadang serangga masuk ke mata jadi pedih, kadang masuk ke mulut. Pokoknya ganggu banget deh


13:46 Setelah lega akhirnya keluar hutan juga, ketemu jalan aspal rusak, lalu itu jalan masih tega juga nanjaaaakkk sampai di puncak Pasir Biru. Sempatin ambil foto di ujung tanjakan terakhir… Rasanya badan udah habis dan perut lapar sekali, Ketemu Om Adjie lagi fill up minum ke bidon, saya udah putuskan untuk buka bekel makan siang. Udah gak tahan lagi… Dapat wa message katanya tim depan lagi carbo loading juga di jalan raya Bandung-Sumedang… Seterusnya dalah turunan dan sedikit rolling tanjakan… dan itu 40an km terakhir adalah tidak terlalu penting, mbosenin dan ngantuk gowes sampe kembali ke titik start…

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr
instagram.com/bikewearr/


TONGSIS RIDE – 5 th AA Bike – CikarangMTB

rIMG_1562rIMG_1544Cikarang, 8 June 2014

Salah satu peninggalan, legacy, dari Kang Asol almarhum, untuk persepedaan di Cikarang adalah acara ultah AA Bike. Sejak ultah pertama, Kang Asol dan Om Adji, selalu menyertakan acara gathering pesepeda, pada khususnya pesepeda gunung. Berikut beberapa tulisan saya sebelumnya tentang acara ultah AA Bike. Ultah toko sepeda yang sudah susah dipisahkan acaranya dari ultah Komunitas CikarangMTB:

2009 Pembukaan AA Bike – AA Bike Soft Launch
2010 Ultah ke-1 AA Bike – Greenland Mud Party
2012 Ultah ke-3 AA Bike – Rally Perang
2013 Ultah ke-4 AA Bike – YouTube Video Martabak Ride
2014 Ultah ke-5 AA Bike – YouTube Video Tongsis Ride

rIMG_1577rIMG_1588 Bentuk acara nya pun berubah ubah. Setelah bersepeda santai bersama menikmati trek offroad seputar Cikarang, namun juga pernah dikemas dengan tema team rally. Dengan membekali peserta dengan peta dan kemudian ditunggu di titik finish dengan diukur ketepatan waktu. Seru, karena tentusaja, banyak yang nyasar. Dan memang itulah bumbu yang ditunggu.

Setelah meninggal nya Om Asol, meski sempat ada Martabak Ride dengan start dan finish di AA Bike Tegaldanas, maka sejak AA Bike pindah lokasi ke Ruko Sentra Niaga Mas Cikarang Baru, penyelenggaraan TONGSIS RIDE ini adalah untuk pertama kalinya dilakukan dengan Om Ratman yang mengelola AA Bike sekarang sebagai tuan rumah utama. Waktu acara pun kali ini agak berbeda, jika semula di awal tahun, sekitar Januar-Februari (saat trek Cikarang basah dan berlumpur pekat) kali ini dilakukan di pertengahan tahun (saat trek Cikarang relatif kering dan enak enaknya).

Seperti juga penyelenggaraan acara ini sebelumnya, animo peserta selalu mengagetkan dan sekaligus menggembirakan. Sebagai tuan rumah tentu meskipun sederhana AA Bike menyediakan kudapan, tentu membuat ketar ketir kala ternyata yang mendaftar melebihi angka 300, mungkin juga karena event ini gratis. Dari tahun ke tahun memang sudah dan selalu terbukti jika acara ini akan mengumpulkan banyak orang dari berbagai kalangan dari berbagai geografis sampai sejauh Jonggol dan Bekasi serta Tangerang.

rIMG_1595rIMG_1627Trek yang dipilih kali ini adalah trek klasik terbaru dari rekan rekan CikarangMTB, trek AA Bike-Tanjakan Emad-Kebun Jati-Tower-Tanjakan Jiper-Tanjakan Astra Otoparts-AA Bike. Karena jumlah pemandu jalur yang terbatas, dan peserta yang datang dari seputaran Cikarang maka selain banyak yang memilih jalur sendiri, banyak pula yang langsung belok menuju titik finish sendiri. Apalagi setelah mengetahui door prize nya sudah tidak dapat. Undian door prize dilakukan di pintu masuk ke kawasan kebun jati.

Acara tahunan rutin yang selalu ditunggu dan selalu seru. Setiap tahun juga selalu ada kejadian berkesan yang menjadi ‘landmark’ acara. Seperti kejadian tahun ini adalah lika liku Om Eyang Uyut Adjie sebagai kapiten dan juga kisah tentang pendiri CikaranMTB…

Sampai ketemu di event tahun depan…


Telletubbies Hills, Cikarang – DUG DUG solo ride (En)

DCIM100GOPROCikarang, 9 July 2014

It’s became a routine ride, spend a fasting ride closed with ‘buka puasa’. Year after year of my mountain bike hobby then one by one come from my memories all past fasting rides from 2007 when I started this mountain bike activity.

Fasting and ride a mountain bike on off-road tracks will sound like a non-healthy activity. Mmm… yes that maybe right. But actually when you pass the 1st week of fasting month, your daily life cycle and your body already adapting to the fasting routines. It doesn’t have to be that non-healthy…

DCIM100GOPROAnd the best way to minimize the fasting effect I found to be taking an evening ride for approximately 1 hour ride, around 15-20kilometers off-road rides and break the fasting in the end or in the middle of the ride.

This will not allow our body to be overly dehydrated, directly giving our body water input at the end of the ride. And you will not be able to understand the beauty of this ride, until you try by yourself. Fasting itself already a physical treatment with emotional relief during breaking the fast, and the sensation of mountain biking been just giving an ice on the cake. Make it more interesting.

Then year to year, break fasting ride been the activity highly anticipated during the fasting month..


WJxc Ride#26 – Kolozal#12 Wayang Windu

IMG_4505gendong

[tulisan ini diselesaikan pada Juni 2014, jauh setelah waktu Kolozal#12 yang di 8 Feb 2014]

Cikarang, 7 Feb 2014

 
Malam itu dengan mata kantuk karena bermalam malam kurang tidur, akhirnya sampailah di detik detik berbahagia gowes kolozal… berkumpul di aabike dan mulai loading sepeda ke atas truk. Perasaan aneh antara semangat, excited, juga grogi plus gemes adalah kata kata yang keluar dari mulut para pesepeda. 3 truk saja yang cukup penuh, sementara satu truk terakhir diisi motor trail plus 15 dus aqua botol.

Pemandangan wajah cemas dan penasaran para pesepeda, diiringi oleh putra putrinya, keluarganya ngantar sepeda ke aabike untuk loading, sungguh pemandangan mengharukan seperti foto pesepeda antar sepeda untuk loading sambil gendong putranya berikut ini. Mungkin memang begitu teknik nya untuk selalu membuat antenna RR1 terpancang tegak sampai hari H…

Malam itu sempat merekam beberapa shot video, untuk keperluan iseng dokumentasi. Menjalani kegemaran dokumentasi ini, dengan memotret dan melakukan wawancara singkat, memberi pengalaman berlebih pada acara Kolozal yang saya jalani, dan juga memberi kejutan kejutan jawaban yang unik.

IMG_4531startCikarang, 8 Februari 2014

Kolozal kali ini saya ikut menunggu tim di pintu keluar Buahbatu, Bandung. Duluan berangkat ke Bandung, tidak terkait dengan heboh bangun subuh dan sholat subuh berjamaah di tempat istirahat tol yang dijalani oleh tim besar. Ternyata saya tidak sendirian, ada satu rekan juga, rekan lama Om Didik adik Om AH yang menunggu di tempat yang sama. Tak lama naik ke bis dan perjalanan lanjut ke titik start di Perkebunan Teh Malabar.

Titik start kolozal kali ini berada di area Perkebunan Teh Malabar, kita unloading sepeda dan persiapan di area dekat makam KRR Boscha, salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah kota Bandung di abad 19.

Dibandingkan edisi Kolozal sebelumnya yang berada di area Cariu, yang panas dan kering, kali ini sudah terus didengungkan adalah kolozal yang basah, sangat mungkin hujan dan yang pasti dingin. Titik start di ketinggian 1400mdpl dan titik tertinggi trek di ketinggian 1820mdpl. Seluruh tim merasakan ini akan jadi kolozal yang istimewa.

IMG_4564ceriaSedikit lebih awal dari diperkirakan, waktu bis peserta sampai titik start/finish lebih awal dari perkiraan, rupanya efek berangkat sebelum subuh dan sholat subuh berjamaah di tempat istirahat tol sangat efektif memangkas perjalanan sekitar 150km dari AA Bike ke titik start. Seperti sudah diduga sebelumnya, mendung sudah tampak saat peserta mempersiapkan sepeda dan gerimis sudah menyambut saat ketemu tanjakan pertama.

Ini pengalaman pertama kalinya saya jadi penunjuk jalan alias orang terdepan dari 12 Kolozal. Tentang jalan sih tidak khawatir, cuma tentang physical challenge nya yang bakal merupakan ujian, apalagi bisa dibilang 3-4 bulan terakhir sangat berkurang porsi gowes weekend dan bike to work. Sampai di desa terakhir dekat Kawah, dekat Pemandian Cibolang, keadaan masih relatif terkendali, karena hujan paling banter cuma gerimis dan sekali sekali hilang, namun setelah melewati puncak Cibolang hujan berubah deras dan peserta sudah mulai tak sabaran. Peserta di depan tak sabar untuk menunggu dan kumpul dulu. Selain masih kuat gowes memang kalau menunggu dibawah hujan dinginnya gak ketulungan. Mulai tuh ada yang ‘sotoy’ dan jauh meninggalkan track leader. Kalau tanya penduduk pasti diberi tahu jalan yang enak dan mulus alias aspal… Akhirnya saya terpaksa cuek sambil mengingatkan sebisanya buat mereka yang memutuskan berangkat lebih dulu karena tak sabar kedinginan berhenti.

Area yang disebut ‘Pizza Hut’ alias gubuk petani di dalam hutan terlewati dalam hujan cukup deras. Areal teh menyambut setelah single track dan akhirnya meikmati jalan menghindar mengelilingi pinggul gunung Wayang Windu tanpa masuk ke kampung Kertasarie.

Entah jalur apa yang diambil rekan rekan yang tak sabar dan mendahului, tapi hampir dipastikan mereka lewat kertasarie dan ambil jalan utama ke Situ Cisanti. Hampir tidak ada tantangan samasekali. Plain bahkan cenderung membosankan. Sementara trek offroad mengelilingi pinggul Wayang Windu ini benar benar disuguhi pemandangan menawan ke arah lembah Kertasarie yang diselimuti kabut tipis setelah hujan.

kol12mapKertasarie sudah berubah dari 2008, enam tahun lalu. Jalan sudah aspal mulus dari Majalaya, hutan di ketinggian bukit tampak juga semakin jarang vegetasinya. Keindahan yang terkikis. Tak lama kami pun pit stop makan siang dengan baju basah di Situ Cisanti. Dinginnya berhenti gowes, dan enaknya perut terisi makanan segera disambut tanda start tahap kedua karena akan segera ditutup trek agak tidak kemalaman di jalan.

Menyempatkan memasang handphone sebagai kamera video di fork, nanjak makadam ke celah lawang-angin 1820mdpl dimulai. Sempat bisa digowes selama masih di double track, sampai akhirnya ketemu single track yang 80% adalah gowes dorong dorong bike. Nanjak, miring, un-gowesable, diguyur hujan, angin sore menjelang malam yang dingin. Sebuah trip yang sempurna (siksaannya).

Leganya mencapai puncak tertinggi trip ini 1820mdpl. Yang tersisa adalah dinginnya jalan turun, menggigil gemetaran sampai kembali ke titik start kebun Malabar. Salah satu pemandangan menarik adalah Pembangkit Listrik tenaga panas bumi di area ini. Masa depan energi Indonesia…

Trip info:

Riding Specialized Carve 29″ hardtail
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 8/10
singletrack: 6/10
downhill: 4/10
technical: 8/10
endurance: 8/10
landscape view: 8/10


WJxc Ride#18 – CikarangMTB Kolozal#11

Catangmalang, 1 Juni 2011

Post ini adalah kompilasi cerita kesan Cikarangmtb Kolozal#11 Catangmalang Cariu seperti dituturkan di milis cikarangmtb@yahoogroups.com

IMG_3013helm-istimewaExcitement khas kolozal, kayaknya tidak pernah se heboh ini. Tim AABike1 dan AABike2 dengan omratman pemegang peranan penting, dan dua staff AABike masih cukup hijau menghadapi kolozal. Sungguh seru melihat lalulalang orang, sepeda, mobil, truk sampai excavator di depan AABike1 malam itu. Meskipun sudah sering ikutan Kolozal, gelegak jiwa menghadapinya tidak pernah berubah dari kolozal satu ke berikutnya. Semua terpusat di AABike1, sepenggal toko di Tegaldanas.

Flashback saya teringat excitement Om Asol membuka rolling doornya, waktu itu masih rumah biasa mirip bengkel Pak Rahmat di sebelah AA Bike 1. Om Asol panjang lebar menceriterakan rencana belio…

Kembali ke Kolozal, akhirnya kita pun sampailah di Sabtu pagi yang heboh. Berbagai macam jersey berbagai aliran berbagai gaya berkumpul untuk dikocok kocok dengan bis, truk dan kendaraan sampai ke Catangmalang, titik start kolozal di titik 1000mdpl. Sempat ada bis yang perlu minum karena kepanasan dan sebagainya, menambah gelegak jiwa semakin tak terkendali.

Pengen cepetan staaarrrrttt…

IMG_3023eskaTitik start seolah memberi peringatan, selebar halaman rumah makan tempat kita start dipenuhi dengan batu pecah. Tempat start pun sudah makadam sekali. Kembali teringat cerita panjang Papa TB tentang Deandels, Napoleon, kemudian Tanam Paksa kopi dan akses jalan makadam Kumpeni…

Start pun kita akhirnya disambut turunan nyuuuuussss.. onroad mulus…

Pas banget dengan iklan; “Pada dasarnya turunan”

Penjajahan Kumpeni memang kejam. Terbayang kan kalau kita tidak punya tanah garapan, tidak bisa menyerahkan hasil 20% luas tanah, maka kita akan punya kewajiban kerja paksa selama 66 hari dalam setahun (20% dari waktu). Kerja paksanya salah satunya ya jelas membuat jalan jalan merambah pegunungan, seperti yang pagi itu dijejaki para peserta kolozal#11. Miring keatas menuju pertigaan Arca.

Membawa sepeda menjadi beban, banyak peserta memilih melakukan hobby lain yang lebih menarik, berjalan kaki…

IMG_3031setar-membahanaSambil berhenti di keteduhan sebuah pohon avatar di pinggir jalan yang mulus bin miring ini, maka saya berusaha menyemangati rekan rekan dengan mengeluarkan kamera. Entah apa itu ya fungsi kamera yang ajaib, banyak peserta tiba tiba jadi kuat dan gowes lagi di tanjakan setelah melihat ada kamera beraksi.

Segala iklan ‘Pada dasarnya toeroenan’ yang beredar di milis kok jadi lupa ya? Yang ingat adalah semua itu merupakan hoax yang tercela. Hmmm… hoax informasi sih bukan salah yang nyebarin deh, salahnya juga yang percaya pada kebenarannya.

Tapi coba kembali bayangkan tahun 1800an, batu masih digerakkan dengan kereta kuda atau kereta sapi, atau malah pecahan pecahan batu itu harus dipanggul satu demi satu. Ditata di tanah hutan hujan basah yang masih banyak ularnya.

Sebenernya sejak ratusan tahun yang lalu sudah penuh drama area ini…

IMG_3061nyenderKita pun berhenti di pertigaan Arca, titik tertinggi trip ini di 1100mdpl. Saya bilang, “berikutnya turunan panjang 5km…” dan tidak ada satu pun peserta yang tampak percaya dengan informasi ini, mungkin dikira hoax…

Berbelok kekiri, kami pun mendapat hadiah yang berlipat ganda. Tampak di sebelah kiri trek adalah indahnya terasering sawah dan gunung batu di kejauhan. Gunung Batu tampak rendah dan jauh. Terasering sawah menunjukkan kalau air tanah masih mengalir kuat ke bawah. Ternyata hutan yang tersisa di atas/kanan trek, masuk kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, masih menghidupi. Masih dengan setia mengalirkan air dari perut bumi untuk menghidupi.

Hadiah kedua adalah turunaaaaannnn….

Tinggal masalah nyali saja. Seberapa lama akan melepas rem. Seberapa jauh dan seberapa cepat berani meluncur. Hari itu cuaca tidak secerah survey day genjot scooby-doo. Jika cuaca clear kita akan dengan sangat jelas bisa melihat dari jajaran perbukitan Cioray/Batutapak/Cibinong sampai jauh tiga tower Gunung Parang di jauh di belakang Sangga Buana.

IMG_3077arcaSempat saya berhenti karena salah seorang Om dengan sepeda POLICE mengalami rd-nyelip ke roda belakang. Ada 30menit an menunggu sampai aman ditangani Om Ratman yang pas jangkar di belakang saya. Sambil berhenti di lokasi sepeda rusak ini saya perhatikan di sebelah kanan ada lembah sungai Cibeet. Ada air terjun kecil indah di kejauhan sisi Cianjur seberang sungai. Susah untuk lupa dengan trip GRATIS yang sudah membuat kami menyusur lembah itu.

Jalan aspal tidaklah panjang, kita segera kembali ke jalan makadam. Siapa yang membuat makadam? Jaman pemerintahan Pak Karno? Pak Harto? Pak Habibie Pak GusDur Bu Mega Pak Beye? Bukaaannnn… Ini adalah buatan Kumpeni penjajah Belanda. Woro walondo kalo kata orang Jawa. Di sebelah trek akan dengan mudah kita temukan peninggalan ratusan tahun yang lain, pohon cengkeh, pohon kopi. Sekarang pohon pohon ini adalah penlindung perindang dan hanya menjadi hasil sampingan. Pada masa tanam paksa, Kopi adalah komoditi yang mengkilau dan dibayar sangat mahal oleh para abtenar di Eropa. Dalam 70an tahun masa Tanam Paksa Belanda berubah dari negara yang hampir bangkrut menjadi negara kaya raya yang terpandang di Eropa.

Kemudian saya standby menjangkar-i Om Siswo di pertigaan Karedok. Dengan petunjuk jalan yang jelas… ke kiri 1km Griya Siliwangi…

IMG_3085kopi-gatotkacaKepada setiap yang lewat saya sampaikan, “Ayo silakan belok kiri Om… ada tempat makan dengan pemandangan indah”
Ada yang tanya, “lho… tapi kok jalannya batu begini Om?”
Saya jawab dengan senyuman… “silakan dinikmati Om….”

Pertigaan Karedok ini sungguhlah fenomenal. Pada saat survey scooby-doo track, lebih dari separuh member tim survey terbius enaknya turunan sambil juga terbius tidak memperhatikan GPS unit udah jerit jerit minta belok ke kiri. Akibat tidak mengindahkan belokan kekiri maka ada fraksi karedok yang makan karedok dulu di dasar turunan ini, lebihkurang dua kilometer ke lembah sungai Cibeet. Turun 2km sih ok, nah nanjak kembalinya itu lho…

Belokan kekiri memang tampak sekilas tidak menjanjikan. Jalan berubah jadi berbatu makadam campur tanah. Tapi justeru itulah keahlian trekbuilder. Belio bisa melihat dari satelit bahwa pemandangan di puncak bukit akan spektakuler… Salah satu pemandangan terindah dari trip kemarin.

IMG_3100berkah-deritaMenujuk puncak memang bukanlah perkara mudah untuk diucapkan, dan juga digowes. Setelah beristirahat menunggu jangkar berikutnya dan yang muncul adalah Eyang (lho, udah dekat sapu dong?), maka saya ambil napas dan mulai menjilati tanjakan ini. Menikmati cenutan demi cenutan di betis dan paha. Menikmati setiap jengkal dan sangat malas turun kaki.

Tanjakan ini sebenarnya adalah tempat terindah mengambil foto, tampak dari foto foto karya PakDe 3 yang mengambil spot sangat mirip dengan spot foto Om Hanif saat gowes survey. Foto sedang menanjak offroad dengan latarbelakang Gunung Gede Pangrango akan jadi foto yang indah sekaligus gahar. Tapi sudah mengambil banyak foto, termasuk ulang naik turun action saat survey, hari itu saya menikmati tanjakannya.

Sepanjang jalan saya menginformasikan kepada teman teman yang istirahat untuk lanjut karena tanjakan tidak panjang lagi, cuma 50meter. Hehehe… kayaknya sih tidak ada yang percaya ya dari jawaban sekilas dan bahasa tubuhnya…

Nah, kok makadamnya hilang? Apakah kumpeni tidak berperan lagi disini? Tentusaja tidak. Tampak di ujung tanjakan, kita rolling sedikit di kebun (lagi lagi) kopi. Jalan makadam juga tampak masih jelas di puncak punggung bukit sampai ke tempat makan siang; Griya Siliwangi.

IMG_3109bocahTempat istirahat sendiri sangatlah strategis dan indah. Salut untuk kegigihan Eyang yang pada akhirnya memungkinkan 150orang bisa diperbolehkan masuk ke area ini oleh si empunya.

Kumpeni merintis jalan jalan akses, untuk logistik kebun kebun emas hijau mereka. Ya, emas hijau. Masa 1800an adalah masa kejayaan komoditi yang sekarang menurut kita ‘biasa’ seperti teh, kopi, cengkeh, pala adalah primadona ekonomi dunia. Jika sekarang negara negara berperang untuk mendapatkan akses pada energi, maka pada masa jalan jalan akses ini dibuat, Inggris Perancis dan Belanda berperang dari lepas pantai pulau Jawa sampai dataran Eropa untuk memperebutkan akses pada emas hijau ini.

IMG_3126mushallaMulai meninggalkan Griya Siliwangi saya ingat benar, trek nya mulai kasar, mulai galak. Area ini adalah area yang trek nya makadam namun tampak cukup jarang dilalui kendaraan. Bregajulan makadam susunannya sangat tidak sopan. Selain makadamnya tidak sopan, juga perpaduan tanjakan dan turunan sangat mungkin membuat paha cenut cenut. Meskipun begitu kami diberi hadiah turunan jalan tanah panjang yang meliuk meliku flowing. Mengingatkan pada turunan serupa di daerah bandung utara juga di daerah hambalang. Turunan tanah ini adalah hiburan dan hadiah yang setimpal dibandingkan tanjakan makadam ke puncak Griya Siliwangi tadi.

Setelah meliuk tanah lalu makadam rolling bergajulan menghujam turun ke arah lembah sungai Cibeet hulu, kita disambut lagi dengan nanjak makadam bergajulan juga. Sampai ke titik kumpul berikutnya yaitu ‘Warung Mertua’. Mertua siapa??? Nanti juga menantunya jawab sendiri kok…

Kebayang ya jaman 1800an area ini masih dikuasai oleh tuan tuan tanah, keturunan bangsawan dan keturunan orang sakti penguasa wilayah. Kumpeni mengerahkan para pekerja tanam paksa untuk membuat akses meliuk liuk membelah bukit dan gunung. Untuk meyakinkan bahwa semua hasilnya lancar sampai pelabuhan terdekat untuk segera menjadi pundi pundi tambahan kemakmuran negeri penjajah.

IMG_3140buntelanAkses jalan dan logistik adalah peninggalan pola berpikir Deandels yang sudah berpikir seperti ahli supply chain jaman sekarang. Saking fenomenalnya pemikiran Deandels sehingga Napoleon pun merekrutnya ke Eropa untuk diajak perang ke Rusia… dan kalah…

Nobody perfect!

Seperti juga kampung kecil rumah mertua ini, kampung ini hanya bisa ada dua jalan akses, lewat tempat kita nanjak itu dari arah Cipanas Cianjur dan juga lewat tahap berikutnya perjalanan trek Kumpeni ini… sebuah singletrek makadam meliuk yang saat GRATISAN diberi nama ‘tembok ratapan’…

Lepas dari Rumah Mertua, sudah menunggu tanjakan di depan. Kelihatan jelas dari tempat istirahat. Banyak yang bertanya, “Kenapa gak kekanan aja Om…?”. Jalan kekanan dari arah Rumah Mertua memang tampak sangat landai dan menjanjikan. Tapi dua kali lewat sana selalu sekitar jam 10 malam sampai di masjid kubah hijau. Padahal jika berbelok ke kanan dan melewati kebun kebun kopi yang relatif masih aseli. Pohon kopi yang mungkin sudah berusia ratusan tahun… jejak Kumpeni akan lebih terasa…

IMG_3141antri-dongSesampainya di ujung tanjakan, sudah menunggu pemandangan indah, mejelang sore hari ke arah lembah Cariu dengan latarbelakang pemakaman Quiling dan pegunungan SanggaBuana. Banyak yang tampak kaget waktu diberi tahu di seberang lembah adalah Quiling… “Jadi kita lanjut nanjak ke Quiling Om?….”

Turunan ke arah warung Cipadu alias warung kirix sangatlah mengasyikkan dan sekaligus juga emosional. Jalur dari Warung Mertua sampai dengan masjid kubah hijau adalah jalur nanjak trip GRATIS. Susah sekali saya membayangkan pemandangan ratusan orang bergeletakan muka mulai kelelahan di Warung Mertua. Waktu pertama kami menginjak warung ini saat GRATIS, saya tidak membayangkan akan ada pesepeda lain yang bersedia dijerumuskan bersepeda sampai disini. Tidak membayangkan ada yang bersedia, dan lebih tidak tega lagi untuk mengajak kesini… Feeling seperti ini yang saya pelajari dari Pak TB… susah sekali dijelaskan.

IMG_3151bregajulTurunan asoy dan teknikal, singletrek makadam meliuk liuk menantang, berbahaya sekaligus menggemaskan. Asyik luarbiasa dijalani dengan sadel yang diturunkan. Seperti sebuah part yang emosional dan penuh perasaan ‘pembalasan’. Saat trip GRATIS kami berjalan dari arah sebaliknya. 95% dorong… Jadilah part ini mengenang kembali ratapan ratapan kami saat menanjak…

Warung kirix pun tampak saat semakin sore hari nya…. Kembali kita disambut oleh jalan makadam berbatu ala Kumpeni untuk trek selanjutnya

Dari warung kirix kita disambut turunan yang panjang, namun menakutkan. Batu batu makadam di turunan yang sangat curam. Waduh. Ekstra konsentrasi dan ekstra hati hati. Di beberapa tempat turunan ini malah ada air mengalir. Basah menambah trek jadi semakin berbahaya. Aseli, kalau tidak ingat harus cepat menghindar dari malam, karena tidak bawa lampu, maka saya akan pilih tuntun nih turunan.

Segera ketemu jembatan dekat kuil shaolin. Disini saya menggantikan rekan jangkar depan dan mulai mengarahkan rekan rekan yang lain untuk berbelok. Salah satu dari peserta sambil menengok cyclo meternya, bertanya, “Lho, Om… masih 10km lagi, lewat kanan ini benar??”… senyum simpul sambil menjawab, “Betul Om, 10km lagi rolling makadam… selamat menikmati”. Wajah campuran antara maklum dan menyesal serta ngeri segera saya lihat.

IMG_3197dawnSetelah pada akhirnya saya bisa bergantian dengan Om Ratman di pertigaan ini maka saya agak push untuk sejarang mungkin berhenti supaya gak kemalaman. Siksaan yang lumayan juga di tengah trek makadam Kumpeni ini rolling naik dan turun meskipun relatif masih banyak turunan dari tanjakannya. Di bagian trek ini pada akhirnya memakan korban sampai harus cedera. Memang trek nya membius, terutama di turunan kita pengennya lepas rem karena tau akan ada tanjakan lagi berikutnya.

Tapi akhirnya kena gowes gelap gelapan juga kira kira 1km menjelang kantor desa Cibadak matahari benar benar telah bersembunyi dan tinggal gelap jalannya saja. Menjalani dengan ikhlas part onroad Cibadak dan bonus tanjakan panjang nya maka berhenti di sebelah lapangan bola. pertigaan terakhir.

Sempat lama kongkow dan menunggu sampai akhirnya dapat kabar tentang kecelakaan sampai patah tangan. Waduh… tanpa bisa membayangkan seberapa parah rekan yang patah akhirnya menyegerakan ke titik finish dan dengan mobil menjemput evakuasi. Akhirnya kebagian evakuasi Aiko San dan penerjemahnya. Kasian udah kepayahan banget. Benar benar tak tenang sepanjang finish sampai akhirnya mendengar kabar jika Om Atang yang cedera sudah langsung meluncur ke Cikarang…. Semakin tengan saat melihat tim penyapu dengan wajah cerah nyampai di titik finish…

The Cikarangmtb KOLOZAL#11 organized by: Cikarangmtb@yahoogroups.com
Logo cikarangMTB

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.bikewearr.com
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


WJxc Ride#12 CikarangMTB Kolozal#10 Bandung to Cipunagara

kol10-1Bandung, 24 November 2012

Siap siap bisa berarti banyak hal. Bisa nyiapin sepeda, mengentaskan sepeda dari tumpukan barang di rumah, dibawa spa biar mulus dan maniez. Bisa juganyiapin kostum tas dan lain lain, belanja maksudnya. Bisa juga loading sepeda di malam sebelum gowes.

Kalau saya selalu menikmati suasana tegang deg deg plass malam sebelum gowes, termasuk heboh nya loading, juga wajah wajah khawatir, harap cemas dan juga optimistis dari para senior tim ruzuh yang pengen acara ini sukses.

kol10-2

Tidak ada yang seheboh pagi kolozal. Rasanya semuanya kegiatan dan ketegangan persiapan dan kerinduan akan gowes kolozal terkumpul di satu momen saat pagi pagi berkumpul dan berangkat ini. Wajah wajah excited, serta juga tegang dan khawatir bercampur baur. Heboh pindah pindah dan list isi bis bikin yang heboh makin heboh.

Sampai akhirnya bisa duduk di kendaraan dan berangkat, sambil makan snack pagi hari berisi ubi, pisang dan leupeut… Tegaldanas-an bangeeeettt….

kol10-3Gedung Sate, Bandung. Tidak ada yang paham isi kepala setiap orang. Yang jelas keenam orang ini tampak sama, mereka memegang kepala semua saat start, katanya kepala terasa sakiiiiiitttt… Sakit setengah mati karena ingin segera gowes, sakau gowes. Kalau perlu porsi nya *ditambahin sedikit*.

kol10-4Setengah mati genjot nonstop dari 750 ke 1000 mdpl. Sekitar 6km dan dalam 50 menit. Tetap saja di gerbang tahura cuma bertemu dengan
buntut, dengan tim suwiii-per. Ada juga om ratman yang lagi heboh ngoprek sepeda Om Pande.

Masuk tahura asli adem banget sampe lupa motret. Suejuk nya membius. Udaranya suegerrrrr… Padahal hutan ini aseli hanya ada di lembah sungai cikapundung saja. Jika kita melihat ke atas, dari jalan yang ada di lembah, tampak hijau, tapi dibaliknya adalah kebun kebun, kapling rumah dan pemukiman. Tetap saja, Tahura adalah sebuah oase di kota Bandung. Sesampainya di gua belanda sudah terlambat. Foto keluarga yang dikejar sudahlah bubar…

kol10-5Gua belanda ini adalah semacam tempat isolasi dan interogasi pada jaman belanda. Dan pada awal kemerdekaan sampai tahun 70an dipakai oleh TNI untuk menyimpan senjata dan mesiu… Gowes gelap gelapan karena malas mengeluarkan lampu dari tas.

Hutan yang adem, angin yang semilir, udara yang sejuk…

Dada yang serasa mau meledak, paha yang panas, dengkul yang gemeretak…

kol10-6Tidak lupa melaksanakan kewajiban

Sebelum berangkat saya sudah mantengin akan coba cari perubahan wajah, mencoba meotretnya. Kira kira semula ceria, lalu berangsur menjadi terlunta lunta… Tapi memang para member cikarangmtb sudah sangat terlatih untuk menyantap martabak… sehingga yang tampak di depan kamera hanyalah wajah wajah ceria

Kami pun segera berkemas menghadapi hujan

Saya tidak terlalu mengerti apa yang sering disebut dengan foto heroik. Menurut saya seluruh perjalanan ini sudah heroik sejak ide dan survey nya… Semua fotonya juga adalah heroik.

kol10-7Heroik mendapatkan semangat timruzuh untuk ngurusin kolozal
Heroik dapat rri
Heroik menyisihkan waktu
Heroik spa dan upgrade
Heroik ngantuk seharian
Heroik nanjak
Heroik hujan
Heroik turunan tiada henti

Semua tim kolozal ini adalah Heroik..

Setelah akhirnya mencapai puncak tertinggi dalam hujan deras, kami pun menjalani turunan 18 km yang panjang dan serasa tak ada habisnya. Sangat melelahkan namun juga sangat nikmat. Apalagi area Ciupunagara ini tampak masih sangat asri dan jauh dari jamah peradaban.

Tracklog GPS dapat di download di http://www.bikemap.net/route/1922846

mapkol#10

This ride supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.bikewearr.com
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


Pait Ngabuburit

Cikarang, 11 Aug 2012

“Ngok ngok…”
Terdengar dua kali. Yang pertama dari kijang Innova yang ternyata Om Andri ada didalamnya.

“Ngok ngok…”
Bunyi klakson kedua hanya beberapa menit sesudahnya, tampak mobil yang saya kenal. Apalagi mobil tampak berbelok kekiri di Beruang. Tak salah inilah rumah Papa TB.

Akhirnya saya menjumpai diri saya njeprat njepret kamera di pinggir jalan Beruang 10 sambil menunggu Papa TB. Ternyata kemudian juga team KISS yang namanya “nyerempet kaya angkot” merapat juga.

Mengingat rumah ini, saya mengingat pertama kali diundang ke rumah ini, rame2 cikarangmtb, ngemil gorengan di lantai atas dan ternyata saya temui waktu itu saya berada di tengah persiapan Kolozal. Kalo gak salah persiapan kolozal Cigeuntis. Itulah saat pertama kali saya kenal dengan Cikarangmtb.

(kali ini saya bukan bikin cerita seperti biasanya, tapi nyeritain beberapa scene yang saya liat aja… kronologis, tapi tidak lengkap…)

Sesampainya genjot ke AA Bike cukup kaget, “Wah, banyak jugaa…. ”
Kata Om Hanif, rekan rekan diam diam namun ternyata yang ngikut banyak juga. Tidak sempat menghitung namun tampaknya 15 pesepeda siap.

Terharu merasakan suasana di AA Bike. Ada banyak sekali senyum. Sapa antara pesepeda, senyum kangen juga karena sama sama lama tidak bertemu di tempat yang biasanya jadi tempat komunitas ini mangkal. Sejak Kang Asol sakit memang serba salah bersikap di AA Bike. Hari itu AA Bike tampak terasa mulai ‘back to normal’, termasuk mangkal nya tukang bubur ayam. Lho, ini kan bulan puasa toh…

Menengok ke dalam toko. Ada Teteh menjaga toko seperti biasanya. Barang-barang di dalam toko tampak telah dirapikan. “Iya, dirapiin Om… dibuang buang in yang tidak perlu” kata Teteh. Dagangan AA Bike memang jauh menipis dibanding biasanya. Tampak AA Bike berusaha dibangkitkan meskipun belum tegak. Kita dukung dan doa kan ya…. Teteh dan AA Bike terus bertahan menjadi tempat kita ngumpul.

Tunggu punya tunggu, beberapa rekan yang kabarnya lewat list di milis akan datang. Akhirnya langsung berangkat juga. Wuzzz… Sempat tertinggal dari tim karena njepret, saya bersama Om Begoyor duet akhirnya ternyata malah sampai jeng jeng duluan. Jadi teringat kembali hebohnya kemarin XXC Charity Race. Suasana tambah panas saja, maksudnya sore itu panas nya Cikarang ditambah juga dengan keringnya leher.

Melewati kolong tol kita disambut oleh segerombolan kambing yang kabarnya telah menyebabkan seorang pesepeda nubruk kambing. Memang mungkin kalau sudah sore-sore begini jadinya agak kehilangan orientasi dan keseimbangan yah… Salah satu seru nya gowes pait ngabuburit di sore sore bulan puasa… Saya mencoba genjot ngiclik saja. Sekadarnya kecepatan asal melaju kedepan. Sekadar menggelindingkan sepeda saja karena perjalanan masih jauh.

Mencapai makam Kang Asol di lead oleh Om Asup the Bartender. Kecepatannya lumayan kenceng buat orang puasa. Saya genjot sekenanya saja pokoknya asal tidak ketinggalan dan masih bisa melihat tim di depan. Setelah nyampai ke rumah ortu Kang Asol yang ada dekat jembatan, saya baru ingat kalau pernah gowes kesini dulu. Mungkin pas gowes patin.

Menjumpai makam Kang Asol sangat emosional saya rasakan. Dari berangkat genjot diam seribu bahasa, hampir tanpa kata kata. Apalagi setelah melihat makam nya. Agak cair dengan kedatangan beberapa warga seputar makam yang ternyata adalah masih keluarga Kang Asol.

Seluruh tim lanjut khidmat berdoa, saya menunda berdoa dan berusaha menenangkan diri untuk memotret…

Kang, semoga kedamaian menyertaimu kini
Doa kita semua dan berkirim Al Fatihah untuk belio.

Genjot lewat Kolong tol adalah genjot standar yang sering sekali kita lakukan. Mendekatinya saya baru sadar kalau saya gak pernah punya foto site legendaris Cikarangmtb ini. Warungnya pun tutup, tapi tetap tempat ini memancarkan keasyikannya. Berhenti sejenak untuk satu frame jepretan.

Sementara matahari tambah condong ke cakrawala, membuat genjot jadi semakin kencang karena kebayang Lippo Cikarang masih cukup jauh. Singletrack dari kolong tol sampai ITSB sangat asyik sore itu sementara langit makin redup dan akhirnya kami buka puasa dengan sebotol pocari di kawasan terminal angkot Deltamas. Lalu jajal jalan baru langsung ke Taman Beverly Lippo Cikarang. Dilanjutkan dengan buka puasa di kedimanan Om H. Arif dan Om Bayu. Sementara di titik finish sudah menunggu kelompok tutup botol yang dipelopori Pak Walikota, Om Qoqo dan Om Yadi.