enjoy every cadence, every breath…

Posts tagged “jakarta

Sepeda Lipat Tour Kota Tua & Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta

Ini adalah salah satu kegiatan bersepeda selama liburan kemarin yang saya juga tulis disini…
Karena lebih banyak foto2nya, biarkan gambar yang berbicara daripada cerita-cerita tulis yah…

pict2027selisiap
Siap-siap di put-put Senayan

pict2032selisarap
Sarapan dulu di seputaran BNI

pict2033selidukuh
Seputaran Dukuh Atas

pict2050selikota
Di Lapangan Kota Tua

pict2077selikota
Saya biasanya ambil low angle, tapi ini kok asik yah?

pict2105selikota
Sudut kegemaran saya

kota
Gak nyangka pemandangan ini ada Di Jakarta

pict2141selisunda
pict2154selisunda
Saya sendiri bingung, ini tour sepeda apa tour fotografi sih? Atau keduanya? Dasar Moron !!

pict2174selisunda
Kalo foto ini gak tau deh siapa yang Moron… Tapi kayaknya seru juga ojeg sepeda Kota pakai seli yah? Mboncengnya dimana dong?

pict2180selijem
Jembatan yang sangat terkenal itu

pict2190selijak
Mejeng bentar, abis dua sepeda di belakang ‘pelan-pelan’ hehehe…

Iklan

Van Alloy Big Band; Tampil lagi di Komunitas Jazz Kemayoran, 6 Des 2008

logokjk

Sabtu, 6 Desember 2008 kemarin, Van Alloy Big Band tampil lagi di Komunitas Jazz Kemayoran, dalam acara gathering bulanan. Sudah lama sekali rasanya saya tidak hadir di gathering ini. Sempat beberapa kali hadir khusus, untuk gathering, tapi belakangan ini hanya hadir saat VanAlloy Bigband mau nampil saja.

Total VanAlloy Big Band sudah lima kali tampil di acara KJK
#23 Komunitas Jazz Kemayoran Gathering, JaCC, Jakarta, 6 Des 2008
#19 30 Jam Jazz Nonstop, Komunitas Jazz Kemayoran, JaCC, Jakarta
#17 Jobim Night, KJK Gathering, JaCC, Jakarta
#8 Komunitas Jazz Kemayoran 24th Gathering, Jakarta 31 Mar 2006 more..
#4 KJK-Warung Musik Gathering, KJK 18th Gathering, 28 Agt 2005 more..

Tampil di KJK Gathering selalu nostalgik, karena saya sulit sekali melupakan salah satu penampilan-penampilan awal VABB, saat Agt 2005 kami tampil di KJK Gathering. Sambutan penonton adalah yang paling hot dan meriah dari pengalaman saya main bigband sejak 1991.

Lagu-lagu kami kemarin:

1. Steppin Out With My Baby (Irving Berlin)
solois: Yudhi (trombon), Kimung (Trumpet)
Baru kemudian saya ketahui bahwa lagu ini adalah salah satu lagu hasil scene Jazz yang disebut Tin Pan Alley, yang berkembang di Kansas City tahun 1920an. Irving Berlin adalah salah satu pujangga dengan lebih dari 800lagu telah diciptakan. Katanya seminggu bisa bikin 6-8 lagu.

2. All The Thing You Are
solois: Mas Sonny (trombon), Yorin (sax)
Terasa banget kehilangan teman-teman Zinnia dari Vocal. Karena harmonisasi vokal Zinnia di lagu ini keren sekali…

3. Girl From Ipanema (A. C. Jobim)
Kali ini tidak pakai soloist seperti di JakJazz lalu. Mungkin ambil aman saja, karena kita merasa ‘celingukan’ kemarin saat JakJazz, bingung sekarang saatnya siapa memainkan apa hehehe…

4. Fly Me to The Moon
solois: Yoki (sax), Beben (guitar), Chaka (bass)
Lagu lama, kami mainkan di ITB Big Band Concert 2005, saat masih merintis band ini.
4kjk

5. Rahasia Perempuan (A. Dhani)
solois: Mas Sonny (Flute)
Semestinya lagu ini di KJK tidak dimainkan, karena kita tampil tanpa vokalis. Tapi akhirnya dimainkan juga dengan vokalis dadakan dari band lain yang tampil malam itu. Wah, benar2 kejutan dan pengalaman yang seru, tanpa latihan langsung tampil di panggung!!

6. Every Little Thing She Does is Magic (Sting/The Police)
Lagu ini, seperti grup yang mempopulerkannya, The Police, sangat nge-top di tahun 80-an. Aransemen yang kita mainkan ini agak istimewa, karena samasekali tidak ada progresi jazz. Jadi kami memainkan bigband pop yang upbeat. Seru karena ada bagian kita harus teriak2 sesuai tema lagunya.


Kawasan Kota Tua Jakarta

Foto jalan-jalan di Senin pagi… Naik busway, turun di stasion kota. Take a walk dengan kamera pocket di tangan.

musbi
Musium Bank Indonesia

kantin
Pandangan mata misterius dari balik KANTIN KOTA TUA

rumpoh
Rumah pohon, rumah menyatu dengan pohon karena sangking tidak terawatnya banyak gedung disini

hant
AWAS HANTU MALAM, begitu tulisan besar2 terpampang. Sangat logis, pagi2 begini pun suasana ‘spooky’ masih menyelimuti, gimana kalo malam hari.

rusak
Gedung tua yang indah namun dalam keadaan rusak.

al1
al2
al3
Pemandangan dari sekitar alun-alun/boulevard-nya
Serasa berada di kawasan kota tua di negeri eropa.

fat
Sekali-sekali nampang yah hehe

log
Sebuah logo, tapi tampak seperti bukan bahasa Belanda.

ojek
Senyum sang ojek sepeda

mand
Musium Bank Mandiri

bus
Kembali dalam busway

Secara umum area ini indah sekali, andai saja bangunan-bangunan tua itu bisa dipugar dan dipelihara. Saya yakin juga kalau bisnis wisata bisa sangat menggeliat di area ini jika bangunan-nya dipergunakan kembali. Tumben PEMDA tampak selangkah lebih maju daripada para pemilik gedung di area ini.


JavaJazz Fest 08 – #4 Hari ke-3

Setelah menjalani hari ke-2 nonton bersama istri, setelah menjalani penampilan Van Alloy Big Band di Java Jazz 08, hari ini berangkat sendiri saja. Nah yang ini bisa pol2an nih…

——–
gt
Gita Teladan Marching Band. Sayang banget saya tiba terlambat 1/2 jam, jadi cuma melihat alat mereka bertebaran di selasar luar saja. Padahal pengen juga melihat bagaimana pendekatan marching ke penampilan jazz festival.

——–
gal
Galaxy Big Band. Senangnya hari ini dimulai dari penampilan Galaxy BigBand. Penampilan powerfull, solid. Meskipun banyak personel berganti tampak tidak terpengaruh pada level penampilan band secara keseluruhan. Salute!! Ini upaya regenerasinya perlu ditiru.
Komunikasi ke penonton juga baik sekali. Secukupnya, rendah hati, dan bersahaja. Bikin iri saja hehe. Nonton full penampilannya.

———
Talent Stage. Menengok tempat nampil Van Alloy Big Band kemarin, talent stage, sebuah band r&b yg sangat pop sedang ditonton oleh sekitar 5 penonton. Alhamdulillah kemarin kita ditonton lbh banyak orang… Cuma ngelirik 1/2 lagu.

———
sby
Turun ke basement dan menonton Surabaya All Stars. Sebuah combo bergaya modern jazz yang, dengan 4 pemain alat tiuo: trumpet, trombon, alto sax, tenor sax. Wah sayang banget padahal saya mengharap ada combo band dari negeri sendiri yang menampilkan standard/swing/cool jazz. Cuma nonton 2 lagu.

———
ren1
ren2
Rene Olstead. Terusterang saya belum pernah tau seperti apa lagu dan penampilan dara manis 16th yang sedang naik daun ini. Mendengar diorbitkan oleh David Foster, sudah agak kebayang sih jenis musiknya. Lumayan lah dia bernyanyi diiringi bigband-nya Ron King. Sekalian sekali lagi menonton bigband yang luarbiasa ini.
Menurutku penampilan Rene Olstead tidaklah istimewa. Memang, sexy, komunikatif. Namun saya sebagai penonton ‘first impression’ merasakan marketing gimmick yang kental dan tebal. Setebal gincu Rene, berpenampilan dara amerika pirang bercengkok country. Ya! Ada cengkok country dalam musiknya. Terusterang makin mengingatkan saya pada ‘pola’ michael buble.
Whatever gakpapa lah. Melihat begitu banyak anak muda di sekeliling saya di plenary hall, mengelukan musik jazz diiringi bigband, sudah seperti siraman yg sejuk. Cuma nonton 4 lagu.

——–
bhas
Bhaskara 2008. Begitu nama grup-nya. Revitalisasi Bhaskara dengan meninggalkan hanya Bambang Nugroho (pianis Bhaskara 86) saja sebagai member lama. Namun konsep musiknya dan instrumentasi tampak dipertahankan, ada saxophone (sopran dan tenor dimainkan oleh Bambang Nugroho), kombinasi piano-keyboard (Iman Pras dan Imel), ada penyanyi, biola. Tipe lagu-nya juga masih di jalur yang sama: fusion-jazz dengan sedikit sentuhan pop.
Kesan umum terhadap band ini? Berisik! Entah kenapa panggung ini kemarin waktu dipakai RonKing keren banget namun setting hari ini terdengar berisik. Cuma nonton 3 lagu.

——–
tri
Trisum. Wah, saya pasti gak normal kalo nonton band ini. Fans berat soalnya. Meskipun band ini tidak lengkap dengan Balawan digantikan oleh Hendri Lamiri (biola) menurut saya justru memperkaya sentuhan band ini. Terdengar sense seperti waktu nonton Didier Lockwood di Jogja sekitar 20thn yang lalu. Meskipun tampak masih meraba-raba lagu yang dimainkan, namun Hendri Lamiri pada biola menurut saya menyimpan magma energi untuk band ini jika ada lebih banyak waktu untuk eksplorasi musikal.
Keren, Rocking-fusion!! Nonton 4 lagu sampai bubar.

———-
naj
Maysa & Najee. Bisa nonton sambil duduk selonjoran. Musically not my cup of tea, terlalu easy jazz-pop menurut telinga saya. Gapapa bisa duduk meluruskan kaki yg mulai pegal2 berdiri dan lari2. Duduk ditemani 4 lagu lalu segera kita menuju baso lap tembak senayan, laper!!

———-
profs
The Professors. Sebagai praktisi musisi amatir, saya kagum dan punya keterikatan batin sebagai fans pada band ini. Kekuatan band seperti band kami, Van Alloy dan band The Professors ini ada ethusiasme pada musik. Salut!!! Dan semangat terus!!
Sempat menikmati 2 lagu sambil berdiri meski sebagian besar penonton duduk karena ini adalah areal ‘food court’.

——-
gary
Setelah sempat bingung karena band inceran berikutnya masih cukup lama, beli2 merchandise, akhirnya nemplok ke penampilan Gary Anthony, yang memainkan tribute pada Frank Sinatra. Bisa dibilang Gary adalah copycat-nya Frank. Beliau mengakuinya secara terbuka juga dalam dialognya, dan beberapa kali bilang ingin menghadirkan kecintaan pad Mr.Sinatra di panggung. Menurut saya dia sukses, surprisingly. Jangan bicarakan kualitas vokal ya, Frank definitely very hard to be copycated. Dengan diiringi bigband RonKing (lagi), memang pas banget denger lagu2 standar Frank Sinatra.
Bertahan 4 lagu sebelum mulai terdengar monoton dan bosan di telinga saya. Sementara sangat mengagumkan bahwa gedung pertunjukan di assembly 3 ini puenuh sekali, abege, ortu, opa-oma. Hebat!!

———-
5
5 Wanita
Cantik, sexy, musically cukup menyegarkan sebagai sajian alternatif. Tampaknya jika bisa dipertahankan band ini punya pangsanya sendiri dan bisa sangat komersial lho..

———-
bubi
Bubi Chen
Semangat nya, ethusiasmenya, skill-nya sangat amat mengharukan. Ditengah keterbatasan pendengaran yang sudah dialami masih bisa menyembulkan uap jazz piano dari salah satu master-nya pianis Jazz Indonesia. Mungkin akan lebih baik kalau tanpa rhytm section, piano solo sendiri saja.

———-
kirana
The Kirana Bigband

———-
inc
Incognito
Hot, semangat, ramai, dan tentusaja acid jazz. Ok lah for some extent and situation. Tapi jelas bukan untuk dinikmati sambil duduk dari atas balkon plenary. I just mark my ear and eyes that I have ever seen them in a live show.

———-
borst
Michiel Borstlap
Kontemplatif, jungle, ritmistik, progressive. Musik paling serius yang saya dengar sepanjang festival ini. Enaknya dinikmati dalam suasan yang lebih hening dan tenang, bukan suasana penonton yang ‘rush’ seperti JavaJazz Festival.

Buset!! 13 grup dalam semalam !!! Mabok mabok dah…


JavaJazz Fest 08 – #3 Hari ke-2

Gara-gara Van Alloy Big Band dapat kesempatan nampil (terima Kasih KJK…) akhirnya bisa puas-puas-in dua hari nonton Jazz Festival internasional. Yang hari pertama tidak nonton karena sudah seharian latihan persiapan nampil Van Alloy Big Band dan juga jaga kondisi agar pas nampil jadi fit.

vabb

me

Hari kedua ini saya nonton berdua sama istri, jadi ya selera tontonan agak bersinergi bergabung-gabung. Gapapa, malah kadang surprising ! Kebetulan penampilan band kami awal banget, sore jam 1630, jadi setelah nampil kami bisa muter2 puas. Pas kami nampil tampak heboh sekali anak2 muda (muka abege sma) ternyata mereka mengejar penampilan RAN.

——
rkbb
Ron King Big Band. Suara super, skill super. Big Band level dunia. Saya duduk pas didepan Ron King-nya baris ketiga. Waduh kalau beliau lagi solo ke arah penonton bunyinya melengking kencang sekali. Saya banyak memperhatikan peran masing2 anggota band dan bagaimana mereka manage penampilan diatas panggung. Ini penampilan yang saya tonton sampai selesai, utuh.

——
grossi
Gabriel Grossi. Ini duet pemain harmonika dan gitar. Wah seru banget meskipun saya terusterang tidak terlalu mengerti lagu-lagunya. Penasaran saja bagaimana pemain harmonica tingkat dunia show. Panggung yang dipakai juga tanpa lighting, ini di meeting point. Kasihan sekali untuk musisi expert seperti Grossi harus tampil di panggung seperti ini. Penampilan ini saya hanya menonton 2-3 lagu. Saya masih menyesuaikan diri dengan sound harmonica yang melengkin menyayat telinga.

——-
jazzmint
Jazzmint BigBand. Permainan bigband dengan konsep memainkan lagu lagu indonesia tempo dulu dengan format bigband. Menurut saya aransemennya kurang nge-swing, khas aransemen bigband ala band Indonesia yg terdengar kurang matang. Ditambah penampilan costume conductor dan peran vocalist yg terlalu dominan menyedot perhatian penonton. Saya melihat 2 lagu saja. Bagaimanapun semua bigband di Indonesia menghadapi kesulitan yang sangat berbeda dengan band jazz biasa. Salute untuk Jazzmint…

——-
manhattan
Manhattan Transfer. Seperti dreams comes true nonton band ini. Speechless…. Apalagi mereka memainkan repertoar yang seperti album the best. Saya tidak menyangka samasekali semua yg kita dengar di rekaman bisa muncul sedemikian prima di panggung, sangat sempurna. Padahal grup ini juga memainkan koreografi gerakan. Luarbiasa mengingat usia mereka. S U P E R B ! ! ! !

——-
kakipegel
Habis itu kaki pegel kita cari tempat yang tidak berisik buat selonjoran kaki. Khas banget festival dimana kita lari dari satu panggung ke tempat lain, menyiksa kaki.

Inilah akhir dari petualangan hari pertama. Fuih… Tidak sampai bubaran sih, karena hari itu kami sudah keluar rumah dari jam 7 pagi dan latihan dari pagi sebelum akhirnya sore nampil. Lelah, besok lagi nonton-nya.


1.000.000 vs 5.000 sepeda

Lagi sebel campur excited.

Hari minggu kemarin sebuah momen membuat excited seluruh anggota komunitas pekerja bersepeda (bike to work). Peran moda transportasi sepeda dalam menanggulangi pencemaran, menjaga kesehatan, penghematan BBM, mendapat pengakuan Presiden RI. Sebuah keberhasilan politis yang nyata!

Bahkan presiden, membocengkan ibu negara dengan sepeda tandem, masuk ke berita tv malam dan pagi. Presiden juga memerintahkan dg jelas untuk setiap kepala daerah menyediakan ruang bagi pesepeda.

WoW!

Gubernur DKI, yang sedang didera banyak kritik krn kemacetan yang ditimbulkan pembangunan koridor2 baru busway, bereaksi dengan (maaf) bodoh. Katanya dia baru akan menyediakan jalur khusus sepeda kalau jumlah pesepeda meningkat menjadi 1juta dari sekarang yang sekitar 5ribu.

Yang bener aja Pak Gubernur Yth??

Lima ribu, 5000 angka sekarang
Sejuta, 1 000 000 angka yg didyaratkan

Ngasih syarat, ngeles, apa ngeledek sih??

Ini aku kagumnya sama komunitas bike to work, mereka malah menjadikannya jadi pelecut. Di penutup posting milis semakin banyak rekan yang menulis: Salam Sejuta Sepeda!

1
(foto istriku bersepeda disebelah busway pas funbike b2w)

Links..
Ternyata ada link Fauzi Bowo di wiki…
dan lebih lengkap isinya dari link Komunitas Pekerja Bersepeda di wiki…
Ya ampun punya website lengkap…
Trus ini daftar pertanyaan untuk Foke di Perspektif.net


One Less Car

Barusan denger di MetroTV dialog dengan FauziBowo, gubernur DKI yg baru menjabat 23 hari. Dia berkata untuk semua problem besar Jakarta (bajir, macet) tidak dapat diselesaikan secara instan.

Kayaknya sekilas lepas tangan ya? Tapi saya setuju dengan pernyataan ini. Kita orang Indonesia memang sekarang terbiasa dengan segala sesuatu yang instan. Hhmmm.. semoga tidak hanya orang Indonesia saja, semoga ini adalah memang gejala dunia. Ini tidak instan, dan kita semua memang harus berperan. Tapi paling sebel juga pas Fauzi Bowo secara terusterang bilang kalau dia gak mau menjadi orang yang paling bertanggung jawab masalah banjir dan macet ini.

LHO!!!??? Gimana sih? Jadi lokomotif kok gak mau nanggung jawabnya…

one

Salah satu tempat mengembangkan program yang menarik adalah program ‘One Less Car’ alias ‘Satu saja Mobil berkurang’. Program ini mendorong setiap orang, setiap warga kota, untuk meninggalkan penggunaan mobil. Tidak… tidak harus pakai sepeda (hehe… yg seringn baca blog ini mungkin sudah menduga saya kampanye pakai sepeda lagi!). Bisa berjalan kaki, bisa naik kendaraan umum, bisa naik sepeda, bahkan pakai ‘roller blade’. Pokoknya tinggalkan pemakaian mobil.

oneless

Keberpihakan yang nyata seperti ini yang sebenernya dibutuhkan. Bukan berkelit kalau ‘kita tunggu sarana pendukung sudah siap dulu’. HALAH!! Gimana angkutan umum bisa mengejar pemakaian kendaraan pribadi???

Selamat deh warga jakarta… Terutama yang sudah memilih Fauzi Bowo