enjoy every cadence, every breath…

What a 72 km ride… Bali Mountain Bike Marathon 2015

DCIM101GOPRO

DCIM101GOPRO

Bali, 6 Juni 2015

Inilah saatnya datang juga. Seperti tidak percaya akhirnya ikutan event mountain bike marathon ini, suatu event yang semula saya tidak bayangkan saya akan mampu melewatinya, bahkan selama persiapan baru sebulan belakangan terusterang dapat merasakan rasa percaya diri untuk mampu finish di event ini. Ya, untuk mencapai keyakinan mampu finish dan tidak perlu terkena cut-off saja perlu waktu panjang buat saya.

Sore itu di penginapan, melihat nomor start race nempel di sepeda kok terasa asing sekali. Saya gak pernah ikutan race, ini adalah partisipasi pertama saya dalam race sepeda gunung. Ada perasaan aneh dan canggung namun juga haru. Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan.

Malam berusaha tidur, tapi kesulitan. Terlalu banyak hal baru yang akan datang hari esok.

DCIM101GOPRO

DCIM101GOPRO

Bali, 7 Juni 2015

Pagi ini dimulai dengan sangat santai, bahkan kami baru meninggalkan penginapan dengan waktu yang mepet ke waktu start. Mobil hanya bisa mengantar sampai bawah, dan sambil mengikuti petunjuk jalan menuju titik start saya semakin terkagum dengan kawasan black lava Gunung Batur ini. Luarbiasa, baik secara pemandangan untuk mata, dimana sangat eksotis dan lain dari yang lain, namun juga dari sisi karakter trek nya sebagai pesepeda gunung, campuran antara batu dan pasir. Dan kalau sudah nanjak offroad ke arah titik start, maka kita jumpai bagian trek yang sangat unik karena jenis dan karakter rolling batu nya yang juga unik.

Tempat start dan finish pemandangan nya luarbiasa, harus diakui ini tempat yang tepat untuk urusan pemandangan dan tingkat kesulitan trek. Sudah kebayang nanti akan finish uphill menuju titik ini di akhir lomba, bakal berat.

DCIM101GOPRO

DCIM101GOPRO

Area start dan finish ini pun terasa sempit sebenarnya. Dengan begitu banyak pesepeda akan start bersama langsung terasa penuh. Lomba sendiri diikuti oleh pesepeda dari berbagai bangsa. Dari total sekitar 120 peserta tahun ini, kurang lebih 20-30 orang adalah ekspatriat eropa/amerika. Ekspatriat asia susah dideteksi kecuali dari jersey yang mereka kenakan atau dari bahasa mereka, tapi perkiraan saya sekitar 30-40 orang juga. Bisa dibilang 40-50% saja pesepeda dari Indonesia sebagai tuan rumah.

Saya ber-tiga dari tim CikarangMTB, nyelip diantara kerumunan di belakang, lalu kita gowes santai start turun ke jalan aspal. Di jalan aspal inilah start sebenarnya baru dimulai. Perasaan campur aduk dan adrenalin memuncak, saya berusaha mengimbangi rombongan depan, dimana ternyata hanya mampu bertahan sebentar.

DCIM101GOPRO

DCIM101GOPRO

Trek dimulai dengan aspal rata dengan beberapa tanjakan rolling menyusuri tepian danau Batur menuju Desa Terunyan, desa yang terkenal dengan adatnya membiarkan jenazah warga yang meninggal dengan didiamkan dibawah salah satu pohon di dalam desa.

Pesepeda yang sudah mencapai titik balik, pasang stiker pertama, dan balik lalu papasan dengan kami yang sendang menuju titik balik. Tampak lomba dipimpin oleh pesepeda dengan jersey NINER. Baru kemudian tau kalau pesepeda berjersey NINER adalah pesepeda dari Singapore yang baru saja kembali dari ABSA Cape Epic 2015. Para pesepeda tim nasional seperti Trio Jabar dan Fanani pun tampak dibelakang sedikit. Rupanya inilah saat terakhir saya bisa melihat peleton depan, selanjutnya hanya akan melihat sebagian dari mereka di garis finish dan penghormatan pemenang.

Trek aspal biasanya membosankan buat saya, tapi kali ini agak lain, karena aspal pula saya bisa agak mengikuti peleton, saat berbalik saya berada di buncit diantara ketiga rekan CikarangMTB dan berada di tengah dari seluruh rombongan peserta.

Black Lava

Black Lava

Trek kembali ke arah black lava titik start, dan sebelum mencapai titik start kita berbelok langsung menembus black lava. Kecepatan saya langsung turun drastis, trek pasir dan batu, jalan doubletrack yang dilewati oleh truk pengangkut pasir, dan beberapa kali berpapasan dengan pengangkut pasir di trek. Hari belum terlalu terik, namun trek sudah memberikan pantulan panas yang terasa sampai ke muka.

Ini adalah kedua kalinya saya gowes di area black lava ini, dan tidak juga berhenti kagum dengan suasana yang ditimbulkannya. Ada teman teman yang bilang kalau seperti di bulan atau di planet Mars.

Keluar dari area offroad black lava kita bertemu jalan aspal, beberapa part jalan aspal dibuat menembus kawasan lava yang sudah mengering. Benar benar seperti batu besar yang mencuat dari perut bumi. Aktualnya memang seluruh kaldera selebar 10km ini adalah sebuah kawah gunung. Kadang kalau dipikirkan kita berdiri diatas bumi yang sangat rentan, yang bisa meletus sewaktu waktu.

DCIM101GOPRO

Tanjakan Iblis

Akhirnya sampailah di area yang paling menarik dari lomba ini, apa yang disebut sebagai ‘Tanjakan Iblis’ oleh Om Indra GBT, sementara oleh segment strava disebut sebagai ‘Lung Buster’. Area ini lengkap sekali, water point sebelum dan setelah segment, banyak fotografer dan penonton, dan seperti tampak di foto sebelah ini saya memilih untuk lari di awal, lalu disambut ttb, memang inilah apa yang sudah direncanakan dengan single chainring bike… It’s an excuse, but a valid one… Om Atoe rekan saya sukses all way digenjot dari bawah.

Tapi ternyata tanjakan yang singkat ini memberi kesempatan buat rider untuk berinteraksi. Sempat ngobrol dengan beberapa peserta lain. Unik juga melihat peserta ladies sepeda nya di ttb in sama rekan dan this lady biker ambil foto rekan rekannya….

Setelah all the way dari start kita in rush rush heboh, tiba tiba ketemu keadaan yang fun!

DCIM101GOPRO

to highest 1400 mdpl

Tanjakan dengan gradasi maksimal sampai 24% ini (tengok segment Strava…) pun akhirnya berakhir, lalu kita disuguhi jalan mulus nanjak menuju titik tertinggi trek di 1650 mdpl. Tanjakan ini meskipun sebenernya gowesable dan mulus namun benar benar menguras fisik. Untuk pertama kalinya sejak start saya putuskan ambil waktu sekitar 3 menit buat berhenti, duduk dan makan cokelat, hanya sekitar 50 meter dari puncak 1650 mdpl yang juga merupakan pos pemeriksaan dan pemasangan sticker yang kedua.

Alhamdulillah dapat Pocari dan pisang di pos ini…

Selanjutnya gowes sendirian teringat gowes awal Januari lalu, lewat daerah Sukawana. Lalu trek berlanjut dengan onroad turun melewati punggung kaldera pertama (kaldera luar Gunung Batur). Trek pada dasarnya turunan dari 1650 mdpl menuju 1200 mdpl melewati daerah Pinggan, Siyakin dan Belandingan berakhir di pos pemeriksaan ketiga di Songan.

DCIM101GOPRO

Desa Surga

Bagian trek berikutnya adalah bagian trek yang saya belom pernah coba, saat trial trek Januari lalu tidak ambil jalur ini. Trek bagian ini cukup ganas juga karena diawali dengan jalan makadam yang rusak dan nanjak. Trek bervariasi meniti antara dua area kaldera pertama dan kaldera kedua Gunung Batur. Secara fisik melewati sebuah sungai dan kemudian ada tanjakan jalan semen yang bikin putus asa, meskipun tidak sampai bikin kraam.

Bagian trek ini sebenernya cukup berat apalagi setelah hampir satu jam kita disuguhi trek rolling lebih banyak turunan. Pemandangan ke arah gunung dan danau batur sebenernya indah sekali. Desa desa yang ada disini seperti berada di surga, meskipun kita lihat kondisi ekonomi desanya tampak tidak sejahtera.

Bagian trek ini saya sempat ambil sekali lagi pitstop makan cokelat sambil ambil foto trek dan pemandangan seperti di bawah ini.

Suguhan rolling dari titik di Ulun Danu Batur sekitar 1150 mdpl memuncak di titik 1300 mdpl dan kembali kita bertemu dengan ujung tanjakan iblis lung buster.

Trek pun sekarang melewati kebalikan saat berangkat, di area Yeh Mapeh inilah saya mendapat keajaiban pisang. Panitia menyediakan water points dan pisang. Wah saya langsung makan dua pisang dan kemudian seperti dapat energi baru.

Selain karena pisang, energi baru dan excitement luarbiasa saya dapatkan juga dari feeling kuat bahwa kita ternyata akan segera finish. Ternyata mampu!!!

Tidak bertemu banyak peserta lain saya mulai kembali memasuki area Black lava.

Setelah keluar dari jalur doubletrack tambang pasir, jalur utama dalam black lava, trek memasuki bagian yang tersulit, kita gowes pada intinya diatas batu batu hitam gunung Batur yang licin dan menggelinding gak jelas saat kita push. Ada frustasi nya juga, seperti juga saya lihat dialami para peserta lain, cuma dengan hawa panas yang sangat mirip cikarang-jonggol, area tempat kami berlatih, membuat saya malah bisa push dan melewati cukup banyak, sekitar 10 peserta lain. Kayaknya ini pengalaman pertama saya melewati peserta lain deh sejak dari awal start.

Serasa seperti di kampung sendiri karena panas nya, tiba tiba trek sudah masuk ke area ber-pasir, lalu area ber-vegetasi pohon, nah, ini membawa memori kembali ke trip awal 2014 sehingga saya yakin bahwa area finish sudah sangat dekat.

Alhamdulillah finish … Tanpa Evak!!! Sesuai target…
Perasan luar biasa yan tak mudah dilukiskan… Habis gowes 5.5 jam tapi masih ceria

Podium time[/caption]Hasil lengkap disini …
No start: 80
Position: 62
Class: Veteran
Time: 05;28;48;56
Toatal peserta: sekitar 130

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr
instagram.com/bikewearr/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s