enjoy every cadence, every breath…

Tiga tahun bersama Specialized Carve Comp 29er 2012

Cikarang, 22 Feb 2015

Barusan lihat posting lama di blog ini, saat pertama kali beli sepeda yang dinamai KI LOBANG, Specialized Carve Comp 29er 2012 link.. Baru sadar kalau ternyata udah tiga tahun pakai hardtail kembali dan pakai 29er. Kalau ditanya bagaimana rasanya pakai sepeda 29, klik link diatas, yang saya tulis setelah memakai selama empat bulan. Juga sampai sekarang sepeda 29 itu masih saya pakai. Nah, posting blog ini sekalian mau nyeritakan beberapa perubahan dan efeknya.

-Versi original Specialized Carve 29 Comp 2012-

Versi original Specialized Carve 29 Comp 2012

Ban luar.

Bawaan full bike nya tentu memakai ban specialized, tapi karena saya sering menjalani trip XC dengan lebih banyak porsi uphill, maka saya rasakan ban luar bawaan full bike nya, Specialized Ground Control, terasa besar dan berat padahal ukurannya sudah cukup kecil 2.1×29. Akhirnya setelah sekitar setengah tahun menggunakan ban standard nya, lalu dua tahun setengah ganti ke Continental X King 2.1×29.

Profil kembang dan ukuran ban nya lebih langsing tanpa kehilangan daya cengkeram yang berarti. Malah saya merasakan untuk trek kering Continental ini enak banget dipakai speeding, stabil dan tidak licin dan gampang meleset. Membuat kita jadi makin percaya diri, terutama di turunan panjang.

Setelah dipakai dua tahun akhirnya Continental sobek samping juga, diputuskan untuk ganti ban yang cenderung ringan, maka dipilihlah MAXXIS Icon 2.2×29. Dipilih ban ini karena perpaduan antara ringan meski bukan pilihan ter ringan dan harga yang terjangkau. Meskipun sebelumnya sempat dapat info kalau Icon ini traksi nya tidak baik, namun ternyata setelah dicoba selama tiga bulan terakhir sudah cukup banget untuk style riding saya. Untuk sementara masih menyimpan keinginan untuk berpindah ke rim tubeless dan berganti ban tubeless.

Fork

Major change berikutnya pada KI LOBANG adalah fork. Dengan harapan membuat sepeda lebih ringan dari beban semula sekitar 14 kg, maka fork salah satu yang pertama diganti dari standard nya coil ke single air. Kok ya pas banget salah satu online store langganan lagi ada diskon 28% fork 29er. Rejeki gak kemana. Cuma sayangnya warnanya yang putih bikin penampakan sepeda secara total berubah.

Crank and Drivetrain

Ini area yang paling banyak dan sering dikulik dan diutik. Setelah sempat upgrade manis dari 9 speed Alivio ke 10 speed X9 di tahun pertama, maka sudah enam bulan ini teracuni untuk move on ke Single Chainring 1×10 modifikasi. FD shifter sebelah kiri dihilangkan lalu mulai utak utik setting dengan berbagai variasi chainring. Belakang ditambah 42T lalu depan diubah ke 30T, tapi kemudian naik ke 32T tapi akhirnya sekarang steady di 28Tx42T.

20150228_125539r
Penampakan Carve KI LOBANG setelah 3 tahun dipakai

Secara umum berat berhasil diturunkan dari 14 kg ke 11.7 kg. Dan dengan mencoba single chainring kayaknya seterusnya tidak lagi pengen pasang shifter kiri dan FD.

Komentar ditutup.