enjoy every cadence, every breath…

WJxc Ride#16 Cikarang-Quiling Century Ride

IMG_2388bayangCikarang, 30 Mar 2013

Pagi itu akhirnya berkumpul lah 3 pesepeda di alfamidi. Eh, maap kelewatan, ada satu juga motorist yang ikut ngumpul. Sang motorist tampak dengan kostum siap siap nge-JOKO, plus juga dengan wajah yang masih diselimuti kegalauan, Kasian juga, saya jadi curiga jangan jangan beliau sedang ditinggal anak isteri pulang kampung ya sampai wajahnya kusut gitu…

Mohon maaf kepada yang merasa kisah hidupnya mirip dengan cerita ini, karena ini hanya kebetuan belaka…

Bukan pertama saya genjot bersama dua rekan saya yang super ini, tapi aseli baru hari ini saya genjot bertiga saja dengan mereka. Segera lah terasa, trek belakang komplek serasa seperti race deltamas aja wkwkw…. NGEBUUUTTT… Benar benar uji nyali otot kaki buat saya nih. Ampun. Seberapa kencang pun saya nyoba genjot ban belakang saya dikawal dengan baik oleh ban depan rekan ini. Ampuuuuunnn

IMG_2396kupluk

Dari alfamidi kita menyusup ke area pintu tol baru cibatu, saya senang sekali melewati terowongan tiga nya. Betul, ada tiga tahap terowongan, gelap, hanya cukup selebar satu motor, dengan selokan di sebelah kiri. Lanjut masuk ke area Lippo lalu nanjak ke trek Rally Perang. Dengan sukses saya ditinggalkan dikentutin di tanjakan mooy yang sebenernya kegemaran saya ini.

Speeding speeding, sempat ketemu rombongan Om Joko Lippo dengan sepeda hardtail. Lho, Doraemon kemana Pakde? Ada, lagi nampil di tipi katanya…

Masuk ke trek LIO Cilangkara, menyusup ke Nu J3, lalu melipir ke samping kebun Jati sampai akhirnya nongol di Bojongmangu pasar di pertigaan.

20km an dan hanya satu jam lebih sedikit. Uedan emang…
Kami pun makan kelapa muda…

Trek belakang komplek tanpa cicau ini jadi favorit saya sekarang… heran selalu kangen datang dan datang lagi ke trek ini.. Waduh, tapi perjalanan masih panjang…

Setelah sebatang rokok dari kedua rekan sepedahan kali ini lewat, ngosh ngosh an napas saya mengimbangi dua rekan yang seperti tawon terbang ini mulai mereda, mulailah kita pada perjalanan sebenernya…

What? Emang yang tadi bukan perjalanan ya?
Bukan, yang tadi pemanasan saja. Dan terbukti membuat betis, paha dan dada saya poanasss polll…

Semalam kesulitan tidur karena ada acara jumat tidur sore, maka lewat tengah malam saya mencoba menggambarkan trek buat gowes keeseokan harinya. Unik juga, jalan dari Bojong Mangu ke Cariu kok tidak ada yang singkat dan lurus. Kalau mengikuti jalan utama akan mutar dulu baru ke tujuan. Akhirnya dengan memainkan zoom nya, saya coba reka trek, smoga besok beneran ada trek nya…

Bukan “tiasa”
Bukan “sepuluh taun lalu ada AMD disini…”

Melewati BojongMangu, menyeberang jembatan, menggelinding di jalan beton, lalu keluar jalan utama kekanan, nanjak, jalan yang sama saat saya gowes bertiga Eyang dan Didi sekitar 2 tahun lalu. Jalan berubah menjadi makadam, jalan yang sama dengan saya gowes berempat OmRudy, Nte Rahmi dan Om Stef 3 tahun lalu, sampailah di suatu titik. GPS memerintahkan berbelok kekiri. Wah, belom pernah nih jalan ini. Om Okky juga bilang dia belom pernah lewat jalan kekiri. “Kita coba jalan baru…” kata saya

Turunan makadam, woyyy… singletrack di tengah kampung, lalu disambut singletrack di tengah sawah, lalu disambut singletrack tanjakan di tengah kebun jati. Semangat dan seru, karena singletrack memang sensasinya beda ya daripada sepanjang dari berangkat doubletrack terus. Tapi di kejauhan, saat kami nanjak, tampak seorang nenek, membawa semacam rantang tampak sedang perlahan sekali berjalan pas di tengah trek. Tentusaja menghalangi trek… Sang nenek tersenyum. Semakin dekat, semakin terlihat senyumnya tampak aneh, antara ceria plus artifisial plus.. mengerikan…

Saya paling depan dari kami bertiga. Seperti juga saat bertemu penduduk dimanapun saya pun bilang “punteennn…” namun sang Nenek tidak tampak bergeming dari tengah singletrack. Senyum anehnya semakin ngeri dan semakin jelas. Isi rantang nya juga semakin jelas tampak, Jambu batu. Mendekat dan mendekat, saya arahkan susahpayah sepeda melewati sisi rerumputan. Ingat, ini di tengah semacam hutan jati…

IMG_2400cariu-ha-long

Suara nenek semakin mendekat semakin jelas. Tertawa ngikik… mirip banget yang sering kita dengar di sandiwara radio atau film horror…

Haduh !!!

Saya tidak sempat lihat apakah nenek kakinya menapak tanah atau tidak…
Om Okky yang rapet di belakang saya kemudian diketahui mendengar ketawa dan ocehan nenek yang mirip saya dengar juga . Hanya Om Heru yang agak berjarak di belakang tidak mendengar apapun. Om Heru setelah beberapa meter lewat menengok ke belakang dan melihat sang Nenek melambai sambil tersenyum sangat lebar….

IMG_2403langkah

Hiiiii…

Singkat cerita akhirnya setelah rolling rolling termasuk istirahat di dekat Situ Abidin kami pun akhirnya sampai di Cariu…

Setiap melewati jalan Jonggol-Cariu-Cianjur, misalnya pas gowes ke puncak pinus, atau pas bulan lalu menuju titik start masjid kubah hijau buat genjot Gratisan, saya penasaran banget dengan pemandangan jauh di kiri jalan, jauh di seberang lembah. Bukit bukit atau gunung gunung kecil yang muncul menjulang julang diantara landscape. Om Hanif Pak TB pernah mengomentari foto sepeda Cozmic biru saya dengan background pegunungan ini sebagai ‘pinnacles’… aduh… makin penasaran.

IMG_2408masjid

I want to go there…
Saya ingin banget mendekat ke pegunungan itu…
Ku ingin memeluk pinggul Sanggabuana

Hanya semalam sebelum gowes ini saya mencoba liat ke Google Earth, Eyang bilang gowes akan ke Kuiling. Pas ditanya lewat mana belio dengan wise menjawab, “…banyak nanya, yang penting tujuannya ada…”. Hmmm. iya juga. Gowes dengan ada tujuan udah prestasi besar buat belio belio ini… wkwkw… Oke, saya tarik garis lewat jalan menuju Kuiling ini, melewati lembah sungai Cibeet, agar bisa memeluk Sanggabuana dari dekat. Mengagumi puncak puncak yang menyembul…

Kalau di foto foto landscape kita sering mendengar daerah Guilin di China. Atau daerah Ha Long Bay di Vietnam… Mungkin saya agak melebihkan, tapi beneran daripada terbang jauh ke Cina bagian selatan atau ke dekat Ha Noi, mending genjot 45km menuju area ini. Daerah ini ternyata kemudian tidak berhenti saya kagumi selama gowes dari Cariu ke Quiling… AMAZING !!! Pinggul Sanggabuana yang indah… sexy…

Tanjakan menuju mendekat ke Quiling juga benar benar membuat jantung serasa akan meledak… Area ini memang aneh juga, panas terik namun angin semilir adem… Di jalur ini kami dua kali pitstop, di tengah kampung dan juga di dekat Quiling.

Odometer sudah menunjuk melebihi 50km… dan artinya masih ada sejumlah kilometer yang kira kira sama menuju rumah…

Dari tempat pemakaman Quiling kita pun turun ke arah jalan raya Cariu – Cianjur. Wah, jalan mulus dan turun tajam. Setelah menyeberang sungai Cibeet sih lalu ada sedikit rolling juga. Lalu kami pun istirahat isoma, pitstop kelima selama genjot hari ini di masjid kubah hijau.

Bagian selanjutnya adalah perjalanan panjang dan serasa tak habis habis kembali ke Cikarang Baru.

IMG_2410pitstop

Selanjutnya kita melewati onroad ke arah Cariu kota, lalu melewati jalur balik kembali via Situ Abidin, istirahat lagi untuk ke 6 kalinya, lalu genjot dilanjutkan melewati jalan potong offroad ke Kaligandu.

Menuliskan part ini sangat berat, sama seperti saat menjalaninya, rasanya seperti tak ada habisnya genjot kembali kerumah. Tak tahan akhirnya saya memaksa dua rekan tawon untuk berhenti terakhir yang ke 7 kalinya di pertigaan Cicau. Paha dan betis susah tak berasa dari melewati tanjakan Jiper di kilometer 90+ perjalanan ini, sementara bagian tubuh yang menempel ke sadel segera menyusul tak berasa… baal

Emosional saat akhirnya melewati alfamidi dan masuk ke rumah di kilometer ke 101 jam 5.15 sore hari

My only third century ride…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s