enjoy every cadence, every breath…

WJxc Ride#14 – Gratis Cariu part-2

30pastfamvresCariu, 10 Feb 2013

bagian kedua lanjutan dari…

Tapi memang Allah sayang sama kami. Terbukti salah satu dari pemuda desa, berambut agak gondrong, segera bergegas, “…ayo lah saya anterin…” sambil dia mengambil golok dan mulai memimpin di depan menunjukkan jalan.

Kampung ini ada di pinggir sungai, tampak hidup dari sawah dan padi yang banyak bertebaran di sekitar kampung. Tampak listrik belum masuk samasekali. Kami pun dibawa melewati jalan kampung, sejajar dengan sungai, bukan langsung menuju sungai. Baru kemudian waktu akhirnya melihat sungainya kami paham ternyata kami dibawa ke area sungai yang terlebar. Sungai terlebar artinya air sudah terdangkal.

31pasang-lampuMemang kita sering mendengar Cibeet, sering juga naik getek diatasnya di Cikarang. Cuma ini kan Cigaruguy. Kemiringan nya berbeda, mengakibatkan kekuatan aliran sungai juga berbeda, sungai ada di turunan gitu, bukan jalan flat seperti di cikarang. Batu bagu vulkanik yang guede guede segede motor, mobil dan rumah juga boanyak. Airnya berwarna cokelat dan suaranya bergemuruh, air beradu dengan batu sungai.

Pemuda Gondrong segera menyeberang menggotong sepeda Om Koko. Dari kejauhan saya lihat Om Koko tergopoh gopoh hati hati menyeberang. Bagian paling berbahaya dan kuat arusnya adalah bagian pinggir yang paling dekat dengan seberang sungai. Khawatir banget saya. Sejak melihat trek sudah tampak harus melewati sungai, tapi tidak menyangka akan se berbahaya ini.

Dengan berbekal keberanian seadanya dan berdoa, sepeda saya angkat dan kami mulai beramai ramai menyeberang. Deg deg an pol. Takut terbawa arus yang sangat kuat. Kondisi fisik kami juga sudah melemah. Aduh. Aseli yang kepikiran di kepala saya aneh aneh dan macam macam. Makanya jangan heran kalo sesampainya di seberang wajah saya mirip martabak pahiiittttt.. banget.32omroyan33omkodrat35omratman34omatoe36omlatip37omhajiasim40omokkySetelah menyeberang, kami lega luarbiasa. Alhamdulillah kita selamat. Bukan tak kurang suatu apa sih, karena martabak berceceran sejak dari downhill bukit tadi. Jalan terus tanpa henti menerabas terabas. Aseli lelaaaahhh banget banget karena tanpa pitstop. Jam menunjukkan pukul 430 sore. Berarti selama hampir 2 jam akrobat downhill trabas tadi, dan ditutup dengan nyeberang sungai deras setinggi pinggang kami tanpa istirahat. Semua tim selonjoran lega…

Saya sudah mulai kebayang sungai berikutnya yang harus kita seberangi. Masih ada satu lagi. Dan jangan sampai deh nyeberang sungai di malam gelap…

Sebelum saya melanjutkan ceritanya saya sampaikan rasa hormat dan salut kembali untuk rekan rekan seperjalanan gowes gratis ini…

Om Royan, yang terakhir kali ketemu lagi gowes sendirian di bukit telletubbies. Belum make helm, pasti bakal dimarahin Eyang…

Om Kodrat, dulur songolikur yang kalo lagi nembak bikin deg deg an. Khawatir melihat banyaknya volume peluru, tapi juga lega karena biasanya trus genjotnya lancar

Om Atoe, saat saya sudah mulai memutuskan untuk TTB aja, kok masih saja ada yang genjot yah?

Om Ratman, edan bener adegan balapan sama motor di tanjakan tembok ratapan. Orang lain dorong sepeda aja ngosh ngosh an… Lontaran lagu nya membuat cair suasana tegang

Om Latip, keren banget bisa bangun pagi… mantap. Mohon maap porsi epak nya trek ini tidak bisa diperpanjang lagi

Om HajiAsim, jangan lupa, orang pintar minum tolak angin…

Om Okky, salut banget, diam diam nywipperin, menjemput sepeda rekan yang kepayahan, mantep banget gowes bareng si Om Istimewa ini…

Salut untuk om om semua. Saya bisa mengerti kalau di Gratis mendatang om tidak lagi menyatakan ikutan. Mohon maaf sedalamnya dari perasaan ter tulus atas hidangan menyeberang sungai (berkali kali) dengan debit air yang tidak terlihat dari Google Earth.

Nah, ceritanya lanjut… Setelah menyeberang dan habis satu batang rokok, maka kita pun segera berangkat lagi. Kita pun mendekati dan masuk ke rancangan trek versi pertama, bukan versi bukit tiasa cigaruguy, itu versi kedua. Jadi Om Asim, kalo di musholla kita lanjut turun jalan makadam maka akan ketemu trek seberang sungai ini juga. Ini memang rencananya begitu.

Keluar masuk kampung dengan kondisi cuaca yang mulai menuju gelap. Kadang kala ketemu jalan buntu, justru gara gara ngikutin singletrek kampung yang mulus diplester semen. Beberapa kali kejadian balik kanan jalan buntu dan cek and ricek di pertigaan perempatan. Sekitar 30 menti gowes di singletrek makadam campur dengan pematang sawah dan jalan kampung sebesar motor maka kita pun ketemu sungai yang kedua. Alhamdulillah masih belum gelap ketemu sungai nya.

Cibeet ini kan anak sungai nya banyak. Jadi saat kita dari kampung ke kampung mengikuti sejajar sungai Cibeet Hulu maka kita akan beberapa kali ketemu dan menyeberangi anak sungainya. Kepercayaan diri lebih tinggi daripada saat menyeberang pertama karena juga tampak sungainya lebih kecil. Ternyata lebih dangkal meskipun aliran airnya tetap saja kencang. Air coklat yang menyeret.

Setelah dua sungai maka kita bertemu tanjakan yang ya ampun panjaaaaaaanggg banget. Tak ada seorangpun dari member yang genjot di tanjakan makadam itu. Perpaduan antara lemas, lelah, licin, makadam tak beraturan, basah dan tanjakan. Kadang tampak sebuah turunan menghibur. Kadang melewati jembatan bambu melintasi sungai kecil. Sebagian besar jalan adalah makdam singletrek. Benar benar ujian ketabahan mental dan kekuatan fisik. Saya sendiri merasa kita harus terus push mumpung masih terang. Pasti kondisi akan berubah jauh saat hari berubah menjadi gelap dalam medan sepeti ini.

Saat mulai terdengar Adzan Maghrib maka kita pun berhenti dari kegiatan dorong sepeda, dan mulai memasang lampu. Lalu saya ambil satu persatu foto rekan trip ini. Bisa terlihat dengan jelas dari body language nya kira kira apa yang ada dalam pikiran rekan rekan ini saat saya tanya, “Giman Om, apa kesannya trip ini?”

Hahahaha… TTB berlampu pun kita lanjutkan dan akhirnya kita menemukan sebuah WARUNG!!! Ya WARUNG yang seperti guyuran air segar dihati kami… Tanpa pikir panjang parkir dan mulai memesan apa yang tersedia….

GUK GUK GUK GUK…

Astaga. Sempat kaget luarbisa mendekat ke warung yang ber listrik ini, sambutan yang tak biasa
Bapak penunggu warung bercerita kenapa tidak pasang kulkas. Watt nya terbatas, dan harus menarik kabel sejauh 1.5kilometer untuk bisa mendapatkan aliran listrik…

Saya tengok ke GPS… Jalan raya Cariu-Cianjur masih sekitar 8kilometer lagi…

Sebuah warung ber listrik yang melegakan, minuman bersoda dan teh manis panas yang masuk ke perut, jalan depan rumah yang tampak melebar, selebar dua motor, jalan menurun yang tampak menunggu di depan, benar benar membuat goweser tambah semangat. Rasanya peradaban sudahlah dekat. Wajah cerah dan gerakan tubuh optimis segera menyebar dan kami pun istirahat hanya sebentar. Melihat jalan depan warung yang tampak bisa dilewati mobil, om John segera mencoba melihat ke hp, apakah ada sinyal yang nyangkut. Saya bilang ke belio, Pak Ucu ituharus diajarin ilmu GPS. Kita tinggal kirim koordinat, dan Pak Ucu masukkan ke GPS mobil dan meluncur… hihihihi. Sinyal masih on off.

Trek selanjutnya benar benar memabukkan. Meskipun dalam gelap turunan nya poanjaaanngg dan landai. Kiri kanan trek memang gelap gulita, baik kebun maupun kampung. Tak percaya rasanya kami mendapat anugerah turunan panjang begini. Dalam hati mulai berharap, semogaaaa… saja sampai ketemu jalan aspal jalannya seperti ini. Harapan yang sia sia. Tak berapa lama jalan berubah menjadi makadam. Makadam bentuk tak beraturan, tampak benar jarang dilewati kendaraan. Sisa hujan licin lalu tak lama terdengar bunyi GEDUBRAK !!

Sejak itu kami lebih hati hati. Kadang kalau perlu TTB dijalankan lagi meskipun trek menanjak tidak miring. Kampung ke kampung desa ke desa dengan variasi kondisi jalan. Kadang trek masuk ke kampung yang cuma sebesar handlebar diplester semen dan turunan basah. Licin. Dan… ternyata kami harus menyeberangi satu sungai lagi!! Ampun. Yang ini tak terduga. Rasanya sudah habis sungainya dari ingatan saya. Dalam gelap dengan lampu kami lagi lagi menggendong sepeda menyeberang sungai. Alhamdulillah setelah menyeberang sungai yang terakhir ini jalan tiba tiba melebar. Selebar mobil, ber aspal sirtu. Kondisi berubah ubah kadang aspal rusak dan kadang kondisi baik.

Kampung berganti kebun berganti sawah silih berganti tak terhitung malam itu. Semangat sih masih tinggi, tapi tanjakan juga gak habis habis. Formula nya formula sisir lembah sungai karena sungai Cibeet terdengar suara gemuruhnya di sebelah kiri trek. Sisir lembah itu iramanya gini: rata di dalam kampung, turunan keluar kampung masuk sawah kebun yang gelap, ketemu jembatan diatas sungai kecil, nanjak di kegelapan, ketemu kampung lagi. Teruuuuusss… berulang countless… tak terhitung.

Untuk mengobati salah satu member yang terluka karena rem mendadak di turunan licin maka kami pun berhenti di sebuah warung dan terjadilah makan telur rebus seorang satu itu. Sebuah selingan yang cukup melegakan meskipun waktu kita tanya ibu penunggu warung tentang jalan aspal besar cariu ke cianjur jawabannya… “tebih pisaaannn…” dan “loba tanjakaaaannn…”. Bikin muka dan ekspresi rekan rekan tambah pucat dan derajat terlunta lunta meraih titik tertinggi.

Tapi setiap kesabaran berjawab keindahan… Akhirnya sekitar jam 930 malam kami pun bertemu jalan beton tanjakan puncak pinus Cariu. Akhirnya. Seperti dipersiapkan sebelumnya satu kendaraan epak sudah menunggu… Trek selanjutnya sekitar 20menit adalah sebagian besar turunan dilengkapi rolling tanjakan juga. Tapi sudah hampir tak terasa di kaki itu tanjakan tanjakan yang cenderung terasa landai setelah sekian lama ketemu tanjakan tanjakan yang dituntun pun berat…

42finish-10malamSekitar jam 2140 kami mencapai titik start masjid kubah hijau dengan kelegaan tiada tara…

Mulai cari hp dan kirim sms ke menkeu…

TAMAT

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.bikewearr.com
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr

2 responses

  1. ludianto simba

    orang gila!
    Untung aja gak ketularan gilanya

    April 17, 2013 pukul 11:55 pm

  2. Ping-balik: WJxc Ride#14 – Gratis Cariu part-1 | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s