enjoy every cadence, every breath…

Lobang 16 – Solo Ride to Bukit Kedondong

Mataram, 16 Agustus 2012

Kita jalan juga akhirnya, berangkat jam 2 siang. Kata orang sini sih Mataram lagi panas. Hehehe… kayaknya mereka belom pernah tinggal di Cikarang ya. Perlu tuh redefinisi arti kata daripada ‘panas’. Terlalu sering gowes seputar Cikarang alhamdulillah menjadikan trek lain terasa lebih ‘sejuk’. Kalo kata Kang Asol, trek sejuk bikin ngantuk. Sempat kebingungan muter-muter kota Mataram, gimana caranya menuju titik start yang berada di sebelah utara.

Mataram kota yang lumayan besar juga, seingat saya kota ini adalah ibukota Nusa Tenggara Barat, jadi ya kota ibukota propinsi sejak dari jaman Orba. Infrastruktur lumayan lengkap. Kota nya sendiri tampak lega. Kendaraan tidak memadati kota. Mungkin mata saya yang aneh juga karena terbiasa melihat lalulintas penuh hiruk pikuk setiap hari. Rasanya disini segalanya lega. Susah juga mencari sesuatu yang bisa menjadi ciri kota untuk diambil gambarnya, akhirnya dapat patung di depan mantan bandara lama Selaparang.

Trek pun mulai menunjukkan kemiringannya, meliuk liuk, mirip jalan ke KmNol lah. Lalu rancangan trek berbelok kekiri memasuki pedesaan. Jalan datar di tengah kampung, masuk keluar jalan utama, masih jalan aspal, dan mulai miring benar. Kemiringan berubah drastis, paha pun menjerit jerit. Karena gowes puasa, maka saya ambil cara lebih banyak berhenti. Tidak forsir dan menjalani gowes yang jauh lebih santai dari kebiasaan.

Ki Lobang inget gak?

Di sebuah warung sang Bapak penunggu bilang, “wadooohhh… masih jauh Dik, masih 3km dan noanjaaaakkkk…. terus! Apa kuat sampai Senggigi??” Kalau di trek biasanya saya dengar cuma *1km artinya agak dekat dan 2km artinya jauh benar*. Tidak pernah presisi, jangan coba liat odometer buat patokan berdasar kata penduduk setempat. Lha ini kok 3km?? Mulai lemas saya, leher mulai kering. Tapi kata kata terakhir si Bapak yang menantang, “Apa kuat???…” Malah itu yang menyemangati.

Pemandangan mulai berubah dari pedesaan kebun ke landscape Mataram dan Selaparang. Jalan dari aspal berubah jadi makadam lalu berubah jadi jalan beton selebar cukup untuk motor saja. Matahari jam 3 siang menyengat dan adzan Ashar mulai terdengar. Rasanya tidak habis jalan nanjak beton sempit di punggung bukit ini. Jumlah pitstop jangan ditanya deh, daripada batal puasanya karena dehidrasi.

Ki Lobang yang kejam,
Tolong dong plis kurangi kadar racun mu biar beban hidupku berkurang…

Rancangan trek bikin ragu juga waktu dia menunjukkan harus keluar dari trek beton. Terus naik nanjak lagi kita pun mulai masuk singletrek tanah. Heran kok nanjak nya belom habis juga yah? Jadi ingat saya sama ungkapan 3kilometer yang disampaikan Bapak warung dari desa dibawah tadi. Pemandangan kota Mataram mulai tak tampak di belakang dan berganti pemandangan pegunungan dan hutan di sebelah kanan trek, “…ini nih area Monkey Forrest dan Rinjani jauh dibelakang sana”

Cerita selanjutnya adalah masuk ke desa terakhir, kemudian tanya jalan turun. Trek dimulai dengan singletrek di tengah desa lalu jalan turun asyik yang memingatkan pada trek turun di Cioray ini berubah bertahap menjadi doubletrek makadam, gravel, aspal rusak dan bertemulah jalan raya Senggigi di sekitar Batulayar. Fyuh finish deh di pantai… Mirip banget sama feeling di trek Kolozal Mandalawangi. Nanjak abiss ditutup dengan turunan panjang bertemu sunset di pantai.

Ki Lobang yang hebat,
Gak kapok kan diajak gowes nanjak puasa lagi??

@antoix trek rating:
Uphill 8/10
Downhill 7/10
Scenery 9/10
Physical challenge 9/10

Riden using
Specialized Carve 2012 Hardtail
Continental XKing tyres
Garmin Etrex hcx guided

Tracklog http://www.bikemap.net/route/1780230

2 responses

  1. isur

    Cerita nya bikin iri pengen ikutan gowes, picturenya juga keren2…,
    Keep on pedalling and salam jepret

    September 4, 2012 pukul 12:53 pm

  2. Anonim

    om Antoix, kemaren sempet ngerasain trek ini juga nih, cuma dibalik, nanjak dari senggigi. Sayangnya ngga sempet nurunin tanjakan singletrack terjal dari arah sebaliknya. Turunnya balik lagi ke senggigi😛

    Mei 16, 2013 pukul 5:40 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s