enjoy every cadence, every breath…

Lobang15 – Berpisah Sebentar dan Here we are…

Ki Lobang yang keren,

Ternyata kau sangat gagah didalam tas. Tas besar dan lebar yang cuma ditemani oleh 3 papan surfing di area boarding. Keren!

Garuda Indonesia jg keren, tidak ada charge tambahan untuk sepeda. “ini sepeda ya Pak?..” kata petugas. Wadoh, apa masih perlu dibuka juga? Eh, ternyata petugas mengingatkan untuk mengempeskan semua ban. Iya, udah kok.

Ki Lobang yang keren,
Deg deg an juga meliatmu masuk ke lorong menggelinding diatas conveyor. Melihat tas besar itu tidak bisa berbelok sendiri saat berpindah conveyor. Seorang petugas tampak masuk ke dalam conveyor bersamamu. “… Dikawal kok Pak, jangan khawatir”

Iya, terimakasih.
Tapi tetap aja khawatir.

Sampai ketemu di bandara tujuan…

Ki Lobang yang keren,

Kemarin kusambangi toko jahanam favorit. Ini toko memang kurang ajar ya? Tau aja dia kalau di bandara tuh orang banyak waktu menunggu, apalagi dengan penerbangan delay, yang katanya ‘karena alasan teknis’. Halah… Nunggu ber jam jam dan tampaklah di display melambai lambai sebuah edisi foto majalah sepeda. Majalah ini memang unik, tiap tahun dia terbit 12 edisi bulanan, PLUS satu edisi foto. Kok ya beruntung pas dapat edisi fotonya kali ini. Kata Oma, tidak ada kata beruntung, memang sudah mesti begitu hiburan liburan kali ini.

Ki Lobang yang beruntung,

Masih ingat kan pemandangan semalam? Ternyata dirimu adalah tas terbesar yang keluar lewat jalur bagasi. Tentu tidaklah sulit untuk mengenalimu, dari jauh juga keliatan. Bandara ini sendiri adalah bandara baru yang baru beroperasi akhir tahun lalu. Wah megah dan indah. Jogja, Batam, Surabaya, Cengkareng pun apalagi Bandung layak minder dengan bandara ini. Megah dan modern arsitekturnya. Indah dan bersih. Beruntung ya kita bisa merasakan bandara ini.

Ki Lobang yang sangat beruntung,

Tercengang diriku mendapati pemandangan keluar bandara, kok ada sebegitu banyak orang. Mungkin ada ratusan. Penampilan mereka relatif sama, bukanlah penampilan para sopir taksi, orang orang yang menawarkan carter mobil atau hotel, atau bahkan sopir sopir yang menjemput. Mereka berkerumun dengan muka yang campuran antara khawatir dan penasaran. Campuran antara lama menunggu dan kelelahan. Harus punten punten permisi dengan bawaan tas berisi dirimu menyelinap untuk bisa mencapai mobil penjemput. Kupikir sedang apa ya mereka? Kemudian tampak mereka bubar perlahan kecewa begitu tidak lagi tampak orang keluar dari area kedatangan.

Tercengang sampai shock dan tidak tega untuk mengambil shot dengan hp pun… Pemandangan orang sekampung berkerumun di bandara modern untuk menunggu sodara yang datang dari jauh… Menyentuh…

Kita memang beruntung ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s