enjoy every cadence, every breath…

Pait Ngabuburit

Cikarang, 11 Aug 2012

“Ngok ngok…”
Terdengar dua kali. Yang pertama dari kijang Innova yang ternyata Om Andri ada didalamnya.

“Ngok ngok…”
Bunyi klakson kedua hanya beberapa menit sesudahnya, tampak mobil yang saya kenal. Apalagi mobil tampak berbelok kekiri di Beruang. Tak salah inilah rumah Papa TB.

Akhirnya saya menjumpai diri saya njeprat njepret kamera di pinggir jalan Beruang 10 sambil menunggu Papa TB. Ternyata kemudian juga team KISS yang namanya “nyerempet kaya angkot” merapat juga.

Mengingat rumah ini, saya mengingat pertama kali diundang ke rumah ini, rame2 cikarangmtb, ngemil gorengan di lantai atas dan ternyata saya temui waktu itu saya berada di tengah persiapan Kolozal. Kalo gak salah persiapan kolozal Cigeuntis. Itulah saat pertama kali saya kenal dengan Cikarangmtb.

(kali ini saya bukan bikin cerita seperti biasanya, tapi nyeritain beberapa scene yang saya liat aja… kronologis, tapi tidak lengkap…)

Sesampainya genjot ke AA Bike cukup kaget, “Wah, banyak jugaa…. ”
Kata Om Hanif, rekan rekan diam diam namun ternyata yang ngikut banyak juga. Tidak sempat menghitung namun tampaknya 15 pesepeda siap.

Terharu merasakan suasana di AA Bike. Ada banyak sekali senyum. Sapa antara pesepeda, senyum kangen juga karena sama sama lama tidak bertemu di tempat yang biasanya jadi tempat komunitas ini mangkal. Sejak Kang Asol sakit memang serba salah bersikap di AA Bike. Hari itu AA Bike tampak terasa mulai ‘back to normal’, termasuk mangkal nya tukang bubur ayam. Lho, ini kan bulan puasa toh…

Menengok ke dalam toko. Ada Teteh menjaga toko seperti biasanya. Barang-barang di dalam toko tampak telah dirapikan. “Iya, dirapiin Om… dibuang buang in yang tidak perlu” kata Teteh. Dagangan AA Bike memang jauh menipis dibanding biasanya. Tampak AA Bike berusaha dibangkitkan meskipun belum tegak. Kita dukung dan doa kan ya…. Teteh dan AA Bike terus bertahan menjadi tempat kita ngumpul.

Tunggu punya tunggu, beberapa rekan yang kabarnya lewat list di milis akan datang. Akhirnya langsung berangkat juga. Wuzzz… Sempat tertinggal dari tim karena njepret, saya bersama Om Begoyor duet akhirnya ternyata malah sampai jeng jeng duluan. Jadi teringat kembali hebohnya kemarin XXC Charity Race. Suasana tambah panas saja, maksudnya sore itu panas nya Cikarang ditambah juga dengan keringnya leher.

Melewati kolong tol kita disambut oleh segerombolan kambing yang kabarnya telah menyebabkan seorang pesepeda nubruk kambing. Memang mungkin kalau sudah sore-sore begini jadinya agak kehilangan orientasi dan keseimbangan yah… Salah satu seru nya gowes pait ngabuburit di sore sore bulan puasa… Saya mencoba genjot ngiclik saja. Sekadarnya kecepatan asal melaju kedepan. Sekadar menggelindingkan sepeda saja karena perjalanan masih jauh.

Mencapai makam Kang Asol di lead oleh Om Asup the Bartender. Kecepatannya lumayan kenceng buat orang puasa. Saya genjot sekenanya saja pokoknya asal tidak ketinggalan dan masih bisa melihat tim di depan. Setelah nyampai ke rumah ortu Kang Asol yang ada dekat jembatan, saya baru ingat kalau pernah gowes kesini dulu. Mungkin pas gowes patin.

Menjumpai makam Kang Asol sangat emosional saya rasakan. Dari berangkat genjot diam seribu bahasa, hampir tanpa kata kata. Apalagi setelah melihat makam nya. Agak cair dengan kedatangan beberapa warga seputar makam yang ternyata adalah masih keluarga Kang Asol.

Seluruh tim lanjut khidmat berdoa, saya menunda berdoa dan berusaha menenangkan diri untuk memotret…

Kang, semoga kedamaian menyertaimu kini
Doa kita semua dan berkirim Al Fatihah untuk belio.

Genjot lewat Kolong tol adalah genjot standar yang sering sekali kita lakukan. Mendekatinya saya baru sadar kalau saya gak pernah punya foto site legendaris Cikarangmtb ini. Warungnya pun tutup, tapi tetap tempat ini memancarkan keasyikannya. Berhenti sejenak untuk satu frame jepretan.

Sementara matahari tambah condong ke cakrawala, membuat genjot jadi semakin kencang karena kebayang Lippo Cikarang masih cukup jauh. Singletrack dari kolong tol sampai ITSB sangat asyik sore itu sementara langit makin redup dan akhirnya kami buka puasa dengan sebotol pocari di kawasan terminal angkot Deltamas. Lalu jajal jalan baru langsung ke Taman Beverly Lippo Cikarang. Dilanjutkan dengan buka puasa di kedimanan Om H. Arif dan Om Bayu. Sementara di titik finish sudah menunggu kelompok tutup botol yang dipelopori Pak Walikota, Om Qoqo dan Om Yadi.

One response

  1. Anonim

    acung jempol deh….

    Agustus 27, 2012 pukul 10:20 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s