enjoy every cadence, every breath…

Night Ride Cikarangmtb ke San Diego Pasircongcot bersama ANU

Cikarang, 4 Agustus 2012

Saya cukup nervous dengan acara malam ini. Sudah lama sekali saya memimpikan merasakan genjot bareng rekan rekan ANU. Disiang hari saya dengan grogi mengubah-ubah setting handlebar. Juga berganti ganti rencana, antara bawa bidon dan ban dalam doang atau bawa tas dan kamera juga… Akhirnya mendengar banyak yang ngikut, artinya akan ada waktu buat njepret, ya bawa kamera…

Setelah gagal ikut trip Papandayan dengan tim ANU di sebulan lalu, saya semakin penasaran saja merasakan siksaan paha ala tim ini. FYI rekan rekan, tim ANU adalah tim yang gemar offroad dari komunitas bike to work Bekasi, ROBEK. Unik juga ternyata saya dengar cerita Om Qoqo kalau di ROBEK tidak semuanya suka offroad.

Suasana depan warung Pak Brewok memang penuh kesabaran malam itu hehehe… Unik juga ngumpul selama hampir dua jam tapi gak genjot. Kita jadi punya obrolan2 aneh. Tentusaja sebagian besar obrolan adalah tentang Kang Asol dan kenangan kita masing2. Sementara Om Hanif mulai merancang-rancang selain trek setengah botol juga bagaimana ‘exit point’nya kalau kita kemaleman di trek dan harus cari sahur.

Kebetulan saya tidak ikutan NR Ramadhan heboh cikarangmtb tahun 2011 lalu. Dan malam itu kedatangan tamu pula di trek yang semohay favorit saya. Dalam bayangan sih saya pikir bisa kok kita genjot cepat malam hari meski sudah mendekati pergantian hari.

Jumlah yang sampai sebanyak semalam cukup mengherankan juga. Meski minim respon di milis atas ajakan Om Qoqo dan Om Hanif, ternyata diam diam rekan rekan mempersiapkan diri. Sementara di kepala saya juga berputar putar gimana caranya memperbaiki kegagalan motret nr jalur lio minggu lalu…

Setelah start genjot dimulai dengan santai saja, tapi tak lama. Segera tampak efek dari di-rawon-i nya para tamu dari grup ANU ini. Dikawal Om Hanif mereka melesat ke depan. Mantaaaappp… Rata rata rekan rekan ANU adalah bike to work er. Maka mereka juga sangat fasih mengebutkan diri di jalanan aspal seperti ini. Makanan empuk yang membuat mata saya agak mengantuk.

Melewati kalimalang, tampak pem-beton-an jalan terus berlanjut. Jalan ajrut2an yang kita rindukan semakin sedikit saja porsi nya. Suasana ajeb ajeb ternyata masih lestari di area ini meskipun bulan puasa. Tak lama kelapkelip lampu pun berhenti di area jembatan karena bertemu jalan ke arah Pangkalan.

Setuju Papa TB, bagian dari jembatan kalimalang,menyeberang tol sampai san diego ini adalah bagian favorit. Terutama pas di bagian singletrack meliuk liuk di tengah perbukitan. Benar benar singletrack yang didambakan para pesepeda XC. Malam itu adrenalin bertambah dengan trek yang kering ring. Singletrack jadi seperti jalan tol buat sepeda. Seperti cekungan selokan yang kadang menambah kesulitan tersendiri saat gowes.

Sensasi malam singletrack itu pun ditambah dengan penampakan rumput rumput gosong sisa kebakaran musim panas. Suasananya jadi beda banget, kita seperti berada di negeri yang lain. Kelap kelip antrian di singletrack dari lampu para pesepeda juga tampak meliuk liuk. Sampai akhirnya kita berhenti memandang ke bawah lembah. Keindahan lampu lampu kawasan industri seputar Karawang dan perkampungan sekitar San Diego menyambut kita, memberi pemandangan indah sambil kita ambil napas setelah ngosh ngosh an nanjak.

Jalan makadam “Tanjakan Anjing Menggonggong” segera menyambut. Emang heran. Setiap NR lewat jalan ini, kadang juga gowes siang hari, pasti ada anjing menggonggong. Unik di tengah kegelapan yang menyelimuti malam itu.

Melewati dua tiga pertigaan jebakan kita pun segera masuk kampung dan nanjak panjang makadam sampai di Warung San Diego. Langsung saya feeling blue… Karena disinilah di awal 2010 kita NR disambut bakmi jombor… Suasana istimewa yang tak akan terlupakan.

Bergeletakan lah para peserta NR. Mulai beredar dari yang becandaan, bisik bisik, sindiran sampai yang terusterang tentang setengah botol… Siapakah member setengah botol??? Mereka adalah…. (tuuuuuuuuuttttttt….. sensor kenegaraan)

Tak sempat lama bercanda dalam kehebohan rekan yang memutuskan melestarikan kegiatan setengah penuh botol bidon, keceriaan canda ejek2an, ternyata pikiran tentang waktu sahur yang mepet akhirnya memenuhi kepala. Genjot dilanjut tanpa basa basi memasuki kegelapan area tanpa listrik ini.

Jalan berangsur berubah bentuk, dari aspal ke aspal rusak ke makadam sampai akhirnya tanah keras kering penuh liku dan lobang. Setuju sekali bahwa bagian trek san diego ke cibeet via tamanmekar dan pasircongcot ini adalah trek yang sangat sangat mountainbike. Unsur nya lengkap; terasing jarang penduduk dilengkapi kegelapan, jalan meliuk naik turun penuh kejutan turunan dan tanjakan, menyempurnakan trek gronjalan yang jauh dari mulus.

Berbeda dg omhanif yang ikut rombongan ujungtombak di depan, saya berhenti di setiap pertigaan dan persimpangan untuk meyakinkan seluruh tim tidak salah belok. Maut nyasar selalu menunggu di trek yang jumlah dan penampakan pertigaannya mengintai tiap kelalaian. Ada puluhan permutasi kemungkinan jalan jika salah belok. Salut hormat saya bwt omhanif yang berdasarkan ingatan bisa menjalani trek ini malam malam lagi. Resiko yang terbukti akhirnya tim belakang bisa ketemu dan melihat tim depan ttb nanjak balik kanan salah belok wkwk

Saya jalani peran jadi sweeper termasuk ketemu putus rantai rekan ANU di dekat saung kecil apa yg saya sebut sbg ‘shelter’. Belom pernah berhenti disini meski kebayang asyiknya, sampai akhirnya merasakan slonjoran sambil menunggu rekan nyambung rantai. Sekitar 30mnt untuk heboh nyambung dan belum 200m rantai nya putus lagi. Intuitif saya jadi ingat Kang Asol… Gak pernah kita kuatir masalah begini. Tau nya beres aja…

Ketemu grup om AH yang kena bocor ban saya coba kedepan dan ngabarin grup omhanif yang kongkow di rollercoaster sambil pasti kuatir dan bertanya tanya apa yang terjadi di belakang. Saya pun menikmati selonjoran nunggu sambil deg deg an dg waktu sahur.

Setelah ikut bersabar sabar dengan menunggu tim regrup lagi, maka akhirnya dari Pasircongcot saya ambil rencana lain dengan genjot di depan. Menuruni rollercoaster yang sekarang sudah tak layak lagi dianggap sebagai rollercoaster. Selain ada jalan beton, juga tampak semacam selokan air di tengah jalan. Akhirnya sedikit demi sedikit, sampai akhirnya menggunakan gigi kecil terdepan dan gigi terbesar di belakang akhirnya berhasil juga mencapai kembali ke puncak. Kalau saya bisa lihat catatan heartrate pasti udah gede banget angkanya. Super hosh hosh. Untungnya segera disambut dengan jalan yang relatif rata dan banyak turunan menuju jalan aspal pertigaan Kaligandu. Setelah dari awal gowes banyak nge rem, kali ini sudah lepas rem saja, wuzzz… huenaaakkk…

Menunggu di pertigaan Kaligandu, semenit, lima menit akhirnya tampaklah rombongan besar kelap kelip lampu sepeda. Sempat bimbang juga dengan ide Om Hanif bahwa kalo lewat jembatan gantung maka kita akan sedikit ada pilihan tempat ber-sahur, tapi terusterang saya terlalu cinta sama trek jembatan gantung, apalagi yang dibalik seperti ini; dari arah Kaligandu ke arah Deltamas. One of the best cycling on singletrack in Cikarang…

GUBRAK !!!

Trek berubah jadi semacam selokan kecil yang sempit. Mungkin saking sering nya dilewati motor. Ban yang gagal menemukan trek serta keseimbangan yang terganggu badan mulai lemas dan mata mengantuk mungkin penyebabnya. Saya jatuh ke arah kiri dengan pinggang kiri bagian belakang terlebih dahulu. Setengah mati saya insting untuk tidak berguling karena ingat ada kamera di backpack. Wrong decision !!

Asiknya trek ini memang kegemaran dan favorit saya. Asiknya di depan tanpa ada yang dikejar ataupun menghalangi jalan dan kecepatan. Sambil teriak teriak kegirangan saya nikmati setiap lekukan dan belokan singletrack ini. Terusterang saya gak menengok ke belakang lagi sejak Kaligandu.

Melewati jembatan gantung dalam gelap, dengan bunyi derak kayu jembatan yang dilindas ban sepeda, semilir angin dingin dinihari dilengkapi dengan perut lapar. Dan, tentusaja, pinggang kiri yang cenut cenut akibat sempat jatuh tadi selepas kampung terakhir sebelum masuk singletrack. Setelah bergantian dengan rekan ber jersey Corsa akhirnya saya menyerah dan disalip oleh tiga orang rekan di tanjakan setelah Jembatang Gantung. Tanjakan ini, setelah sensasi jembatan gantung, menanjak pelan dengan ‘Spooky Graveyard’ tampak di sebelah kiri, menjadi sensasi tersediri sambil saya membisikkan salam numpang lewat.

Tak jauh dari RUmah nenek, ban belakang saya yang tadinya hanya terasa gembos, ternyata bocor dan genjot malam pun dilanjutkan dengan acara ganti ban di pinggir trek. Saya cuma ingat seorang berseragam Corsa bike dan Om Blacken ANU, dan ternyata berempat dengan seorang rekan ANU berjersey merah ROBEK. Lho, jadi selama ini rasanya genjot bareng2, pake acara teriak teriak keasyikan segala, kirain beramai ramai ternyata cuma ber empat saja toh? Akhirnya setelah agak lama rombongan besar menyalip saya yang sedang memasang ban. Wah busyet. Baru sadar ternyata jauh juga.

Sempat sudah dipompa penuh, ternyata ban luar tidak rapi terpasang jadinya digembosin dan dipompa lagi. Wah kehilangan waktu lagi. Hampir seluruh tim sekarang sudah menyalip. Saya juga makin panik karena waktu sahur semakin mepet.

Mulai genjot pelan-pelan sendirian, kelap kelip lampu ada di depan dan belakang. Kali ini tidak ngebut, cuma asal jalan saja. Rupanya peristiwa ngebut tadi udah menguras tenaga. Saya masuk ke kampung barengan sama Om Hanif lalu bergabung dengan sebagian besar tim di dekat Polsek. Saat itu saya masih blom tau kalo Rawon Brewok tidak jadi di drop di boulevard. Heran saja semua orang kok jalan terus gak juga berhenti di boulevard.

Mulai keluar area jalur gravel sumur gas mulai tuh kerasa efek jatuh di seputaran tanjakan menjelang bukit sebelum turun ke jembatan gantung. Perut dan pinggang sakit sekali. Otot di area itu seperti tertarik gak karuan. Kembali saya teringat punggung yang juga terluka kepentok jendela tadi siang sebelum gowes. Kombinasi yang tidak baik banget dengan tidak berguling saat jatuh.

Satu persatu tim mendahului saya. Setengah mati saya bertahan hanya untuk tetap bisa gowes sampai akhirnya ketemu tempat Om Hanif, Om Blacken, Om Stef, Pak Dokter makan sahur.

Saya istirahatkan dulu badan dengan minum teh panas manis sampai dua gelas besar. Wah… mak nyusss banget. Geletakan selonjoran lurusin kaki dan badan sementara rekan yang lain sibuk makan sahur. Perut dan pinggang masih sakit sampai lebihkurang setengah jam. Dan alhamdulillah gak lama sebelum imsak bisa masuk sepiring nasi plus telor dadar sahur pagi itu.

Perjalanan dilanjutkan sebelum subuh pelan pelan santai dan sempat berhenti di AA Bike ketemu Teteh yang sedang berkesibukan dengan tenda masih terpasang di depan AA Bike. Tampak banyak member keluarga besar tidur di dalam toko AA Bike. Sambutan dan keramahan Teteh masih seperti biasanya, meskipun saya juga menangkap kegalauan dan kelelahan dari bahasa tubuhnya. Om Hanif memang secara badan ngajak omong Teteh, tapi saya bisa merasakan bahwa belio merasa sedang bertegur sapa dengan Kang Asol.

Perjalanan ditutup dengan genjot ke Rawon Brewok yang sudah sepi, tinggal ketemu rekan-rekan ANU yang sedang loading sepeda.

GPS Tracklog bida dilihat disini…

5 responses

  1. 4H4

    Manteps eh……. B

    Agustus 9, 2012 pukul 8:00 am

  2. Anonim

    Mantap… thanks om Antoix, treknya bener-bener mantap.. Kekompakan teman-teman Cikarang MTB patut diacungi jempol empat.

    Agustus 9, 2012 pukul 4:55 pm

  3. eEp

    Baru baca. Tobh markotobh laporannya. Treknya lumayan maknyuss, jadi pingin nyoba siang hari pas terik-teriknya. Makasih buat teman-teman Cikarang MTB.

    Agustus 13, 2012 pukul 8:31 am

  4. Enjang

    Edun Suredun OM

    Agustus 27, 2013 pukul 12:57 pm

  5. Tidak terlalu edun juga Om Enjang, ini cuma 45km kok, mirip dengan dari aa bike ke hutan jati pasir kupang yang 42km… Coba Om kapan kapan…

    September 27, 2014 pukul 6:41 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s