enjoy every cadence, every breath…

Kuliah SanDiego Pasircongcot

Hari itu 25 Mar 2012. Entah apa ya yang terjadi hari itu, tapi saya sudah menjumpai bersama Om Hanif, Om Yadi dan Om Andri menjalani trek kegemaran kami bersama, Trek SanDiego [tracklog disini…]

Dimulai dengan gowes kangen bersama Om Yadi, jadi udah lama kan gak gowes bareng AKAP ers CCCP ini. Pagi itu pun saya menunggu di titik start pasar tegaldanas. Bersama Om Yadi dan Om Andri bukanlah gowes santai tentusaja. Speed ala CCCP segera memacu paha saya. Sementara tambahan 3 inch diameter sepeda belum lah begitu baik di amin i oleh paha yang masih sering menjerit jerit. Tak berapa lama setelah melewati on road kalimalang sampai melewati jembatan diatas tol Cipularang kita mulai masuk trek offroad dan pitstop di atas bukit.

Kontak Om Hanif dan katanya minta ditungguin. Kami pun meluncur ke warung sop di SanDiego dan makan sop duluuuu… huenak dan segar masih…

Cukup lama menunggu PapaTB sambil Om Andri mencoba kamera baru nya… Akhirnya kita pun bertemu di trek, Om Hanif tampak bersama rekan-rekan CBC datang dari arah Cikarang. Kita culik Om Hanif dan trip pun dilanjutkan dengan langsung memasuki lingkungan pasircongcot. Segera kita disambut rolling tak berhenti, naik turun trek asli XC yang panassss… sebelum akhirnya setelah sebuah sungai kecil yang mulai mengering kita berteduh, makan jambu batu yang pohonnya tersedia di sebelah trek.

Kadang kekaguman muncul melihat bagaimana PapaTB alias Om Hanif bisa mengumpulkan semua pengetahuan dan informasi Geologi (yang memang keahlian belio) ditambah dengan geografis dan juga sejarah berkaitan dengan suatu daerah. Semua jalin menjalin dengan asiknya.

Beristirahat sesaat, dibawah kerimbunan pohon yang amat jarang di area Pasircongcot ini. Area Pasirconcot adalah bagian dari area sebelah selatan San Diego Hills, dimana di beberapa area masih tampak tanda-tanda bahwa area ini adalah area PERHUTANI, jadi area hutan tanaman industri, yang menghasilkan secara ekonomi, semestinya.

Namun yang aktual kita temui di lapangan adalah perbukitan tandus yang nyaris tanpa pepohonan. Tidak lah layak untuk diceritakan sebagai ‘wilayah hutan’. Cerita kuliah Papa TB Om Hanif pun berlanjut, dan menceritakan kembali dan lagi seperti apa kah peran Pangkalan, Pasircongcot dan area Karst Karawang Selatan pada masa kerajaan Tarumanegara.

Acara gowes pun berlanjut dan dilanjutkan menuju Sate Kaligandu dimana kita putuskan untuk minum (tidak ada es dan kulkas yang hidup!) dan makan siang sebelum akhirnya pulang ke Cikarang Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s