enjoy every cadence, every breath…

‘Padalarang Ridge’ trek; Kucari Tebing Kutemukan Singkong

Sudah lama sekali saya terganggu setiap menjelang sampai Bandung lewat Cipularang, deretan bukit yang sambung menyambung di sebelah kanan jalan tol tampak sangat menggoda. Saya membayangkan bersepeda di ujung atau pinggiran bukit itu pasti pemandangannya menarik sekali, seluruh lembah area Padalarang ini akan tampak, saya bayangkan view nya termasuk jalan tol cipularang dan juga rel kereta Jakarta-Bandung.

Pagi itu pas setelah subuh sudah berangkat ke titik start. Semula para member trip ini adalah mereka yang bersedia mengantar tamu yang akan menikmati KM97 di hari minggu 13 Mei, namun ternyata tamu yang bersangkutan batal gowes. RR1 di tangan tentu tidaklah layak untuk dibuang begitu saja.

Pagi ini ternyata kami sudah siap start di Situ Ciburuy, sebuah situ/danau yang terletak tepat di sebelah Barat kota Padalarang. Situ ini cukup populer sebagai area wisata karena mencapainya juga mudah, ada terminal bis DAMRI tepat di pinggir danau Ciburuy ini. Kami pun ternyata ber delapan, angka hoki di hari ber tanggal 13.

Trek dibuka dengan mengeliling Situ Ciburuy lalu langsung naik ke sebuah jalan setapak semen masuk ke depan rumah orang lanjut ke kebun. Ada singkong, nanas dan beberapa kacang panjang. Beberapa trek bisa di gowes asyik, campuran jalan air dan jalan akses petani. Beberapa bagian trek harus melakukan DDB dan GGB. Bau ‘adventurous’ nya sudah benar terasa.

Ini adalah bagian favorit saya, yang memang bisa kita bayangkan kami meniti jajaran bukit yang sambung menyambung tampak dari Cipularang. Tidaklah selalu memang gowesable, kadang takut juga musti TTB, maklum susah membayangkan jika kita harus ambruk kekanan berguling gulung turun ratusan meter ke kaki tebing dibawah. View nya, Gunung Malabar di latar belakang, dan jalan tol dan jalan kereta api yang jalin menjalin meliuk liuk lengkap dengan jembatan-jembatannya. Sampai akhirnya kita bertemu doubletrack akses batu kapur. Lalu dimulailah sedikit tanjakan makadam kapur dan turun panjang ke arah jalan raya Citatah (Bandung-Cianjur).

Pitstop resmi pertama. Sudah menunjuk 2 jam lebih gowes, dan angka kilometer masih satu digit. Disisi jalan negara yang riuh ramai ini kami mengisi perbekalan minuman dingin, karena baru nanti sekitar jam makan siang akan ketemu warung ber lemari pendingin lagi. Perjalan pun dilanjutkan ke kawasan lembah Gunung Masigit, Gunung Gowa Pawon. Di bagian ini trek bersinggungan dengan Trek Gowa Pawon buatan Papa TB.

Kembali GGB TTB menaiki bukit, kami pun akhirnya masuk desa lalu masuk ke kebun karet. Trek turunan kebun karet singletrack dilanjutkan doubletrack sangat mengingatkan suasana di trek KM97. Sampai akhirnya bertemu rel kereta. Sir Ivan tampak sangat menikmati dan mengamati tahun pembuatan, jenis dan lain lain dari rel kereta Bandung-Cianjur ini. Belio tampak muncul sebagai ‘train-geeks’ yang bisa menjelaskan sampai sejarah masing-masing jalur kereta. Baru tahu ternyata Bandung-Cianjur dibuat lebih dahulu daripada jalur Purwakarta-Bandung. Dan jalur pantura dibuat lebih belakangan lagi.

Trek penutup adalah tanjakan di dalam kebun karet disambut dengan tembus ke tambang pasir/tanah yang telah menghabiskan hampir seluruh bukit. Tambang ini tampak sangat jelas kalau kita memandang ke sisi kanan Cipularang sebelum masuk Padalarang. “Apa sih rencana mereka…?” tanya seorang rekan terheran-heran sebuah gunung bisa disisir habis begini. “Rencananya menjadikan gunung ini jadi setumpuk pasir dan tentusaja uang…” kata saya.

Finale trek adalah tanjakan onroad 6km ditutup dengan ‘motong jalan’ kembali ke titik start di Situ Ciburuy.

Terimakasih Om Tri, Om Tri, Om Anto, Om Poer, Om Koko KW, Om AH, Sir Ivan sudah bersedia subuh-berangkat untuk menengok sebidang kebun singkong.

Tentang foto terlampir, dimana obyek tampaklah sedang melamun, gowes ini adalah Gowes Arisan belio. Belio tampak melamun karena udah adzan dzuhur terdengar namun body masih jauh dari baju batik yang sudah menunggu… wkwkw…

Tracklog GPS trip ini ada disini…
Versi lebih panjang Fulltrack ada disini…

Enjoy !!

2 responses

  1. 4H4

    Makasih Om bisa join dalam trek, salute buat Om Anto, kita hanya ngikuti ajak. Om mengawali dengan Sendirian … kalau nggak punya jiwa adventurous nggak jadi track ini ….

    Mei 15, 2012 pukul 1:18 pm

  2. Ping-balik: Solo Ride on Beautiful Ridge of Padalarang – part2 « @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s