enjoy every cadence, every breath…

Mau coba bikin trek sepeda?

Buat saya teknologi Om Hanif menghasilkan trek trek luarbiasa sangatlah membuat saya penasaran. Kok bisa ya, memanfaatkan peta dan komputer, serta sedikit sentuhan teknologi GPS menghasilkan trek trek yang kalo disepedahin mak nyuussss, terkenang sampai berhari, berminggu, berbulan, bertahun kemudian. Kok bisa dan bagaimana caranya.

Akhirnya, suatu hari saya berhasil mendudukkan diri saya di kursi sebelah Om Hanif, di kamar dua putrinya di rumahnya di jalan Beruang. Haha… inilah saat mempelajari jurus-jurus beliau membuat trek!!!

Pertama, tentu harus ada internet dan komputer yang terkoneksi internet. Lalu install program yang namanya Google Earth. Pada saat jari Papa Tebe menari diatas mouse, lincah sekali. Di layar tampak berbagai garis bebagai warna. Berbagai tanda berupa bendera yang diceritakan dengan panjang lebar termasuk kisah bumi terbentuknya. Pernah diajak ngobrol Papa TB tentang gunung, tebing dan tanah? Wah, bisa panjang!!

Lalu dari situ saya pelajari bagaimana Papa TB melihat sebuah calon trek. Google Earth (GE) mempunyai fungsi zoom dengan scroll nya di mouse. Lalu program yang terkoneksi internet ini akan loading foto-foto udara yang lebih detil. Namanya juga program gratisan, jadi jangan berharap terlalu banyak. Jangan bayangkan seperti program komputer di film ‘Enemy of The State’ saat Will Smith dikejar2 pakai satelit dan bisa di zoom sampai sepatu nya kelihatan. Kalo GE sih bisa zoom sampai ke ukuran atap rumah kita kelihatan bedanya sama atap rumah sebelah, tapi tetap saja buram dan beresolusi rendah.

Lalu Papa Tebe menunjukkan bagaimana beliau melihat jalan raya aspal, jalan makadam, jalan singletrack. Paling susah adalah jalan yang ada di dalam hutan, justru di kerimbunan pohon. Foto udara nya akan sangat buram menunjukkan singletrack atau doubletrack yang ada. Padahal jalan kaya gini yang paling enak dan adem buat sepedahan kan? Papa Tebe juga menunjukkan bagaimana menghubungkan satu tempat dan satu tujuan tertentu. Misal mulai deh masuk ke trek Saguling misalnya, kelihatan tuh gerbang, jalan di Cocoa Plantation lalu singletrack menyeberang sungai jembatan bambu dst dst.

Fyuh!!

Yang itu saja sudah pusing dan membuat mata jadi kedip-kedip gak karuan. Lalu beliau pun membuka window lain, membuka program lain lagi, gratis juga, Google Map, dan membandingkan temuan trek di GE dengan GM. Di GM tampaklah peta kontur nya, dimana miring, dimana turun dan nanjak. Kalau pernah ikut pecinta alam jaman baheula dan kenal peta topografi, rasanya tidak akan canggung membaca GM. Tapi buat saya tetap aja rumit dan pusing…

Lalu mulai deh hubungannya ke sharing site seperti Bikemap. Buset… disini kita bisa juga download dan melihat perjalanan yang sudah dilakukan orang lain dan sempat dituangkan ke digital tentusaja. Bisa jadi referensi apa trek atau tujuan yang kita incar sudah dicoba lebih dahulu oleh orang lain atau belum.

Semua bimbel tersebut dilakukan tak lebih dari 30 menit-1jam. Kalo gak salah sekitar gak jauh dari beliau sembuh dari cedera Kawah TalagaBodas. Hebatnya lagi, beliau Papa TB ini selalu pakai GPS pinjaman (kantor atau sekarang Om Isur) buat mencocokkan dengan keadaan saat trip/survey. Ini juga dilengkapi dengan kemampuan mengingat dan membaca area di sekitar kita dari sisi topografi.

Mau nyoba bikin trek?

Mulai lah liat keluar jendela. Dan bayangkan kalau rekan melihat dunia ini dari atas, seperti burung melayang-layang. Itulah kira-kira penampakan di Google Earth.

Sampai sekarang saya belum bisa menggunakan Google map dengan baik. Kalau Papa Tebe tidak hanya GE dan GM yang dipakai beliau, tapi juga analisa geologis ilmu beliau dan memunculkan kondisi alam yang luarbiasa saat kita datangi.

Silakan mencoba, saya sih membagi contekan ‘how to see a bicyle track’ saja. Kalau diktat ‘How to build a bicycle track’ tanyakan langsung kepada Papa Tebe Om Hanif…

4 responses

  1. Sip. Nanti dicoba kalau sudah punya alat navigasi GPS

    Januari 22, 2012 pukul 9:47 pm

  2. manstaaaaaapp, gw suka.🙂

    Februari 13, 2012 pukul 11:48 pm

  3. Anonim

    Gimana kalo kita kursus om……ke papaTB maksutnyaaa…..kita buat trek lalu di cdk papaTB terus kita coba sendiri…wkwkwk seru kali ya…..hihihi

    April 14, 2013 pukul 8:54 am

  4. Maaf lupa ninggalin identitas….

    April 14, 2013 pukul 8:58 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s