enjoy every cadence, every breath…

Ngabuburit ride H-4 Cikarang

Sore itu, untuk pertama kalinya selama puasa, genjot di seputar Cikarang. Cikarang sedang panas sekali, berangkat sekitar jam 4 dengan harapan bisa berbuka di trek atau siapa tau bisa berbuka di rumah. Dua jam bolak balik kayaknya pas ke trek sore ini: cek ke belakang Mulia…

Melewati sisi selatan kalimalang dari arah Cikarang Baru menuju ke arah Tambun, asik juga sekian lama tidak lewat trek ini, sebelah kanan adalah sungai kalimalang, sementara sebelah kiri bergantian bilik-bilik barang bekas besi bekas yang sepi hari itu. Mungkin sebagian besar penghuni nya sedang mudik. Area dan seputar pengumpul barang bekas, yang didominasi saudara saudara kita dari Madura ini, sebenernya sangat menarik juga untuk diliput. Ini adalah proyek yang tertunda. Ntar lain kali aja cerita nya.

Berbelok kiri kemudian memasuki jalan beton masuk ke kampung. Setelah sekitar 1km masuk saya baru sadar kalo salah ambil belokan. Ya sudah dinikmati saja, akhirnya mendapat pemandangan sawah kering kerontang. Mulai berhenti dan mengambil gambar.

Jepretan ini sebenernya pengen nangkap sepeda plus juga retakan-retakan sawah kering yang menurut saya ‘cikarang banget’ dan punya potensi untuk jadi patern yang keren. Tapi kayaknya saya belum berhasil memunculkan patern nya…

Kawasan persawahan yang masih tersisa di belakang Mulia Industries, beberapa area sawah tampak masih ter air i dengan baik di puncak musim kering seperti ini. Saya jadi gak percaya kalau kawasan industri di cikarang tidak memakan tanah produktif…

Sempat meraba-raba, melewati tengah sawah singletrek asik akhirnya sampailah di tujuan saya gowes sore itu… jembatan seberang belakang Mulia.

Tak jauh dari jembatan motor di lintasan belakang Mulia ada satu kolong tol dengan jalan setapak disampingnya. Sebelum dibangun pintu tol cikarang utama, jalan ke arah ini asyik banget lewat singletrek lalu masuk kolong. Waktu itu ditunjukkan Om Yadi.

Cukup pesimis kolong ini masih bertahan, tapi ternyata beneran masih ada!! Sayangnya gak bawa lampu dan kolongnya lebih panjang dari yang lalu, jadinya deh gak berani masuk. Masih keinget tontonan ‘deadliest snakes’ di National Geographic Channel…

Sayangnya singletrek nya lenyap, tertutup rerimbunan semak. Mungkin karena lama nya pembangunan pintu cikarang utama jadi sekian lama tak dilewati orang lagi…

Pernah dulu banget waktu eksplorasi seputar tempat istirahat km 39, kami pesepeda melewati pinggiran jalan tol. Itu sudah sekitar dua tahun yang lalu… dan sore itu saya melakukannya lagi, sendirian…

Tadinya sih berharap di pintu tol ini akan menemui kemacetan, supaya terasa ‘gowes motret sambil liatin yang macet macetan mudik’. Tapi sore itu, H-4 lebaran. Ternyata sepiiii… lebih senyap dari workdays di pintu tol cikarang utama pada umumnya. Makanya juga berani genjot dalam jalan tol balik menuju kolong setelah ketemu ‘dead end’ dan gak bisa maju lagi di semak-semak…

Akhirnya gowes ditutup dengan melewati bagian dalam jalan tol, kapan lagi coba bisa genjot sepeda di jalan tol? Lalu genjot pulang dan sampai di rumah pas banget pas buka puasa.

One response

  1. waahh mantap tuh gan, saya juga punya hobi yang sama kapan-kapan kita gowes bareng gan, di rumh saya punya sepdah KHS jenis DJ…
    nanti kalo gowes barng saya, saya tunjukin deh jalur-jalur di tasikmalaya

    September 10, 2011 pukul 7:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s