enjoy every cadence, every breath…

Ngabuburit Uphill & Night ride Batukuda

Uphill ngabuburit. Udah kepikiran lama banget pengen mencoba, kayaknya pengalaman bersepeda saya belum pernah deh merasakan uphill menjelang buka puasa. Jadi, karena mood juga enak dan lagi di Bandung, kota yang dikelilingi tanjakan, akhirnya sore itu sms-an dengan Om Indra Anggara GBT dan terjadilah gowes ini.

Kepikir awalnya mau ke Caringin Tilu, tanjakan favorit saya di Bandung, tapi kemudian Om Indra usul ke Batukuda. Sip! Siang itu kemana mana di Bandung macet, weekend terakhir sebelum lebaran, saat semua THR sudah sampai, saat seluruh orang tumpah ke jalan berangkat belanja. Makanya memutuskan untuk genjot ke titik start, lewat cicaheum ke arah Cinunuk, sebuah keputusan yang salah, karena ternyata menempuh 20km dan menghabiskan hampir dua jam untuk sampai ke pangkal tanjakan Batukuda.

Ini dua trip ke Batukuda yang lalu…
bersama Om Sigit di 2009
bersama GBT di 2010…
hahaha.. berarti setiap tahun wajib nengok trek ini ya?

Setelah termehek mehek di kemacetan menjelang buka puasa di Cicaheum dan juga di Ujungberung. Om Indra, Om Agus dan Om Suroto sudah saya telp untuk start duluan saja dari Borma Cinunuk sementara saya terjebak di Ujungberung. Melirik kekiri, masjid ujung berung, awal trek ke Palintang… kerinduan tanjakan yang lain.

Tak berapa lama gowes, belum 20 menit, tampak ma- tahari bulat besar tenggelam di sisi kiri trek. Ragu ragu, motret enggak mo- tret enggak, akhir- nya ya sayang berhenti dan genjot terus sampai ter- dengar adzan maghrib. Berhenti buat minum ba- talin puasa. Lalu Om Indra menelepon dan turun kembali kebawah buat sama-sama sholat dan batalin puasa bareng. Sebenernya sudah kangen ketemu tanjakan Cinunuk yang merupakan salah satu spot tanjakan terbaik untuk difoto. Kali ini memotretnya di malam hari, sangat gak jelas coba lihat foto di samping ini. Foto di site yang sama sering saya jadikan buat gambaran tanjakan. Kemiringan namun masih gowesable nya tanjakan ini memang mencengangkan. Selalu kagum setiap melewatinya.

Tak berapa lama setelah lewat setengah mati tanjakan Cinunuk, pake sdikit pitstop di tengah, sampailah di tempat pitstop. Kerasa banget keteteran saya mengimbangi gowes ketiga rekan GBT ini… Kerasa ya akibat langsung dari sepanjang puasa samasekali tidak gowes sebelum uphill ngabuburit di minggu terakhir puasa ini.

Setelah pitstop selepas tanjakan Cinunuk kita menemukan tempat makan, warung sederhana saja, makan nasi telur dadar dan sambal serta kecap. Emang dari buka puasa baru kemasukan biskuit dan minum teh botol aja. Alhamdulillah, huenak banget menu buka puasa kali ini. Sementara jadwal gowes sudah sangat molor karena lepas makan sudah lewat jam 8 malam, tadinya berencana hanya sampai buka puasa di ujung tanjakan. Target tak tercapai deh…

Segera saja setelah makan, ketiga rekan GBT telah lenyap ditelan tanjakan di depan. Hosh hosh saya setapak demi setapak berusaha mendaki jalan yang makin miring. Dibandingkan kunjungan pertama, kondisi jalan sudah banyak yang di permak dengan beton, waktu 2009 uphill kesini masih banyak yang makadam. Tapi seru, begitu melewati kampung terakhir dan masuk ke kawasan hutan pinus, maka jalanan berubah menjadi makadam lagi. Asyik. Minimal ada alasan pembenaran diri karena kesulitan trek jika harus berhenti nambah pitstop hehehe… entah kenapa malam itu saya rasanya ‘habis’! Mungkin karena salah pilih ‘lawan’, ketiga experienced GBT uphiller ini. Fyuh!!! Pokoknya sampe di saung/warung dekat gerbang masuk nya. Saatnya ambil napas dan menikmati lingkungan seputar.

Di siang hari site ini salah satu site tujuan bersepeda favorit saya. jajaran pohon pinus nya, rumput di bawahnya yang rapi seperti lapangan bola. Pada malam hari tempat indah ini berubah samasekali. Pepohonan yang di siang hari tampak teduh malam jadi membuat gelap. Gelap sekali karena tidak ada akses langit ke tanah. Sayang banget seluruh foto saya di area ini gagal total.

Tak lama kami segera meluncur turun. Om Indra meng guide kami menuju ke arah offroad, turunan menuju kampung dibawah sana, kami berhenti. Perlu berhenti! Karena city scape Bandung Timur benar-benar tak layak untuk dilewatkan.

Setelah sesi fotografi yang tidaklah terlalu berhasil, karena kali ini mencoba fokus manual di kegelapan, akhirnya kita turun ke kampung, trek ke kampung ini benar benar istimewa. Di dalam kampung kami melewati jalan beton selebar sekitar 60cm-1m meliuk liuk turun dalam perkampungan. Sementara kampung itu sudah ‘tidur’, tidak ada orang di luar rumah samasekali, padahal tampak benar kampung itu hidup dari beternak sapi perah. Sapi perah di dalam kandang sangat dekat dengan trek, di kiri kanan, pesepeda night ride dengan lampu etc. Pemandangan tak wajar dan indah untuk diambil gambarnya… sayang gak ambil gambar samasekali…

Bagian trek kampung ini ditutup dengan keluar dari jalan beton dan masuk ke jalan setapak singletrek yang sangat curam. Entah kenapa, malam itu handling sepeda saya lagi enak, saya sangat menikmati turunan AM ini… meski Om Agus dan Om Suroto berkali kali jatuh…

Trek ditutup dengan turunan aspal rusak ke arah sekitar Cibiru dan genjot via soekarno hatta kembali ke Nayaga-kawasan Buahbatu… fyuh!! Jam 10mlm sampe rumah. What a night!! Gowes yang semula dikira akan jadi uphill sore malah jadi NR gini… Thank you Om Indra GBT buat trek nya yang yahuuudd…

My Track rating:
Uphill/Tanjakan: 8/10
Turunan: 8/10
Landscape Beauty: 8/10
Notes: siapkan jantung untuk long uphill dan heartbraking downhill

Laporan trip ini didukung oleh Bikewearr…

logo bikewear

2 responses

  1. 4H4

    untung nggak ada aliran NI1 di GBT … bisa sampai subuh kale manteps

    September 6, 2011 pukul 7:58 am

  2. Ping-balik: Ride#29 – Batukuda, Bandung – Ramadhan Night Ride Uphill | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s