enjoy every cadence, every breath…

Sisi lain Campaka-Cianjur, Trek ‘Thousand Hills’-nya Brownsugar p#1

Sebenarnya trip ini sudah lama, dilakukan 28 Mei 2011, dua minggu tepat setelah trip Kolozal#7 nya Cikarangmtb. Memang semangat datang ke trip ini dua macam: melakukan ‘kunjungan balasan’ pada rekan-rekan Brownsugar dan satu lagi adalah ‘real gowes’ di area Campaka karena cukup gemas juga dua minggu sebelumnya bertugas publikasi, bagian motret di trip Kolozal#7 Cikarangmtb, sehingga tidaklah gowes pada hari h pelaksanaan Kolozal#7.

Cukup dengan dua mobil, kami ber-6 tancap dari Cikarang menuju Cianjur melewati jalur non-tol: Cikarang-Cibarusah-Cibucil-Jonggol-Cariu-Cianjur-Pasir hayam-Campaka. Ya, agak bandel dengan panitia yang mengumpulkan peserta di seputar Pasirhayam, maka kami langsung tancap dua mobil ke Campaka. Kebetulan juga salah satu mobil ada sopir yang nanti bisa untuk bawa mobil ke titik finish.

Foto ini menunjukkan profil kaki dari dua pesepeda sambil unload sepeda di seputaran pasar Campaka. Kaki pesepeda adalah modal pesepeda, dari kaki pesepeda, bentuk otot paha dan betis nya, tampaklah pengalaman dan siksaan yang pernah dilewati otot-otot itu. Oya, trip kali ini cameraless. Artinya sejak dua minggu lalu Olympus E-500 yang selama ini menemani saya sejak Agustus 2009 sudah laku dijual. Sedih juga, tapi hidup dan njepret harus terus berlanjut kan…

melihat dari atas kedatangan peserta Jadi di acara genjot kali ini menggendong beban berat, Canon EOS 7D punya Suhu MasBro. Hanya satu lens extra wide saja 10-20mm. Rasanya semuanya berubah dengan kamera pinjaman ini, selain secara fisik kameranya berat, juga secara mental beban mingingat hasil hasil jepretan MasBro dengan gear yang persis.

Setelah menunggu sebentar, termasuk akhirnya rombongan besar 200+ pesepeda peserta gowes Browsugar Thousand Hill pun sampai lah di seputar pasar Campaka. Seru juga kami melihat dari atas truk-truk datang membawa sepeda dan peserta. Sangat menikmati kehebohannya, jadi ingat dua minggu lalu mengalami kehebohan serupa. Titik unloading sepeda ini tak jauh dari keramaian pasar, seru banget karena lumayan dapat obyek yang menarik: petai dan sepeda… Begitu melihat petai berjuntai di pinggir jalan segera lemparkan sepeda dan menangkap momen takut tidak ada pesepeda lagi lewat sebelah petai… petai is the best with bike

Peserta pun mulai beringsut ke titik start. Titik ini adalah sebuah pertigaan dekat masjid, keluar dari jalan utama Cianjur ke pantai selatan Jabar. Sedikit demi sedikit pesepeda berkumpul, baru di titik inilah tampak berjajarnya 200+ pesepeda mengikuti briefing singkat dari kan Fonda dan kang Cheppy. Ternyata banyak juga pesertanya yah…

Briefing jalur dan safety serta doa bersama, buat kami tim dari Cikarang ada job pasang nomor di sepeda ‘bike tag’.

Akhirnya acara gowes pun dimulai. Trek pertama jenisnya berupa sebagian besar turunan jalan aspal rusak berlobang lobang. Cukup menyenangkan digenjot, namun cukup membosankan juga karena hampir kita tidak perlu keluar keringat. Jalan turun pun berubah menjadi aspal yang baru dilapis ulang, masih ada pasir kasar nya di permukaan aspal. Turunan, pasir, godaan untuk mengendalikan kecepatan… alhasil beberapa peserta terjatuh terutama di tikungan.

tosss by childs... Sambutan anak-anak kecil di lingkungan setempat juga seru. Karena acara di hari sabtu maka ada diantara mereka yang bersekolah. Dari kejauhan sudahlah terdengar sorak sorai berisik. Mirip mendengar lomba olahraga misal bola di kampung. Seruuu… sekali. Benar saja saat melewati sebuah SD kami disambut dengan pagar betis merapat anak sekolah berpakaian pramuka coklat yang siap ngajak ‘toss’ menyambut para pesepeda. Unik…

Tak lama pun kita disambut sebuah tanjakan teknikal yang pendek dan curam di tengah jalan makadam. Nah, ini baru genjot, kata saya dalam hati. Detak jantung di heart rate sampai di level yang sangat mengkhawatirkan saat saya mencapai ujung tanjakan. Fyuh!! Ada sedikit lapangan terbuka, pemandangan alam cianjur, terasering sawah yang seru, segera tampak membentang.

awan biru keren

Tergoda juga untuk istirahat leyeh leyeh. Namun hampir tanpa ada pepohonan berteduh meskipun ada warung/saung berjejer. Ternyata keputusan yang baik saat detak jantung kembali normal, pitstop sekaligus titik keluar dari jalan utama tak jauh dari puncak tanjakan ini. Kami pun berhenti dan minum teh panas manis di warung depan sebuah SD.

bersambung ke bagian kedua…

One response

  1. Ping-balik: Sisi lain Campaka-Cianjur, Trek ‘Thousand Hills’-nya Brownsugar p#2 « @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s