enjoy every cadence, every breath…

Mancal di Pasuruan bersama GEMAS

Masih ingat cerita saya tentang ketemu bmx flatland di Bangil dua minggu lalu? Bisa dilihat disini…

Sms ke sms mencari-cari komunitas bersepeda gunung di bangil-pasuruan dan sekitarnya akhirnya kemarin pagi saya loading Eyang Dieng SX 3.0 ke daerah Warungdowo, Pasuruan. Kota pasuruan bagian selatan menuju jalan raya ke arah Malang.

Minggu 25 April 2010, jam 0630 Genjot berangkat 12 orang, ternyata kemudian diketahui 3 orang melakukan langkah 1/2 botol. Setelah onroad keluar kota pasuruan sekitar 10km, akhirnya kita ketemu jalan aspal low grade. Medan adalah jalan desa di tengah persawahan, setelah 12km jalan mulai menanjak manja. Di kepala saya terbayang ini mulai masuk ke arah dataran yang lebih tinggi antara gn. arjuno di seblah kanan dan gn bromo-semeru di sebelah kiri.

9 orang semuanya anggota tim. Hanya saya yang pake full sus bike. Ada 2 bmx racer, ada 1 dirt jumper, sisanya sepeda xc hardtails yang agresif semua. Biasanya saya menikmati kegiatan CNB, tapi kali ini saya benar-benar kewalahan. MUngkin perpaduan dari lama gak gowes (gowes serius terakhir nanjak ke Palintang bersama ckrmtb), dan juga memang saya sedang gowes bersama grup yang kuenceng! Feeling-nya mirip gowes duet SX bareng Om Yadi.

Lanjooooottttt terus. Buset gak pernah pitstop sampe akhirnya tim terjebak dalam kubangan jalan 3km tanah yang berubah jadi lautan lumpur. Tim yang dari tadi tak pernah melambat, gak kenceng sih, sekitar 25km/j tapi gak pernah berhenti. Akhirnya berhenti juga setelah ketemu lumpur. Odometer trip menunjuk 24km. Baru sempat kirim sms ke teman2 dan ambil foto disini, di daerah lumpur. Sebelumnya tak pernah bisa ambil napas, apalagi ambil foto. Konsentrasi saya tekankan di mengelola energi (hadoh, blom sarapan lagi, brkt dr kost 0530) supaya lebih banyak menggunakan spinning daripada otot. Senen harinya banyak kerjaan di kantor, gak lucu banget anak baru udah lemes kan?

Saya juga masih menyesuaikan diri dengan style genjot dan speed team, jadi masih malu2 ambil foto meski my olympus ada di backpack. Saya perhatikan dari semua orang hanya saya dan seorang biker yang jadi mekanik yang bawa tas. Tas Om Mekanik (Cak Karto?) ini isinya juga ‘cuma’ kunci L saja yg saya lihat. Yang lain naik hardtails, bawa badan plus bidon. Dari 9 orang hanya dua orang yang pake helmet tmsk saya. Lainnya pakai topi saja cukup. Setelah trek berlumpur medan nanjak ke arah hutan kapuk randu. Keren banget.

Setelah 26 km sampailah di tempat tujuan. Kebunraya Purwodadi. Ini mirip kebun raya bogor. Perut sudah keroncongan, kirain akan segera cari mie rebus. Eeeee… ternyata beli minum aqua botol besar, diminum bareng dan dibagi2 ke bidon, merokok satu batang, lalu segera meluncur lagi!! Buset. Paha senut2 dada ngos2an saya belum selesai bergejolak nih…

Perjalanan turun 32 km lewat jalan kampung lagi, tapi kali ini tidak ada jalan tanah. Aspal, jalna kampung dan aspal low grade. Kali ini saya menyerah dan menjadi 100-50 m dibelakang. Rasanya pengen berhenti dan beli pisang di pinggir jalan, tapi gak lucu juga kalau saya tersesat sendirian. Kembali. Tanpa pitstop sampe tempat start…. Kebayang gak, dari AA Bike sampai sd nagasari itu sekitar 15km kan? Nah ini pitstop pertama km ke 24, pitstop kedua km ke 26 pitstop ketiga km ke 58. Ampoooooonnnn… Finish di soto, sarapan kelaperan jam 9 lewat…

Oya, tim juga menguasai teknik feeding. Sambil tetap genjot, seorang rekan mengambil biskuit dari tas Om Mekanik. Lalu, tetap sambil genjot, dibagikan ke seluruh tim… “Knapa gak berhenti aja seeeeehhhhh?????” wkwkwwk kata saya dalam hati. Setiap komunitas memang memiliki caranya sendiri….

Dua bmx rider dan satu dj-er juga pecicilan sepanjang jalan. Melompat2, ada kubangan dilompatin, ada karung gabah petani dilompatin, saat tertentu mereka bosan ngelompatin kubangan permainan pecicilan bertiga ini jadi melompat mengendalikan ban belakang, agar jatuh pas di kubangan, justru dan bisa membasahi rekan yang lain… wah.. asli pecicilan pol…

Sesampai di markas, baru ketahuan kalau di rumah punggawa komunitas ini, Pak Ayik, ada Polygon SX 3.0.. persis Eyang Dieng cuma beda selera build a bike-nya… Dengan santai si Bapak bilang, “Kalo genjot barengan gini saya gak pake ini… bisa keteteran ditinggal rekan yang lain….”

Oooooo… berarti normal dong saya keteteran ditinggal ngebut 6 hardtails dan 2 bmx….

Acara dilanjutkan dengan mencuci sepeda secara bersama dan gotong royong…

Karena kemarin sekuat hati saya hindari sprint dan push dengan tenaga otot. Keesokan harinya bisa saya minimalkan efek pegal ke paha dan bag bawah punggung. Jauh lebih mending dari yang saya bayangkan akan saya temui setelah bangun tidur.

Banyak banget keindahan trek yang tidak terambil kamera. Sorry trip ini ngambil gambar di trek gak sampe 10shot!!

Laporan trip ini didukung oleh Bikewear…

logo bikewear

4 responses

  1. haris

    makasih mas udah terbitkan foto para flatlander boy kota bangil ……

    Oktober 12, 2010 pukul 8:44 am

  2. Andik

    Hallo..
    Wah apa kbr mas? masih ingat kan sama GEMAS…
    setelah mancal bareng lewat lumpyr kok gak pernah nongol lagi ya?
    kapok ya? hehheee
    kapn mancal bareng GEMAS lagi….??

    April 18, 2011 pukul 5:36 pm

  3. mantap blognya..

    September 15, 2011 pukul 5:19 pm

  4. uda

    saya pengin gabung neh….
    gmn caranyaa?
    soalnya susah bgt cari klub sepeda di kota pasuruan
    o ya saya masih newbie neh..

    Juli 15, 2012 pukul 4:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s