enjoy every cadence, every breath…

Cikarangmtb goes to Kaldera Manglayang part#1

Setelah enam minggu mengalami masa penyesuaian di Bangil, Pasuruan, kali ini saya post cerita salah satu gowes perpisahan saya dengan komunitas Cikarangmtb. Saat saya melakukan goes ini benar-benar saat yang sulit, karena waktu itu persiapan 1PDN Sentul Uphill Race juga sedang intens. Mohon maaf my fellow 1PDNers… saya curi waktu seminggu sebelum race buat gowes perpisahan dengan cikarangmtb ini. Keputusan yang susah banget saya ambil.

Tidak seperti peserta gowes kolosal ke Bandung ini yang lain, saya memilih untuk juga gowes nanjak nya ke Desa Palintang. Sebelum subuh berangkat dari Cikarang dan di drop oleh istri di Ujungberung.

Ini adalah kedua kali nya saya ke desa Palintang. Waktu itu genjot uphill sampai ke masjid/musholla terakhir lalu naik lagi ke jalur Palasari 2. Kali ini, seperti biasanya genjot bersama Cikarangmtb, pasti ada faktor ‘nyeleneh’-nya, terutama masalah jalur. Terusterang dari saat di draft Om Hanif, saya sudah lihat jalur ini unik tapi mengingat tempatnya di titik yang cukup tinggi, saya cukup yakin kalau pun ‘merayap mengitari punggungan kaldera’ Manglayang, kok intuisi saya bilang, ini pasti masih tetap curam.

Nandjak uphill kemarin adalah solusi yang terusterang sangat egois yang saya ambil. Sejak awal melempar kompor ke tengah milis (dan akhirnya melempar email lebay safety, lalu diam) saya tidak menyangka respon dari para member cikarangmtb sangatlah antusias. Mungkin sekali banyak yang terbakar dan menyesal telah melewatkan genjot menginap dua malam ke Galunggung sehingga menyisakan hasrat genjot Bandung yang rasanya ‘lebih dekat’.

Saat uphill pikiran saya kemana-mana, terutama mengingat peristiwa beruntun yang menimpa pribadi saya dalam 10 hari terakhir. Diselingi rasa bersalah yang sangat hebat karena saya sedang membayangkan rekan-rekan 1PDN sedang susah payah membuka stand pendaftaran di acara Menpora dan di KM Nol mengingat minggu depan nya adalah sudah waktunya uphill race. Panitia pembangkang yang egois memang saya. Maafkan daku teman-teman…

Bandung dingin diselimuti kabut. Istri saya bilang, “Ini sih mirip Buahbatu jaman SMA”. Itu artinya 20 tahun yang lalu. Jarang banget lihat bandung berkabut begini. Sambutan khusus yang diberikan kota Bandung untuk rekan-rekan Cikarangmtb… Matahari pun muncul dengan bulat seperti bulan karena sinarnya dihambat kabut.

Genjot Uphill yang cuma 8km (ada rekan GBT yang bilang 12km) sangatlah berkesan. Kita naik pelan-pelan dari dalam gelapnya kabut, sampai saatnya matahari menerangi. Speed uphill saya kali ini benar-benar slow. Saya genjot berdua Om Penta GBT. Salah satu site yang menarik saat nanjak adalah melewati “Kampung Tanjakan Panjang”. Tadinya saya pikir nama kampung ini gurauan rekan-rekan saja saat saya dengar namanya di milis dan forum, eee… ternyata ini kampung eksis, namanya memang kampung tanjakan panjang, dan jalannya melewati kampung itu memang menanjak, dan tentusaja panjang…

Selepas kampung tanjakan panjang, Palintang minus 2km saya berhenti dan makan pagi roti yang saya beli di indomaret. Dengan kecepatan yang sulit saya percaya dengan mata kepala sendiri, seorang rekan terjal dengan hardtail nandjak kuenceeeeeengggg… banget banget. Gllk… Saya nelan ludah dan memotret saja melihatnya.

1km sebelum Palintang saya sengaja berhenti di sekitar pohon pinus. Memang sudah niat motret rekan Cikarangmtb yang akan lewat…

Setelah mengambil foto secukupnya, dan teman-teman rombongan sudah lewat, uphill dikit ke SD desa palintang. Desa Palintang yang biasanya sepi senyap, pagi itu terlihat hiruk pikuk tak karuan. Ada beberapa truk, banyak mobil, colt bak terbuka, van PJTV, motor trail. Buset, banyak banget. Jumlah audiens mungkin ada 70+ orang.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan rekan-rekan di sekitar SD Palintang ini.

Sebagian kecil mencari tempat nasi bungkus dibagikan. Beberapa orang, termasuk seorang berbaju biru-biru-biru, tampak panik melihat porsi makan siang yang disediakan langsung dari dapur kepresidenan dengan dana non budgeter yang mencapai milyar-an. Saya ikutan heboh disini, karena meskipun belum bayar makan siang, tapi perut sudah mulai lapar….

Sebagian yang lain sibuk sisiran. Lho, pake helm sepeda, rambut sudah mulai botak kok ya sisiran sih? Jawabannya bertanyalah kepada nyamuk-nyamuk yang terbang… hehehe… Memang nyamuk lebih sudah mendekat ke daerah-daerah tertentu. Ups!

Intinya adalah banyak bapak-bapak yang tiba-tiba rajin menata letak kacamata, mencuri foto, melirik kamera, curi membidik dan lain-lain. Seru banget kegiatan gerilya yang tidak dilakukan secara terusterang ini. Salah satu model paling ngetop di cikarangmtb tampak menyelipkan muka-nya untuk bisa titip diambilkan foto. Tapi, kalau biasanya yang JAIM hanya ada di Pak Presiden, kali ini hampir semua peserta JAIM. wkwkwkwkw…

Sebagian yang lain sibuk buka-buka peta, berusaha mengumpulkan rakyat dan menjelaskan trek yang akan ditempuh. Intinya: trek sudah dikonsep dan sudah di survey, namun mana yang dilewati tergantung kondisi di lapangan. Iya memang sih, karena hari sudah siang. Perjalanan sudah terlambat sejak kedatangan bis Sahabat ke AA Bike.

Sebagian lain tampak diwawancara. Baru kali ini saya lihat orang diwawancara televisi tapi pakai full gear ala Stevie Wonder. Baru kemudian hari di Bakmi Jombor terungkap, apakah niat sebenarnya dari pemakaian kacamata hitam itu. Benar-benar solusi yang cerdas, pintar, sekaligus sedikit licik. Yang jelas puluhan rekan yang lain hanya bisa bengong dan iri melihat si Om diwawancarai.

Start segera disambut dengan sebuah tanjakan makadam yang diperindah dengan aliran air. Beberapa peserta termasuk saya terpaku dulu. Setelah menunggu agak sepi dari kemacetan, ternyata cukup bisa digenjot meski licin dan beberapa kali slip. Saat kemudian jalan bermandi aliran air ini saya mengambil foto, segera menyusul Om BI dan Om Ucup menyalip di tanjakan. Fyuh!!

Sempat terjadi kebingungan di sebuah tikungan masuk ke singletrack, apa perlu menunggu rombongan yang dibelakang. “Ini dia trek sebenarnya…” kata saya dalam hati. Jalanan mulai licin, berlumpur dan tentusaja basah. Singletrack. Idaman setiap pesepeda cross country. Beberapa kali kita sudah mulai dikenalkan dengan ‘terowongan’ semak belukar…

selanjutnya kita dikejutkan oleh jajaran belukar yang agak pendek sehingga memunculkan lingkungan dengan pohon pinus yang agak lebat dan cukup terbuka untuk mengambil foto. Saya sudah diceritain oleh Om Trackbuilder kalau akan ada site indah ini. Korban bidikan saya kali ini adalah grup narsis belakang yang terdiri dari Om DT, Om TJ, Om Wied, Om Richwan dan bbrp rekan lain.

Meskipun jajaran pinus tidak seketat batukuda atau kiarapayung, tapi site ini cukup memberi kesempatan Om DT dan OM TJ untuk narsis dan membuat kemacetan di jalan setapak singletrack. Kami disalip oleh rombongan dari Majalaya…

Setelah itu kami melewati jalan gowesable, huenak sekali singletrack menuju ke pertigaan ‘Roger Bagen’, yang membatasi juga masuknya kita ke jalur Bagong dan kaldera Manglayang. Bagian pinus sampai pertigaan ini adalah bagian favorit saya di trip ini. Paduan keindahan alam, rindangnya pohon pinus, suasana dan udaranya ketinggian Bandung Utara. Sayangnya langit mulai diliputi mendung yang semakin menebal. Serba sulit mengambil gambar yang baik.

Kami sampai di pertigaan dan beberapa rekan mulai menyulut rokok sambil regrouping. Disini saya baru sadar bahwa ada salah satu rekan GBT/Majalaya yang menggunakan speda setting untuk touring, lengkap dengan pannier-nya….

Bersambung ke part2

Laporan trip ini didukung oleh Bikewear…

logo bikewear

3 responses

  1. Ping-balik: Kehebohan di Bulan Maret « @antoix

  2. Lanjut om,,,,!!!!!

    Mei 25, 2010 pukul 8:45 am

  3. Ping-balik: Cikarangmtb goes to Kaldera Manglayang part#2 « @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s