enjoy every cadence, every breath…

Kiara Payung – Batukuda bersama Goweser Bandung Timur #3

Tulisan ini lanjutan dari bagian kedua…

Benarkah ini tanjakan maut?

Narsis habis dilakukan tanpa malu di titik perempatan legendaris. Semua genjoter diberikan waktu untuk meluruskan kaki serta mengambil napas agak panjang. Rupanya sudah menunggu tanjakan panjang, harus didorong, ke arah puncak sebuah bukit. Maut !!

Begitu sudah tampak kearah atas lah perjalan kita selanjutnya, saya bergegas ambil antrian agak depan. Dari genjot onroad tadi sudah terasa badan saya tidaklah terlalu fit. Ya beginilah kalau trip dirancang mendadak, tidak ada persiapan fisik dan mental sebelumnya. Saya ambil langkah berangkat di bagian depan agar lumayan tetap ada teman saat nanti banyak berhenti.

Ini bagian terberat dari trip. Lintasan nanjak, singletrack tanah diantara kebun petani, tidak memungkinkan untuk digenjot. Kenapa gak mungkin? Terlalu miring! Disamping itu juga lintasan juga terdiri dari singletrack yang sempit. Ampun dah. Dorong berat sekali. Rasanya sepeda saya bertambah berat 5kg dari seharusnya. Beberapa kali saya dihadapi dilema, apakah akan dipaksakan terus atau pilih berhenti dulu. Akhirnya saya pilih berhenti dulu, sambil makan cemilan yang tadi dibeli di Kiara Payung: Gula-Kacang (kata orang Jawa: ampyang). Lumayan memberi tenaga tambahan.

Antrian dorong nanjak panjang yang tadi sempat terbentuk akhirnya bubar tercerai berai. Meskipun tidak sampai yang paling belakang, tapi saya beri tubuh saya istirahat yang cukup sebelum melanjutkan dorong lagi. Ampuuuuunnnn….. Dalam hati berteriak seperti yang sering diteriakkan rekan saya 1PDN Nota, “Siapaaaa…. coba yang bilang penikmat tanjakaaannn…. Bodooohhh.. benar kita jauh-jauh kesini buat disiksa tanjakan…”

Akhirnya tanjakan maut ini berhenti mendera juga, kita disambut dengan puncak bukit yang menyejukkan sekali, bukan karena banyak pohon pinus, tapi karena ini puncak bukit tampak ratusan pohon pinus muda setinggi sekitar 2-3 meter. Setelah didera kepanasan matahari di bukit yang gundul akhirnya kita diberikan harapan juga dengan deretan ratusan bibit pohon pinus menyelimuti bukit ini.

Masuk ke hutan pinus Batukuda

Setelah melewati tanjakan bukit maut bin jahanam full dorong itu akhirnya sampailah di turunan lalu disambut dengan singletrack lumayan datar yang lebih bersahabat. Memori saya kembali terkoneksi, karena inilah singletrack tempat saya dan Om Sigit pernah berdua NI1 awal 2009 lalu. Di kepala saya segera nyambung link track ke arah kawasan hutan pinus Batukuda. CLICK !!

Dengan percaya diri dan seperti mendapat second wind akhirnya saya genjot sepeda melewati singletrack terus menerus sampai akhirnya memasuki kawasan indah hutan pinus Batukuda. Tak salah lagi…

Sedikit downhill di tengah hutan pinus ber rumput pendek terawat yang indah akhirnya sampailah ke tempat rekan-rekan berkumpul di warung-warung yang ada disekitarnya. Karena antrian teh manis panas rupanya cukup heboh, akhirnya saya menghabiskan tiga kotak tehkotak manis. Fyuh!! Emang inilah gak enaknya pakai blader/hydropack. Tidak seperti pakai bidon/botol kita bisa kontrol level sisa air minum kita. Tadi pas heboh-hebohnya nanjak dorong berat, air di punggung habis!!! Segera juga saya teguk air mineral sebagai penutup.

Pemandangan indah kawasan ini kembali memanjakan mata dan kamera. Saya puas-puas-in istirahat dan mengambil banyak foto.

Kawasan hutan pinus Batukuda ini adalah kawasan finish gowes nanjak saya dan Om Sigit sekitar awal 2009 lalu. Masih tak berubah, kawasan ini menyajikan pemandangan bilah-bilah batang pohon pinus yang lurus-lurus menjulur rapi keatas. Sangat pas dan indah buat dipakai untuk background fotografi.

Trip ini ditutup dengan traversing lagi ke arah turunan Panjang Geuleuh, tapi gagal karena di tengah jalan setelah melewati 2-3 punggungan kita masuk kampung setelah mendengar Om Isa sudah turun dahulu karena ada rekan yang mengalmai kecelakaan.

THE END

2 responses

  1. sayang event bersama cikarangMTB kemarin berbeda jalur yah om Anto, mungkin dengan trek yang ini bisa lebih gowasable. untuk lihat phot2 trek event manglayang start palintang silahkan tengok di http://juneexc.wordpress.com/2010/03/19/epic-ride-kaldera-manglayang-event-2010/

    kasih ide, kritik dan sarannya yah om anto buat newblogie ini😛
    Thx

    Maret 22, 2010 pukul 8:49 pm

  2. Ping-balik: Ride#29 – Batukuda, Bandung – Ramadhan Night Ride Uphill | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s