enjoy every cadence, every breath…

Kiara Payung – Batukuda bersama Goweser Bandung Timur #1

Perjalanan kali ini diputuskan dan direncanakan dengan tergesa. Memutuskan ikutan sehari sebelumnya, teng-go saja langsung berangkat yang penting gowes. Sudah kangen udara dingin Bandung. Berangkat dari Cikarang Minggu pagi berdua bersama Kang Yadi dari Cikarang.

Novel kali ini akan saya coba buat jadi ‘rebat-cekap’, artinya singkat padat… Hehe… moga2 bisa, soalnya udah biasa panjang dan geuleuh…

Jam 0410 0415 0420, jam weker hape saya berbunyi tiga kali. Tiga kali matikan tombol, tiga kali dilanjutkan tidurnya. Setelah jumat malam belajar sampai jam 3 pagi lalu loading sepeda Om Yadi jam 9 malam, akhirnya saya putuskan buat ganti ban dulu. Dari pengalaman di Galunggung, ternyata di turunan, menggunakan ban 1.8 dan 1.9 bukanlah keputusan yang membuat enak mengendalikan sepeda di turunan. Meskipun musim hujan belum lewat, saya putuskan melepas Medusa 1.8 di blakang lalu racing ralph di depan dan mengganti dengan Panaracer Fire XC PRO. Ban 2.1 dengan kembang besar, semoga membatu saya jalan pelan di turunan basah.

Start dari Cikarang

Jam 0455 menyamper Om Yadi yang sudah menunggu di pinggir jalan. Sorry pisan Kang, kacau nih jadwal bangun gara-gara ganti ban dan loading siap siap ampe jam 12 malam. Ngobrol sana sini tak terasa 0620 kita sudah mendarat di rumah Om Indra di dekat Cibiru, Bandung Timur.

Jalan raya utama dari Cibiru ke arah Sumedang ini ternyata ‘hidup’ banget oleh kegiatan bersepeda. Sambil menunggu rekan lain yang berangkat, gak henti-hentinya kita melihat rombongan demi rombongan pesepeda, baik mtb, road, hybrid, keranjang olahraga pagi. Amazing melihat sebegitu banyak sepeda lalu lalang tanpa henti. Tak terasa terkumpullah 40+ para peserta gathering GBT (Goweser Bandung Timur), lengkap dengan jersey GBT MTB-nya. Tampak juga teman-teman dari Terjal (Telusur Jalur Liar), wah, akan terlaksana salah satu mimpi saya hari ini, genjot bareng rekan-rekan Terjal.

Grup segera berangkat dan berkumpul lagi di sebelah kampus IPDN Jatinangor yang menghebohkan itu.

Nanjak dr samping kampus IPDN

Regrup segera dihitung dan berangkatlah rombongan ini melewati jalan aspal sebelah kampus IPDN. Saya sempat moto sepeda di depan kampus IPDN. Tanjakan dari IPDN ke arah bumi perkemahan Kiara Payung ini jalan aspal cukup mulus, hanya beberapa titik saja rusak, naik-manja penuh kejutan. Seputaran kampus IPDN rupanya memang masih tanah milik IPDN dan ditanami jagung. Rapiiiii sekali mirip kebun jagung yang kita lihat di film2 di luar negeri.

Sempat lihat Om Yadi sekilas, namun segera beliau melesat di depan, gowes nanjak masih sempat sambil becanda basa sunda dengan rekan-rekan Terjal. Nah, itu baru ketemu teman yang tepat… hehehe….

Teringat kembali genjot Batukuda yang lalu bersama Om Sigit Bikewear. Waktu itu kita NII di lereng Manglayang, hampir putus asa karena hanya ketemu rumput dan rumput dan poho, akhirnya mendapat anugerah ketemu Om Dadan dari kelompok Ngaprax Cileunyi. Mantap waktu itu kami bersepeda masuk ke singletrack di dalam kebun jagung itu. Meliuk liuk menembus jalanan selebar handlebar di dalam kebun jagung.

Tak lama habis juga ini kebun jagung dan mulailah masuk ke kompleks Perkemahan Kiara Payung. Bertemu dengan banyak sekali pesepeda. Akhirnya tanjakan ini ketemu titik kumpul berikutnya, di deretan warung dengan cantelan sepeda sudah siap didepan warung. Centelan sepeda seperti di AA Bike tapi ada panjaaaannggg banget. Semua penuh sepeda. Perkiraan saya pagi itu ada mungkin 100 sepeda kumpul di Kiara Payung.

Menyenangkan sekali melihat sebegitu banyak sepeda. Karena jalan ke Kiara Payung masih tergolong aspal mulus, jenis sepeda pun berbagai macam. Seperti ada acara khusus saja, jumlah pesepeda bisa sebegitu banyaknya di satu tempat. Adrenalin berdesir, meskipun saya segera mampir ke warung buat minum teh panas, beli air dan makan sedapatnya. Belum sarapan euy… Saya lihat om Yadi dan Om Didik Pjtv juga makan batagor dengan lahap.

Gubrak !!!

Sangat menyenangkan berkumpul bersama hampir ratusan pesepeda begini. Disini saya akhirnya bertemu juga dengan rekan Dadan dari Ngaprax yang pernah membawa saya dan Om Sigit ke singletrack heaven dari Batukuda ke Kiara Payung. Saya juga coba mendekat dan ngobrol dengan teman Terjal. Haduh! Nyarios Sunda euy… mampus saya cengar cengir doang.

Setelah sesi fotografi grup puluhan orang pakai jersey seragam GBT MTB (huhuhuhu… jadi ingat cikarangmtb blom punya foto keluarga) akhirnya perjalanan sebenarnya dimulai. Nanjak kita masuk ke Kampung Cikoneng. Ini jalannya berbeda dari yang saya dan Om Sigit dilewatkan oleh Kang Dadan dulu.

Donhill agak mengerikan ke sebuah lembah. Tampak di seberang segerombolan orang sedang dorong sepeda nanjak miring jalan kampung sempit. Haduh… Dari start tadi kamera saya selalu kalungkan di depan dada. Lama-lama terbiasa juga. Nah saat antri dorong sepeda keatas inilah peristiwa kepeleset itu terjadi. GUBRAK !!! Sepatu saya yang hard compound slip dengan sukses di permukaan jalan semen yang agak basah dan sedikit berlumut. Kamera dengan telak tertimpa tubuh saya. Dada langsung sakit sekali. Kata pertama yang saya dengar dari Om Indra, “Haduh, sayang kameranya euy…” Ampuuuunnnn… saya tidak dikasihani samasekali, langsung kepikiran kamera duluan.

Tanjakan miring hampir 45 derajat ini terus menerus menunggu. Sepatu mtb saya memang tidak cocok di medan semen begini. Jadinya malah kalau ada space-nya mending nginjak rumput atau tanah/lumpur di kanan kiri trek. Akhirnya kita masuk juga ke area kebun, lalu ke hutan pinus/cemara…

bersambung ke bagian berikutnya…

5 responses

  1. AH

    Mantap sekali nih …
    sayang sekali tidak bisa join ..karena harus ke darwin…. padahal isitri udah ngajak abis dari Darwin langsung ke bandung … pulang dari Darwin aja jam 23.30 … ya tidak usah maksalah … akhirnya GOA ‘Gowes Alone” ke AAbike besok harinya

    Moga rekan cikarang jadi kesini ..tapi jangan Feb ini …

    Februari 10, 2010 pukul 9:25 pm

  2. Ping-balik: Kiara Payung – Batukuda bersama Goweser Bandung Timur #2 « Harto Basuki

  3. Asep Sundamar

    waduh…jadi inget kampung halaman,, inget waktu masih suka hiking ama kawan2…pokona mah maju terus,, goweser bandung,,,

    Juni 22, 2010 pukul 1:50 pm

  4. Ping-balik: Ngabuburit Uphill & Night ride Batukuda « @antoix

  5. 0811806296

    Saya tertarik untuk ikut Gowes bareng di sekitar Manglayang, Palasari, Bukit Tunggul. Mohon informasi nomor rekan-rekan GBT MTB yang bisa saya hubungi (Saya dari Cibubur). Hatur nuhun (dadangsudrajat@yahoo.com – 0811806296)

    Juli 2, 2013 pukul 6:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s