enjoy every cadence, every breath…

GMM – Gowes Menjelang Malam

Gambar diatas nyobain nggambar peta di Wikimapia. Ini menggambarkan gowes sore menjelang malam tadi. Gowes sendirian saja berangkat jam 1711 dari rumah, terlambat 11 menit dari jadwal semula. Saat sudah berhasil menemukan sepatu, pake jersey model bike pants, lalu sudah mau berangkat, HUJAN !! Halah… Tapi kebelet genjot sudah tak tertahan. Pokoke sore ini genjot!

Semua jersey dan perlengkapan sudah menempel di badan, sempat heboh memompa ban belakang dulu. Heran, ini ban kok sampai separuh kosong begini. Rupanya ada bocor tipis. Yah… hujan… Melirik jam sudah jam 17 lewat. Berangkat dari rumah diantar butiran-butiran hujan. Butirannya gede-gede. Huenak kena ke muka.

Sudah 50 m genjot yah… lupa gak bawa minum.

Lewat di depan Alfamidi sepi, lirik ke jam di cyclo 1711. Wah, ini mah saya yang telat.

Menelusuri sisi offroad jalan sebelah kalimalang, lumayan seru karena ini jalan campuran tanah, kubangan air dan aspal rusak. Hujan tampak malu-malu, kalo kata orang jawa gojag-gajeg. Kadang turun dengan butiran-butiran dan deras, tapi kadang juga tampak sepi tak tampak butirannya. Yang jelas trek penuh dengan kubangan, segera jersey saya dan muka mulai kotor dan beberapa kali terpaksa membasuh muka dengan air hujan karena lumpur mengarah ke mata.

Berbelok ke arah Cibatu. Jalan jadi agak mendingan tapi tetap saja lobang-lobang aspal rusak plus kubangan menjadi santapan. Di tahap ini saya tidak terlalu memperhatikan cuaca. Biarkan saja dia apa adanya toh tidak banyak yg bisa kita lakukan. Saya nikmati saja sedikit speed dan meliuk-liuk menghidar dari lubang kubangan dan kadang malah sengaja masuk lubang. Setelah masuk lubang biasanya ban depan akan segera menghadiahkan cipratan air campur lumpur campur apapun ke muka. Haha… asik!

Tiba-tiba sudah melewati jembatan tol lalu sudah ketemu jalan ke kanan ke arah lippo. Sempat ragu, kayaknya kalau melihat cuaca dan akan masuk ke Greeland Mud lebih baik langsung lurus ya tidak ambil kanan ke lippo. Tapi akhirnya saya ambil kanan, kangen sama jalanan makadam ringan calon pintu tol dari lippo. Ada excitement tersendiri rasanya karena saya sedang napaktilas jalur ultah AA Bike. Waktu ultah AA Bike lalu saya tidak ikutan jalur ini.

Masuk onroad lippo, hujan tambah sedikit deras. Mulai tampak kilatan-kilatan petir. Tapi aman karena jalan onroad nanjak ini dilindungi rimbun nya pohon. Entah kenapa nanjak onroad ‘Onthel Club’ (ada tanda lalulintas-nya) kali ini terasa enak banget. Seinget saya ada empat tahapan tanjakan sampai ujung menuju Cibiru. Yummy yummy apalagi cuacanya dingin dingin enak. Udara dingin angin dingin tapi badan hangat karena gerak terus.

Saya lirik cyclo menunjuk cycling time belum 30 menit. Saya berusaha untuk mencapai 30 menit baru berhenti, untuk mendapatkan efek olahraga kesehatan-nya dari kegiatan genjot. Sempat ragu di ujung Cibiru, apakah mau belok kiri kembali ke cibatu atau lurus ke ujung aspal lalu Greenland? Rasa senang dan semangat membawa handlebar mengarah lurus, kebetulan juga turunan jalan mulus. Setelah masuk ke jalan aspal rusak saya baru sadar. Ini area hampir gak ada pohon atau yang lebih tinggi dari manusia. Cuaca mendung tebal menggantung. Saya mendapati diri saya di tengah padang dan dalam cuaca mendukung untuk petir!!

Ampuuunnn… sedikit panik dan ketakutan, saya balik kanan nanjak kembali ke pertigaan cibatu. Itu genjot cuma 200m tapi rasanya lamaaaa… banget. Benar-benar takut disambar petir. Sementara petir mulai berkilat-kilat di kejauhan. Tak ada siapapun di sekitar saya, kalo ada apa-apa juga gak akan ada yang lihat.

Alhamdulillah selamat sampai di bawah pohon bambu pinggir jalan ujung kampung Cibatu. Saya rasakan ban belakang kekurangan tekanan, saya lirik juga cycling time menunjuk ke 30 menit. Saya berhenti dan mulai memompa tambah angin untuk ban belakang. Ambil napas dikit. Ada beberapa motor dan mobil lewat di jalan kampung ini. Fyuh… At least ketemu manusia berkegiatan lagi.

Gak bawa minum jadi gak bisa isi kerongkongan, namun adrenalin saya segera naik kembali, pengen cepat sampai AA Bike buat dapat teh panas manis… hehehe… Tidak terlalu lama berhenti, hanya secukupnya tambah angin di belakang, segera meluncur lagi.

Genjot dari Cibatu ke AA Bike tambah asyik, meskipun kali ini jadi ingat sama ketakutan kena petir lagi, tapi hujan sempat deras lalu berganti berkurang ke gerimis. Perjalan ke AA Bike lewat jalur offroad sebelah kanan kali malang juga diselingi dengan cipratan air+lumpur yang sempat ke muka dan bikin mata pedih. Kayaknya mesti segera cari ganti kacamata genjot yang hilang di Galunggung.

Sampe di AA Bike jam 1711, disambut petir yang semakin sering dan hujan yang beralih deras. BRESSS….
Saya baru sadar baju saya depan belakang kotor boanget. Nyeberang ke warung seberang AA Bike dan makan sop panas+nasi+teh tawar panas…. Hhhhmmmm… MAK NYUUUSSSSS….

14km sampai AA Bike rata2 17km/j dan tercapai dalam kurang dari satu jam.

Tidak ada foto tidak bawa kamera. Hujan Bo! Di saku belakang jersey cuma berisi hp dalam kantong plastik (Maaf Om Xion, makanya gak denger karena HP masuk kantong plastik), tool set dan kunci rumah serta duit.

Data Cyclo:
cycling time 1:04:23
avg speed 17.3 km/j
max speed 35.5 km/j
distance 18.64 km
odometer 1224.9 km

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s