enjoy every cadence, every breath…

Ultah AA Bike: Greenland Mud Party part#1

Ini adalah cerita gowes saya di acara AA Bike Ulang tahun ke-1 pada 10 Januari 2010

Berangkat dengan sepeda keranjang

Malam sebelum gowes saya dalam keadaan kurang tidur setelah 3 hari berturut tidur malam. Rasanya pengen tidur cepat, tapi di hati yang lain pengen nongkrong di AA Bike, pasti ada yg bisa kita bicarakan atau bantu. Ujungnya malah mampir saja sore ke AA Bike, ketemu Pak Presiden yg semangat dg persiapan ‘bursa pasar sepedah’… Terlihat depan AA Bike sudah ada tenda.

Akhirnya malah harus ke pabrik di sabtu malam tapi alhamdulillah berhasil memaksa mata untuk tidur sebelum jam 10mlm.

Pagi2 berangkat dengan Eyang AN. Berangkat/pulang ke AA Bike bersama Eyang selalu menyenangkan. Biasanya gowes onroad ke AA Bike adalah gowes membosankan yg seperti tak berujung. Bosen jalan mulus-nya… Tapi gowes bareng Eyang selalu memaksa saya mengikut pembicaraan yang pasti memeras otak, hati, dan meningkatkan level ke-ikhlas-an. Hehehe…

Sampe di AA sudah heboh meskipun masih sepi. Gesar geser meja, atur tempat layar, tahu-tahu sudah mulai berdatangan para tamu. Untung saya sempat mengabadikan AA Bike saat masih ada dua sepeda yang parkir, sepeda Patrol Eyang AN dan Cozmic saya. Karena ini akan jadi pemandangan yang langka hari itu. Sepanjanghari Tegaldanas akan dibanjiri ratusan sepeda berbalut lumpur…

Ada adrenalin yang menggelegak, menit demi menit berlalu. Mobil demi mobil datang termasuk rombongan dari Bandung yg berangkat jam 5 setelah subuh. Pusing juga me-refresh ingatan terhadap memori wajah dan nama. Saya lemah banget disini. Heboh heboh antara sapa menyapa, kenalan, memotret dan ngobrol nyampur sampai akhirnya sudah lewat jam 7 pagi dan amazing! Ratusan sepeda parkir berderet-deret panjang di seputaran AA Bike. Ini bukan funbike biasa. Rata-rata sepeda adalah sepeda offroad dan sepeda gunung. Jadi pemandangan seperti ini tentu membuat hati saya berdesir….

Sudah sebesar ini ‘audiens’ AA Bike…

Sebegitu banyak orang, saya berusaha mengingat sedikit banyak tema pembicaraan dan pertemuan-pertemuan yang menarik.

Sebagian dari teman-teman yang tersebut

Bertemu teman-teman gowes galunggung selalu membangkitkan emosi tertentu. Berdesir kembali adrenalin dan memori suasana trip yang tak terlupa itu. Om Steph masih dengan sendal Crocks nya. Ampun deh Om… Om Deni muka-nya sumringah banget, mungkin karena akan bertemu PanAyoe. Om Haris datang dengan Junior-nya sehingga membuat beliau kembali menikmati sepeda Panasonic yg legendaris. Om Didi PJTV datang dengan kru lengkap dari Bandung, plus rombongan juga. Om Wied dan Om Didi mengabarkan kalau upgrade brake sebagai ‘hikmah galunggung’. Om Acu dengan muka kuyu, katanya habis semalaman huhujanan putar-putar Jakarta. Om Dewa datang dengan tas yang jauuuuhhh lebih kecil. Om Sigit malah dengan tas besar isinya jersey dagangan. Om Qodrat cool banget, siap jadi kapten yg baik, Om AN sibuk banget sampe susah dipegang buntutnya. Om Hanif datang dengan Aerio pas saya start.

Om Maryanto dengan tim scheider ‘beneran’. Soalnya ada yg pake baju ijo scheinder juga tuh pas ke Tasik, hehehe…

Om HPW mengejutkan kita, dan kemudian sedang saya temukan di dekat sepeda Om Steph. Membahas kecanggihan sepeda itu melahap turunan batu seperti jalan mulus saja. Teman membahas-nya juga ‘tepat’, Om Yadi.

Om TJ datang dengan muka kuyu. Meskipun sepeda full gear termasuk nomor start Sentul UPHILL, tapi tampaknya beliau masih memendam hasrat karena kasus ‘pemalang’.

Om Prama, salah satu pesepeda paling nge-top dibicarakan di AA Bike. Datang dengan semuanya serba merah-hitam-putih.. weleh… Mertaput sejati !!

Rombongan-rombongan dari jauh dan dari seputaran Cikarang juga banyak banget datang.

Namanya saja ada ratusan pesepeda, excited sekaligus kuatir. Masih kebayang suara hujan mengguyur Cikarang lebih dari 3 jam semalaman…
Mohon maaf untuk Om-Om yang tidak tersenggol namanya disini…

Gowes cantik bersama Arya, Enggar, Devin dan Asep HWK

Saya mendapat pertanyaan yang cukup berat untuk dijawab pagi itu. “Om, fotografer yang untuk onroad tidak jadi datang. Gimana ya Om baiknya?”. “Saya aja Om…”, kata saya spontan. Mmm… pasti Om Adjie merasakan ada hawa penyesalan juga di tekanan kata saya. Segera kemudian hati saya diguyur dengan air sangat dingin saat Om Adjie bilang, “… Sekali-sekali Om Anto low profile…”. Wakakakakaka… Langsung ilmu ikhlas dan NI1 yang sudah terlalu sering saya baca dan dengar menghapuskan semua keraguan.

Pasti ada obyek human interest yg menarik juga!! Dari sejak gowes Patin saya sudah terkagum-kagum dengan cara Arya menggenjot sepeda specialized M3 yang sebenarnya ukuran bokap-nya…

Jadilah pagi itu saya memotret gowes onroad. Tapi masih sempat melihat wajah cukup tegang dari Om Qodrat sang kapten. Melihat para peserta offroad satu persatu genjot nanjak ke jembatan tol depan AA Bike. Start gowes onroad sangat kontras. Diikuti hanya tidak sampai 15 sepeda dengan kapten Om Asup. Diantara fotonya sudah saya kirim di subject “Young Guns” ini.

Bersama seorang peserta dari Brimob (aduh, maaf lupa namanya) saya temukan diri saya genjot sangat nyantai bersama Om Haji Irawan (ayahanda Om Rendra). Sementara Om Asup, beserta para young guns, seorang Ibu dengan dua anak lelakinya, sudah melesat dan mulai tinggal terlihat titik kecil saja di depan.

Mendekati ITB group belakang bertambah dengan Arya (Pak Tri Junior) yang tampak kepayahan dengan sepeda super besar untuk ukuran anak 8 tahun. Memindahkan shifter-nya pun Arya harus menggunakan tangan-nya, bukan jempol atau jari seperti kita. Tapi jangan ragukan enthusiasmenya!! Mukanya dan matanya bersinar dan bercahaya. Penuh semangat seperti anak kecil mau diajak ke DUFAN. Tidak ada sebersit pun minder, malu, apalagi gentar.

Sempat ada split yang lebar dengan gowes yg di lead Om Asup, akhirnya kita ketemu lagi saat akan nanjak ke kampung Cibiru (?) dekat Polsek keluar kampung dari Deltamas. Aha! Ternyata ada kejutan lain!! Saya temukan dua nama besar dan senior di dunia MTB yang ikutan grup ini di belakan Om Abenk; Om Asep Hwarakaduh dan Om Devin!! Buset. Gowes saya jadi berubah dari gowes bersama kids and moms jadi gowes gahar gini melihat pesertanya…


Photo by Om Rendra saat nanjak perbukitan Cibatu ke Greenland

Mutar ketemu jalan besar delatamas sampai akhirnya masuk ke Greenland…
Ini pertama kalinya saya menyentuh Greenland (kampungan ya?)
Om Asup membisik, “Nanti mereka akan turun dari sebelah pabrik itu, yang ada tower air-nya, di sebelah warung…”

Inilah tiba saatnya kami melihat titik-titik hitam di perbukitan Cibiru Lippo dari arah Greenland Deltamas…

The Greenland Mud Party

Pernah dengar “Boston Tea Party”?
Gimana kalau kita namai ini “Greenland Mud Party” ??

Seperti semut di kejauhan, tampak titik titik kecil, siluet berwarna hitam, merayap memenuhi sisi bukit dari Greenland. Semakin merapat dan merapat, mulanya lima, tampak sepuluh, duapuluh, empat puluh, enampuluh bayangan nguler, berhenti. Seperti kebingungan. Ada yang berhenti, ada yg tanpa ragu mulai turun, ada yang balik kanan, ada yang seperti musisi jazz, improvisasi sendiri.

Salut untuk rekan-rekan yang tanpa berpikir panjang langsung terjun ke dalam ‘kawah candradimuka’. Tampak segera butiran-butiran hitam turun dari bukit, dan mulai tertatih-tatih merayap di lautan tanah urug-an yang setelah hujan semalaman berubah menjadi semacam kubangan lumpur. Kebayang sih, nanggung. Kalo ada di tempat pasti saya juga terjun. Tapi ini jaraknya ada kali 1km panjang kawasan ‘kawah candradimuka’ ini…

Om Asup memberikan info bahwa jalurnya salah, seharusnya adalah turun di tempat lain, yang lebih tidak berlumpur, di dekat tower air sebelah warung. Sempat ketemu satu peserta terdepan dengan tergopoh-gopoh kelelahan memanggul sepeda, saya putuskan mulai ambil foto dan maju jalan kaki masuk ke dalam “Greenland Mud Party”.

Sambil berjalan, memotret, saya informasikan ke tiap peserta yang saya temui bahwa ada jalan yang lebih tidak berlumpur, namun ada di sebelah kiri trek. Menyusur sebuah punggung bukit lalu turun ke kawasan industri di sebelah tower air. Tapi tentusaja banyak yang berpikir ‘lanjutkan saja, toh sudah disini’.

Suasana Greenland Mud Party sangat heroik… Kembali saya menemui suasana yang berbeda dari yang saya bayangkan. Ternyata sebagian besar wajah teman-teman berbalut lumpur itu dalam wajah yang tetap tersenyum ceria, meskipun tampak raut kelelahan dan beratnya deraan fisik yang luarbiasa. Mungkin situasi mirip sekali dengan kita di DUFAN, dan terlanjur sudah duduk di kursi KORA-KORA. Sudahlah nikmati saja dan kita jalani sensasinya.

Kemudian saya refleksi kembali, sebenarnya tidak ada jalur yang *salah*. Seperti sudah dijelaskan oleh Om QOdrat di email yang lain: ada banyak jalan menuju Roma. Silakan pilih petualangan anda sendiri… Luarbiasa !!!

bersambung ke bagian kedua…

4 responses

  1. Ping-balik: Epic Ride – Kaldera Manglayang event 2010 « My Journal, Activity And Hobby

  2. Ping-balik: CBP – Soft Launching Cikarang Bike Park « My Journal, Activity And Hobby

  3. DANI SETIAWAN

    Salam Goweser

    Salut untuk AA bike, btw boleh minta info tentang spesifikasi bagasi untuk loading sepeda ke motor vespa seperti foto diatas.

    Terima kasih
    Salam Goweser

    Mei 26, 2010 pukul 4:52 pm

  4. Ping-balik: TONGSIS RIDE – 5 th AA Bike – CikarangMTB | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s