enjoy every cadence, every breath…

Galunggung Trip: Uphill ke Kaldera Galunggung #2

Tulisan ini lajutan dari bagian petama…

Segera setelah minum teh, sprite, kopi, cocacola, krupuk, indomie, gorengan dlsb, kita lanjutkan perjalanan dipimpin oleh Eyang AN. Blusuk… kita masuk ke rerimbunan perdu dengan tanah kita menjejak tumpukan pasir hitam. Setelah sempat kebingungan dan sedikit NII kita akhirnya menemukan diri kita mendorong sepeda, di singletrek yang full pasir, dengan kiri kanan pohon perdu. Kita sedang mendaki ujung akhir bibir kaldera Galunggung.

Kalau saya bilang trek ‘berpasir’ ini benar-benar lebih dari yang kita bayangkan. Pokoknya kita tidak pernah lihat tanah. Kita selalu lihat pasir pasir dan pasir. Ketebalannya? Gak tau deh. Setiap kita mendorong sepeda keatas susahpayah, kaki melangkah naik, segera kaki akan terperosok dan melorot karena karakter pasirnya. Benar benar sulit, terutama buat Om Haris yang saya amati bukan pakai sepatu tapi pakai sendal gunung. Pasti licin sekali. Kita ngos ngos an bukannya karena genjot tapi asli dorong sepeda miring diatas pasir gini benar-benar berat!! Kadang kita sedikit putus asa dengan kaki yang terus melorot padahal kita sedang berusaha diam dan mengambil sedikit napas lega.

Untungnya kita dihibur oleh pemandangan yang… aduh!! AMAZING !!! Pemandangan khas gunung sekali.
Tampak dikejauhan pedesaan dan kota Tasikmalaya ada dibawah awan dikejauhan, di bawah. Kita seperti diatas awan. Cuaca cerah angin segar, tapi ini trek pasir seperti tak ada habisnya. Model nanjak un-gowesable-dorong di trek sempit begini mengingatkan saya pada bagian nightmare di trek Papandayan. Cuma bedanya waktu itu batu dan tanah keras.

Langkah demi langkah kaki, meter demi meter kami lalui. Ternyata tiada yang abadi, termasuk nanjak. Kita disuguhi oleh beberapa section singletrack agak mendatar sehingga sepeda bisa digowes lagi. Trek agak berbelok ke kanan, menyusuri sebuah punggung bukit sambil sedikit menaikinya, jadi tidak ekstrim nanjak seperti saat awal dorong tadi. Di sebelah kiri kita jadi punggung bukit pasir penuh perdu sementara di sebelah kanan trek adalah lembah jurang dengan suara air terjun/sungai yang semakin jelas terdengar keras.

Campur-campur antara dorong dan genjot akhirnya kita sampai juga di tubir kawah Gn Galunggung. Segera semua terperangah, di bagian dalam kawah, terdapat seperti cekungan super besar berdiameter bekilo kilo meter, seperti sebuah dataran tinggi/lembah, dilengkapi dengan danau tenang didalamnya. Narsis segera dimulai meskipun Om Deni dan Om Dewa belum tampak muncul.

Semua beratnya medan dan kerjakeras uphill serta berjam-jam setir untuk perjalanan ini, terbayar sudah dengan pemandangan yang terhampar dibawah… Pemandangan yang biasanya kita hanya lihat di Kalender/Kartu Pos Souvenir kali ini kami lihat dengan mata kepala sendiri.

Bagian selanjutnya trip ini tidak dilakukan dengan sepeda. Rekan-rekan turun ke dalam kaldera kawah Galunggung. Photo session di pinggir danau.

Lalu kembali ke tempat menginap (cipanas), berkemas, dan turun ke arah Tasikmalaya (jauh juga 24km) kembali ke rumah Om Deni saat makan siang. Berebutan mandi segar ganti baju kering lalu pulang ke Cikarang. Sempat terjadi sedikit insiden dengan rem Om Didik saat turun ke Cipanas.

Dengan ini segala novel edisi antoix sudah selesai, tamat beneran.
Terimakasih untuk semua aktor yang terlibat dalam novel ini.
Sampai bertemu di trip bersepeda berikutnya…
Salut untuk Cikarangmtb dan Mountain 12, will be happy to do other trips with you guys…

Om Deni dan keluarganya terimakasih atas hospitality dan luarbiasa keramahtamahannya…

Semoga Om Hanif dan keluarga diberi kesabaran dan Om Hanif segera bisa sembuh dan genjot seperti sediakala… Track-nya terbukti maknyoosss josss markonyossss top markotop gud marsogud… Kami sangat dambakan trek trek berikutnya yang sejenis.

Galunggung Epic Ride juga ada di thread sepedaku.com…

Laporan trip ini didukung oleh Bikewear…

logo bikewear

3 responses

  1. ehp

    wah, kapan ya saya bisa seperti anda semua seru bersepeda bersama di alam terbuka dan disusuri pegunungan yang terhampar… salam kenal….

    Februari 21, 2010 pukul 3:21 pm

  2. tiyo

    punya track log nya nggak ? kirim2 donk…..

    Desember 28, 2010 pukul 8:46 am

  3. Ya

    Ww sarah khairunnisa@ yahoo coid

    Desember 28, 2010 pukul 3:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s