enjoy every cadence, every breath…

Icip Embrio, Bogor: dunia serasa milik berdua, kita dan sepeda tunggangan kita..

Cobalah pagi ini membuka sebuah minggu dengan lebih semangat… caranya? Nulis deh (basi banget !!)

Pernah suatu saat saya NR bareng tmn2 Cikarang, sekitar dua taun lalu. Kalo gak salah itu pengalaman NR pertama kali deh. Wadoh… orang kok genjot nya cepet-cepet yah… saya keteteran hanya untuk tetap berada di grup genjot. Mana malam itu diiringi hujan lebat, kita NR melewati jalan kampung yang setiap lobangnya jadi kubangan air dan lumpur. Asik sih, karena sensasi NR memang berbeda, tapi tetap saja, namanya tertinggal kok ya menyiksa…

Salah satu kejadian NR malam itu adalah kita masuk ke sebuah kubangan lumpur, para senior dengan enaknya bisa ngiclik melewati kubangan lumpur yang hampir meredam separuh ban itu dengan enak saja. Saya, yang belum ngerti cara pake shifter dengan baik dan benar, tentusaja berhenti di tengah kubangan. Kaki kanan masuk ke lumpur menahan beban tubuh dan sepeda. Saat kemudian mencoba melangkah, sendal gunung yang saya pakai, sebelah kanan tertinggal di dalam lumpur… Wakakaka… yang tentusaja susah banget buat mencarinya lagi. Kocak kalo ingat.

Kemarin di bogor saya merasakan kembali feeling serupa ini. Wadoh… Rasanya udah ngosh-ngosh, tetap saja kok ya itu orang2 bisa satu dua bukit di depan saya sih? Pertanyaan yang sering saya dengar jadi terngiang-ngiang di teling, “Makan apa ya mereka???…”

Tapi sebenernya genjot bersama grup yang kuenceng itu enak banget. Sebenarnya kita yang menentukan speed dari grup. Grup pasti menyesuaikan dengan kecepatan kita sebagai pesepeda terpelan. Jadi, speed team jadi pas dengan speed kita. Ini huenak. Bersepeda paling huenak tuh sebenarnya kalau kita gunakan irama kita sendiri, genjotan dengan putaran pedal yang sesuai dengan kemampuan kita. Wuih… dunia serasa milik berdua: kita dan sepeda tunggangan kita..

(seperti ditulis di mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com )

(detail trip bogor 15 Nov 2009)

Trip bogor ini adalah trip saya yang pertama dengan cara mendatangkan diri begitu saja di Lippo Kebunraya jam 0615 pagi. Berdasarkan info nelepon Om Oni dan Om Dhani, sialnya keduanya tidak genjot minggu pagi ini, saya jadi merasakan seperti dua tahun lalu: datang begitu saja ke tempat berkumpul pesepeda, tanpa mengenal satu pun diantara mereka. Ini pengalaman persis saya alami November 2007 sehingga akhirnya berkenalan dengan 1PDN.

Saat saya datang baru ada satu pesepeda (Pak Dokter?) sampai akhirnya bertahap jam 0730 saat berangkat ada 15 sepeda berkumpul namun hanya 7 sepeda yang genjot sampai Pamonahan.

Genjot jalur turun di Ramayana lewat kolong jembatan kereta api lalu pertigaan belok kiri, tidak seperti ke Sukamantri yang pertigaan belok kanan. Dari situ kita masuk ke perkampungan di sebelah kanan jalan, lewat jalan yang semakin menyempit sampai hanya cukup untuk motor papasan mepet saja. Tau-tau nembus ke kompleks BNR (Bogor Nirwana Resort?).

Wadoh teman-teman bogor dibawah komando Om Wei Min ini kuenceng-kuenceng. Saya setengah mati berusaha mengikuti irama gowes mereka.

Lingkungan BNR cukup asri buat dipandang pagi-pagi hari minggu begini. Landscape achitecture-nya keren juga. Tapi jalannya secara manis manja rolling lembah dan bukit, dan terakhir ada tanjakan yang cukup panjang menuju sebuah jalan aspal berbelok kekiri. Ini jalan kembali masuk ke perkampungan keluar dari BNR.

Jalan kampung ini lebih ‘kejam’ dari BNR yang tentusaja lebih landai slope-nya karena kawasan yang dirancang secara arsitektur. Kita mendapatkan kejutan-kejutan tanjakan dan turunan tajam aspal rusak, sampai selanjutnya masuk ke sebuah singletrack dan jalan menanjak singletrack tanah basah yang licin segera menyambut kita. Mantep banget. Tapi ban belakang SmartSam yang cenderung low rolling resistance di belakang benar-benar terasa licinnya di tanjakan seperti ini. Mampus deh. Saya jadi rindu sama Maxxis Medussa yang terlipat rapi di rumah…

Akhirnya kita melewati 3-4 tanjakan bukit trek tanah keras basah ini dan masuk ke jalan aspal sebuah kawasan resort (lupa namanya euy). Terjadi regrup disini. Dan saya hanya menyisakan satu rekan di belakang ternyata. Semuanya kuenceng-kuenceng di depan.


foto-foto diambil dari facebook rekan-rekan pesepeda Bogor…

Sebenarnya menarik sekali lanjutan trip nya yang menuju ke Embrio dan melewati trek downhill yang katanya sudah berbulan-bulan tidak dikunjungi oleh rekan-rekan Bogor pimpinan Om Wei Min ini. Saya memilih untuk balik kanan karena sudah janji sama yang di rumah buat tidak full day biking hari ini mengingat ada sodara-sodara jauh akan berkumpul.

Perlu dicoba lagi genjot bareng rekan-rekan Bogor…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s