enjoy every cadence, every breath…

Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (1)

Kucoba menuliskan novel ini….
halah! wakakaka…

Anggap saja menulis ini jadi refreshing, something spice up my days… Setelah minggu lalu diterpa kewajiban menyetir bermacet-macet (iya, meski 10+ thn tinggal di jabotabek sini, masih gak biasa macet) ditambah awal minggu ini kok ya semuanya ngumpul jadi satu.

Tapi kali ini saya akan tulis agak beda deh, tidak deskriptif, tapi lebih ke cerita pengalaman2 dan momen2 spesifik saja. Namanya juga ngetik santai disela kerja, jadi ya sekadarnyah….

AN020771

Kita berangkat dari AA Bike jam 7 pagi, terlambat sejam dari rencana semula.

#1
AN020791

Melewati J3, begitu masuk jalan offroad setelah pertigaan cibatu segera ada yang berteriak dari pinggir jalan, “…aduuuhhh.. mau kemana… *belok* (baca: berlumpur) jalannya…”. Masih tercampur excitement gravel+tanah keras berbatu jalan ini segera kita dikagetkan dengan gonggong-an anjing. Sang anjing tampak semangat empatlima berlari mengikuti irama genjot kami. Lho, gimana sih, rupanya gak cuma NR, anjing disini tetap saja menggonggong di pagi hari….

Lalu setelah sempat saking ngebut-nya botol minuman salah satu member trip terjatuh, kita akhirnya menikmati tanjakan pertama. Tanjakan jiper jilid 2. Tanjakannya sendiri dari namanya sudah mencerminkan, ditambah kubangan lumpur ada dibawah lembahnya. Lengkap !! Lagi2 saya trip dan turun ketanah saat baru setengah lewat sedikit. Makin penasaran sama ini tanjakan.

AN020796

AN020814

AN020822

Lalu masuk kampung, dan kembali kita dengar gonggong-an anjing mendekat. Rupanya kampung-kampung ini sangat jarang dilewati orang asing sehingga bau tubuh kami sangat menggoda buat para anjing menunjukkan kemahiran mereka menggonggong.

AN020828

Keluar kampung sayang banget twisty singletrack plus jembatan sempit jadi basah, licin dan di beberapa tempat berlumpur. Huh! Tempat favorit jadi gak bisa leluasa dinikmati….
Alasan aja sih, karena rekan rekrutan baru Mertaput, Om Didi, dosen kita hari itu dengan santainya menunjukkan skill beliau menjaga keseimbangan melewati semua rintangan. Membuat saya dan eyang AN cuma bisa garuk2 kepala yg pake helm ini….

#2

AN020831

Sempat saya berhenti melihat kawanan kerbau mau melintas. Jadi teringat gowes berdua Om Sigit bbrp waktu lalu bukan kerbau yang minggir tapi kita yang terpaksa masuk sawah karena kerbau nekat menjajah singletrack. Kali ini saya ambil foto Eyang Dieng bersama kerbau. Difoto hanya tampak seekor kerbau, pada kenyataannya ada sekitar 5-7 ekor kerbau besar2 sekawanan. Pas banget. Sepeda berlumpur ketemu kerbau.

AN020840

Lewat area kerbau saya sudah ditunggu dua rekan di sebuah jembatan. Jembatan bambu dengan papan selebar jengkal tangan. Saya berhenti dan geleng2 mendengar cerita tadi (lagi-lagi) Om Didi dengan santai melewati jembatan darurat ini (jembatan permanen sedang dibangun) dengan genjot diatas sepedah. “Perjalanan masih panjaaang…” kata saya dalam hati menghibur sambil melihat dalam nya selokan jika kita terjatuh.

Sambil genjot santai-santai-ngebut, di jalan gronjalan berbatu (sisa hujan tapi gak sampai bikin jalan berlumpur) saya bercerita dg Eyang AN ttg Golepag edisi pertama, sekitar setahun lebih yll bersama Om Yadi speedy di jalur ini. Termasuk juga cerita kami hampir melindas ular hitam yang sedang menyeberang jalan pulang berburu. “Disekitar sini nih… hampir lindes ularnya…” kata saya. Tak lama kemudian Eyang AN tereak kaget karena ban sepedahnya hampir/sudah melindas seekor ular yang menyeberang…

De Ja Vu…

Keluar jalan beton kami memasuki kampung Nagasari menanjak ke arah SD nagasari. Wuihhh… memang sensasi NR lebih mantap meskipun kalo siang gini juga seru karena kampung ini rimbun banget dan banyak jembatan bambunya.

AN020843

Tiba-tiba kita sudah di pasar pertigaan pasirkupang dan membeli perbekalan. Sempat cari pisang buat bekal tapi gak nemu yang mateng, saya liat Eyang AN tampak sibuk terus memelototi gadgets bebeh nya… Dalam hati saya bilang, “Wah…. gawat…. alamat NI1 dimulai nih….”

AN020847

#3

Lagu yang sudah sering saya dengar diputar kembali…

“OM, gimana kalo kita coba jalan ini….”
sambil jempol sibuk naik turun kiri kanan atas bawah, mulut nyerocos terus menjelaskan dan mencoba meyakinkan kalau ada kemungkinan jalan yang lebih menarik.

Wuikikikiki…

Masak Mertaput mundur ditantang nyasar sama CiPOC?

Jawabannya saya serahkan Eyang AN untuk menyambut cerita ini. Beliau yang paling berhak menceritakan apa yang kita jalani sampai tembus ke nasi uduk di daerah Bojong Mangu (??), lalu tembus jalan besar Cariu’-Loji, menikmati tanjakan-tanjakan disitu…

AN020870

AN020879

AN020896

Saya memilih memotret Maudy K sebagai bekal kalo ada yang nanyain foto teteh, sambil isi penuh-penuh bidon minuman sapa tau dibawa nyasar ke daerah tak bertuan… wuikikiki…

(lempar bola ke Eyang AN, silakan digiring sampe gerbang desa Philips)

bersambung ke bagian kedua…

2 responses

  1. Ping-balik: Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (2) « Harto Basuki

  2. Ping-balik: Bikewearr Century Ride Cigeuntis – WJxc Ride#28 | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s