enjoy every cadence, every breath…

Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (2)

tulisan ini lanjutan dari bagian pertama…

#4

Memang sudah sekitar dua bulan berjalan keadaan tidak memungkinkan untuk bike to work. Kerasa banget di trip ini. Ditambah lagi karena semalam baru tidur jam 2 pagi. Lalu berseliweran cerita yang beredar kisah resiko bersepeda jika kita tak bisa mengatur dan menjaga batas kita sendiri. Sepedahan kali ini saya pakai benar tuh ilmu memanjakan diri sendiri, dan gak perduli dengan irama genjot rekan yang lain.

I’m cycling in my own rhytm, and enjoy each cadence…

AN020859

Akibatnya?
Bisa diduga karena Eyang AN sebagai leader, lalu Om Didi yang menempel ketat ban depan-nya di ban belakang Om AN juuuhhhh…. di depan, jadilah saya sweeper yang baik sekali. Kadangkala saya juga memilih buat mengisi air dan berhenti sebentar ngadem bawah pohon, mengatur nafas dan (yang terpenting) detak jantung.

AN020876

AN020897

AN020901

Di perhentian gerbang desa Philips ternyata Eyang AN dan Om Didi sudah menunggu dengan penuh kekhawatiran, padahal saya isi bidon dengan air dingin dari dalam kulkas hanya 300m meter sebelumnya. Jadilah istirahat besar dua kali berturut. Kita sambil cekikikan membaca komentar dan celotehan iri hati rekan-rekan dari milis (ini bagian paling menyenangkan trip hari kerja).

AN020907

AN020910

#5

Perbukitan dengan ujung-ujung runcing bukit, mirip banget yang sering kita lihat di kalender dan majalah-majalah traveling segera menyambut kita di sekitar desa Philips ini. Otomatis medan juga berubah menjadi lebih besar kemiringannya, meskipun tetap rolling. Dan, yang tak kalah menakjubkan dan bikin kangen selain kemiringan-nya adalah jalan gravel dan suara berderak ban sepeda kita melindas jalanan.

AN020913

dddrrrdrdrdrdrrrrrdrdrrrrrrrttrrr…

Bayangkan medan seperti seputaran jalur sumur gas di Cikarang, namun dengan rolling kemiringan dan berbelok-belok yang lebih intens. Beberapa kali member trip ini tampak berteriak kegirangan mengalami ekstasi mental. Meninggalkan orang-orang sekitar jalan ini yang bengong sambil geleng-geleng kepala melihat “orang kurang kerjaan olahraga di siang bolong di hari kerja”

AN020919

Pinnacles perbukitan semakin mendekat, degub jantung karena excited semakin keras, namun harus ditutup dengan kekecewaan karena menemui sungai Cigeuntis, yang di trip akbar yang lalu berkesan luas tak berbatas sangat eksotis, ternyata di akhir musim kemarau ini telah berubah menjadi jerawatan (karena gundukan-gundukan batu kerikil dan pasir) serta bopeng-bopeng (karena digali lubang-lubang mencari pasir). Cocoknya ceritanya pakai foto.

AN020923

AN020932

Walaupun baru sekitar 30 menit yang lalu kami istirahat namun kita putuskan untuk istirahat lebih lama lagi di warung pinggir sungai ini. Disinilah gambar “easy like monday morning” itu diambil. Berbaring di papan bambu dengan angin bukit yang dingin semilir… wah, rasanya pengen berhenti dan bikin tenda nginep disini.

I am easyy…..
easy like monday morniiing…

AN020943

leyeh-leyeh sampe hampir ketiduran…
angkat kaki dengan latar belakang pemandangan super indah…
surga dunia di hari dan jam kerja

“Ayo kita berangkat lagi….!!! ”
Jiaaaah… ada yang memberi komando tuk brangkat tuh…

bersambung…

2 responses

  1. Ping-balik: Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (1) « Harto Basuki

  2. Ping-balik: Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (3) « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s