enjoy every cadence, every breath…

Lika liku markir sepeda di rumah…

Topik klasik yah?

Tapi buat saya yang punya rumah tipe kecil, ini hal yang sulit dan perlu trik khusus. Kita harus bersiasat dengan:
– rumah (dan otomatis) space tersedia yang sempit
– habis genjot offroad sepeda kotor
– jangkauan anak kecil (horror story ttg terjepit ban belakang)
– berdiri atau digantung?
– di tembok atau di atap?
– dikunci atau tidak?
– di depan atau di belakang?
– dikerudungin atau dibiarkan berdebu?
dan….
– sering dipakai atau tidak (hehehe…)

Saya pernah coba digantung di tembok. Pulang kerja saya temui sepeda sudah tergeletak jatuh dengan sukses dan menimpa koleksi tanaman yang daun-daun nya tumbuh pun kita tunggu.

Saya pernah taruh di ruang tamu, lebih bisa sering dipandangi dan dikagumi, tapi paling ribet kalau kotor dan belum sempat mencuci

Saya pernah kunci untuk keamanan tapi kok seperti gak keren, sepeda gunung kok dikunci… wakakaka…

Ini pada akhirnya yang saya lakukan pada dua sepeda di rumah sekarang…

parkir dibelakang

AN081207

AN110267

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s