enjoy every cadence, every breath…

1PDN Dieng Bash: Etape#3 Menara Pandang-Dieng Plateu

Tulisan sebelumnya dari Etape#1…
Tulisan sebelumnya dari Etape#2…

AN249658

Foto diatas adalah keindahan di seputaran menara pandang. Foto keindahan ini menipu. Karena pada kenyataannya matahari serasa dekat sekali dengan kepala. Trip Dieng buat saya adalah trip yang aneh karena saya genjot tanpa helm, helm ketinggalan di Bandung.

Setelah beristirahat secukupnya, sorry, mungkin sebenarnya belum cukup, Om Kartono tampak masih sangat menikmati tidur-tiduran di lantai menara pandang. Wah, pilihan yang sulit. Tapi hari semakin siang semakin panas, rasanya setiap kita tunda lima menit matahari akan mendekat 5cm keatas kepala. Akhirnya sekitar 30 menit di belakang rombongan depan Om Indra- Om Bimsky- Pak Slamet, kami berangkat.

AN249662

Selain helm, ada lagi yang tertinggal hari ini, arm warmer (penutup/pelindung tangan dari sengatan matahari). Terasa sambil gowes bagian atas tangan sudah terasa panas dan sakit. Sudah terasa benar saya terkena sunburn. Saat ketinggian area mendekati 2000m dpl ternyata angin dingin tapi matahari panas sekali.

AN249679

Karakter tanjakan setelah menara pandang adalah tanjakan yang merayap di bibir dan punggungan. Ini menyebabkan tanjakan relatif lurus dan sedikit berkelok-kelok. Tidak seperti di seputar Tieng di Etape#2… yang berbelok-belok tajam. Benar benar sangat menyiksa sekaligus menantang; genjot di medan tanjakan-tanjakan lurus tanpa henti dan panas sekali. Saya baru sadari kemudian bahwa mendekati 2000m dpl otomatis mempengaruhi metabolisme tubuh kita karena semakin tipisnya oksigen di udara. Seperti juga di Papandayan, saya lupa akan kenyataan ini. Yang terasa adalah lemas. Kaki rasanya sudah sangat ringan tapi juga kendor. Berat sekali menggerakkan otot-otot kita.

AN249693

Disini saya bahu membahu bersama Om Kartono, kalo merasa lemas ya langsung saja berhenti dan saling menyemangati. Dalam keadaan seperti ini rasanya ada teman menjadikan perjalanan jauh lebih ringan. Dengan tidak sendiri selalu ada energi baru dari rekan kita.

AN249697

Om Kartono beruntung. Bahkan pinggiran jalan selebar tak lebih dari 30cm pun bisa dijadikan tempat rebahan, dan (herannya) bisa tidur dengan nyenyak.

Kita mendapatkan kembali second wind setelah akhirnya mencapai jalan agak mendatar lalu menemui gerbang “Dieng Plateu”. Rasanya seperti sudah berhasil mengalahkan seluruh dunia, dan terutama, diri sendiri.

AN249708

Dan akhirnya berkumpul dengan seluruh tim Genjot Dieng Bash 1PDN jilid#3 ini di sebuah masjid.

AN249713

AN249717

AN249721

Dan tentunya trip 1PDN Graduation Bash tidak akan lengkap tanpa dua pose klasik Dieng berikut ini…

AN249728

AN249729

Trip Dieng, sebenarnya tidak saya bayangkan untuk bisa saya tempuh di tahun 2009 ini. Kesempatan sempit nyempil di tengah acara lebaran di Cilacap ternyata berbuah manis salah satu trip onroad-uphill terberat yang pernah saya tempuh.

Foto-foto lebih banyak di multiply…

3 responses

  1. Ping-balik: 1PDN Dieng Bash: Etape#2 Garung-Kejajar-Menara Pandang « Harto Basuki

  2. bambang

    Luar biasa ndan,

    Oktober 26, 2009 pukul 10:48 am

  3. wah, jadi kangen mudik ke rumah kakek di garung, wonosobo nih.

    November 3, 2009 pukul 10:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s