enjoy every cadence, every breath…

Melengkapi hobby bersepeda gunung…

Saat merasa trip-trip dengan jalur biasa perlu ada variasi, saya akhirnya memberanikan diri melayani ajakan trip bersepeda plus menginap. Waktu itu adalah trip ke Papandayan gowes dari Cileunyi. Ternyata trip panjang seperti ini bukan saja memiliki sensasi yang berbeda, namun pengalaman menginap dalam perjalanan bersepeda benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan, ngangenin, dan pengen ngulang.

Sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lain, sensasi tersendiri inilah yang diburu. Saya rasa ini pula yang dicari rekan-rekan mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com yang weekend lalu melakukan trip Cikarang-Pasircongcot-Cherry-Walahar. Mendengar cerita rekan-rekan forum sepedaku.com dari Karawang tentang trip Cherry yang panjang-panas-rolling, rasanya udah bikin gemetaran duluan sebelum merencanakan pun. Tapi dasar sudah terlanjur penasaran pengen mencoba maka bisa dilihat cerita dan foto-fotonya di multiply Om Ardian http://ardisofwan.multiply.com/photos/album/9/Oh_Warto…Oh_Wanto…Siapa_bilang_Cheris_Panas

cherry
Foto pesepeda ke cherry

Pasircongcot-Cherry-Walahar Route Map
(tracklog courtesy of Om Hanif)

Mencoba menarik benang merah. Saya pikir kenapa trip ini dicoba tentunya karena rasa ‘penasaran’ yang tak bisa ditahan. Ini sebenarnya kan awal dari jiwa ‘petualangan’ yang mungkin tidak ada di kepala setiap orang. Sudah tahu panas, panjang, lama, tapi pengen dicoba juga? Ini tentunya berkaitan dengan keinginan untuk melihat sisi lain, dan sensasi lain dari bersepeda gunung. Hobby bersepeda gunung terasa semakin lengkap dengan menjalani berbagai macam tipe medan dan cuaca. Lalu bagaimana menjelaskan empat rekan yang dalam keadaan panas pol malah memilih gowes tanpa baju jersey?? Hmmm… yang ini agak sulit menjawabnya…

Sebenarnya mirip juga dengan cerita diatas. Jika kita sudah pernah menjalaninya, lalu merasakan apa yang kita jalani sebagai ‘hal biasa’, misal medan nanjak turun rolling tak henti-henti di jalur Cherry ini, akhirnya kepala berputar otak untuk menjadikan trip ini lebih berharga dengan, malahan, menambah beban fisik kita dengan merasakan sinar panas matahari langsung menyengat seluruh tubuh bagian atas kita, dengan melepas seluruh kaos jersey…

Banyak sekali pilihan trek yang pada umumnya ada di daerah pegunungan diatas 1000m dpl yang berudara sejuk. Tentu jika kita lewati trek yang itu lagi kadang terasa tidak lengkap. Pengalaman bersepeda gunung untuk beberapa orang juga dilengkapi dengan trek yang panas menyengat, dengan matahari yang lebih dari 10 biji diatas kepala.

Penjelasan yang sama mungkin dilakoni oleh rekan yang justru menggunakan pakaian serba hitam di trek nanjak full panas, atau memakai celana jeans di saat nanjak cariu-puncak pinus yang sangat amat panas. Rupanya panas kurang panas jadi ditambah dengan bumbu-bumbu baru untuk membuatnya lebih ‘nendang’. Seperti makan ditambah sambal.

Kembali. Menurut kacamata saya itu semua masih saja pilihan. Jadi kesimpulan apa yang akan kita ambil dan kita pilihan adalah menjadi pilihan di tangan masing-masing…

note: seperti ditulis di mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com

One response

  1. denrendro

    hai,slm kenal =)
    i rekomendaskan trek yahut boy,
    GOA SEPLAWAN di Kab.PURWEREJO. full tanjakan, ada jln aspal,huutan pinus dan tanah berbatu

    September 6, 2009 pukul 9:56 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s