enjoy every cadence, every breath…

1PDN Trip: Hambalang2 – Jalur Anaconda

Sebelum terlalu lama, coba saya tulis pengalaman di Trek Hambalang2. Sebuah trek pendek yang tak terlupakan.

05:45
Om Yadi sudah tampak dengan full jersey di depan rumah saya. Seperti biasa bliau on-time terus.

06:00
Dengan Panther, mobil berangkat dari Cikarang, dua pesepeda dengan dua sepeda.

07:05
Mendarat dengan mulus di parkiran Bellanova. Om Oni datang tak lama kemudian. Tanter Rahmi katanya lagi ikutan senam. Di kejauhan dekat lobby mall Belanova memang tampak sedang ada senam aerobik.

07:20
Tanter Rahmi muncul dengan sepeda warna rim ‘ijo gonjreng’. Sepeda-nya frame kecil, tampak ringan dan style-nya ‘race’ banget. Top tube yang slope, khas sepeda cewek, plus flatbar dan short stem. Tampang sepeda ini agressive-hardtail banget deh.

07:40
Kita makan nasi uduk dulu di seberang Bellanova, kabarnya satu rekan lagi, Om Adib, ada masalah dengan mobilnya sehingga telat.

hamb2_090524_PICT5048

08:00
Sempat curi start muter onroad seputaran bellanova. Agak grogi hari ini. Karena ini hari pertama saya pindah dari pedal dan cleat WTB ke CrankBrothers. Teknik menyelipkan cleat ke sadel-nya cb berbeda banget. Semalam cleat lama di sepatu yg WTB akhirnya digerinda sampai hancur gara-gara gak bisa dibuka lagi. No turning back point, cleat WTB sudah hilang sbelah. Surprisingly, ternyata ‘menancapkan’ cleat cb ke pedal-nya kerasa mulus dan lunak. Empuk. ‘Clip!’. Hati saya agak tenang.

hamb2_090524_PICT5052

08:10
Akhirnya start juga. Dari perempatan bundaran pertama di dekat Bellanova kita berbelok ke kiri ke arah Convention Hall yang baru (kemarin dipake show ‘Jamiroquai’). Lanjut terus sampai di ujung kompleks dan bertemu jalan raya ke arah Babakan Madang. Masih rata2 rolling. Sebelum babakan Madang kita berbelok kiri ke arah ‘Palm Hill’.

hamb2_090524_PICT5054

08:25
Hanya lima menit setelah meninggalkan jalan raya utama yang ramai sekali, kita masuk ke kompleks Palm Hill. Seperti namanya kompleks ini sangat berbukit-bukit. Pohon palem sudah hampir tidak ada, cuma jalan kompleks yang berputar-putar mengitari perbukitan sangat menantang. Jalan aspal rusak, memunculkan batu-batu makadam tajam dibawahnya. Sungguh suatu kejutan dengan trek menanjak yang menghentak hanya 15menit setelah start.

hamb2_090524_PICT5057

Kejutan awal setelah start trek ini mirip banget dengan trek onroad Gadog-Rindu Alam. Tidak lama setelah start trek sudah ‘say hello’ sambil memperingatkan kita bahwa hari ini akan berat. It’s gonna be a hard day, definitely!

Trek nanjak Palm Hill ini adalah trek aspal sagat rusak, yang antara aspal dan batu makadam runcing2 diperbandingkan sudah 50:50. Kalau kita akan berusaha mencari jalan aspal di tengah batu, kita sangat kesulitan dan akhirnya harus menanjak di dalam cekungan-cekungan jalan berisi batu makadam. Sangat menantang!

08:50
Sedikit dihibur view indah di sebelah kanan jalan akhirnya kita berhenti di ‘Cafe Palm Hill’. 25 menit menanjak teknikal yang benar-benar menguras tenaga. Salah satu anggota tim segera mengeluhkan adanya banyak kunang-kunang dan tawon yang beredar di dekat kepalanya. Kita semangati terus, termasuk dengan kata-kata maut Om Oni, “Tanjakannya tinggal sedikit lagi kok, tuh udah kelihatan”. Kalimat yang akan terus berulang sepanjang trip.

Beberapa keping Soyjoy dan Capillanos segera masuk perut sebagai penambah energi. “Powerbar versi lokal” nih…

09:05
Mengitari bukit kekanan, kita segera bertemu jalan nanjak lainnya yang kali ini jauh lebih mulus aspalnya. Pemandangan khas daerah Sentul; berbukit-bukit dan indah, serta udara panasnya, mulai menyengat. Jalanan dan suasana mengingatkan pada track Bojongkoneng Km Nol. Namun kali ini segera bisa kita lihat bedanya karena sebelah kanan kami tampaklah Sentul City. Jadi kami melewati sisi Utara dari Sentul City, sementara Bojongkoneng melewati sisi Selatan Sentul City.

hamb2_090524_PICT5073

Sambil gowes nanjak, sepunggung demi sepunggungan bukit, di tengah panasnya cuaca, matahari serasa hanya beberapa centimeter diatas kepala. Wah, aura kegemaran pak Rektor 1PDN nih…

hamb2_090524_PICT5079

Kita sempat pitstop sebentar di sebuah warung. Minum teh botol dingin, wuiiihhh huenak banget. Om Oni cerita, kalau yang biasa kita sebut sebagai ‘trek nanjak Hambalang’ dari warung ini kita lurus. Tapi kali ini kita berbelok ke kanan, sudah tampak tanjakan makadam yang manis manja kita pandangi dengan khawatir dari arah warung. Kira-kira dibalik belokan diatas masih ada berapa tanjakan lagi ya?

Khawatir sampai di mana tanjakan akan berakhir? Tidak lagi. Dari beberapa kali ikutan kuliah 1PDN saya jadi mengambil kesimpulan sendiri bahwa tidak ada itu tanjakan yang tidak berakhir. Setiap tanjakan ada akhirnya, ada ujungnya. Pengalaman ini pula yang selalu menyemangati saya kalau melihat tanjakan sambut menyambut begini.

hamb2_090524_PICT5080

Perlahan tapi pasti Sentul City mulai jauh kita tinggalkan di belakang. Tidak lagi ada di sebelah kanan, Sentul City tinggal serpihan-serpihan kecil yang kita lihat jauh dibawah sana.

hamb2_090524_PICT5081

hamb2_090524_PICT5085

Segera kami memasuki sebuah kampung, kampung Pasir Pongkor. Di dalam kampung inipun kita dihidangkan dengan tanjakan makadam yang kemiringannya sungguh-sungguh aduhai sayang. Saya dan Om Oni sampai histeris sambil genjot kita dengan semangat keatas. Tanjakan indah di dalam kampung ini istimewa karena selain kemiringannya yang mengharuskan kita mendekatkan hidung ke handlebar juga tanjakan ini teduh dibawah rerimbunan pepohonan kampung.

10:00
Sampailah kita di ujung kampung Pasir Pongkor ini. Pemandangan mulai terbuka ke arah selatan, kita dengan jelas bisa melihat Gn. Pantjar. Karena suatu hal (ceritanya nanti deh…) akhirnya kita segera meninggalkan titik tertinggi trip kita kali ini.

hamb2_090524_PICT5090

Menuruni perbukitan, kita dihidangi sebuah doubletrack tanah menuruni perbukitan Gn. Hambalang. Pemandangannya, kembali lagi MENAKJUBKAN. Sambil berhenti sebentar Om Oni bercerita tentang siapa yg memiliki tanah kosong dan menganggur sedemikian luas ini. Beberapa bagian dari trak tanah ini adalah bagian samping jalan yang berbentuk seperti ‘berm’ tanah. Wah, saya jadi ingat JPG. Tapi ini full downhill sepanjang 1-2 km di tengah tanah kosong nan gersang.

hamb2_090524_PICT5097

hamb2_090524_PICT5103

Di sepanjang lembah perbukitan ini Om Oni menunjukkan apa itu yang disebut ‘Jalur Anaconda’. Memang, tak bisa dipungkiri. Sebuah bentuk cokelat (tanah yang sudah diratakan selebar 8-10m) meliuk-liuk menembus menaiki mengitari perbukitan. Panjaaaanggg… sekali sampai sepanjang jauh mata bisa memandang. Kita seperti melihat seekor ular besar meliuk-liuk berjalan. Benar. Mirip Anaconda. Masif, besar, panjang. Luarbiasa dan susah diceritakan dengan kata-kata ataupun foto.

10:17
Hanya butuh 17 menit dengan terpaan angin yang membuat muka semilir, kita sudah sampai di ‘Jalur Anaconda’ ini. Menakjubkan melihat jalan sebesar ini sedang dibuat di tengah area antah-berantah yang jauh dari peradaban. Bisa jadi ini jalan nantinya akan bisa menghubungkan Babakan Madang di Sentul dengan area perbukitan Cioray di Batununggal atau Cibadak-Cibinong.

hamb2_090524_PICT5106

hamb2_090524_PICT5108

hamb2_090524_PICT5109

Om Oni segera bercerita tentang trip beliau yang lain yang sudah menyusuri jalan ini dari Cibadak, Cibinong. Katanya, “Cocok untuk penutup trek Cioray”. Buset!! Cioray yang diakhiri dengan trek mulus rolling sampai Cibinong saja rasanya tidak habis-habis apalagi ini tampak alamnya lebih ganas dan menantang. Tanjakannya lebih kejam.

10:25
Tidak ada pohon samasekali. Hanya semak, tanah kering yang panas, segera tidak berlama-lama kita berhenti. Meskipun hampir seluruh tim kehabisan bekal minum, kita akhirnya segera putuskan untuk mengarungi ‘Jalur Anaconda’ ini.

Karena jalur ini adalah jalan tanah lebar, bekas diratakan dengan alat berat, maka bentuk trek-nya pun tidak biasa. Kita dihadapkan pada turunan yang panjang, lebar, tanah. Menguji keberanian kita untuk melepaskan rem dan membiarkan sepeda meluncur semakin cepat. Setelah kita menyentuh lembah terendah segera kita dihadapkan pada tanjakan yang lebar, masif, tanah, curam, dan (yang terpenting) PANJANG!!

hamb2_090524_PICT5114

hamb2_090524_PICT5119

hamb2_090524_PICT5120

Buset!! Sensasinya berbeda sekali dari trek trek yang lain. Ilustrasi Om Yadi, kita seperti ada di permainan ‘Kora-Kora’ di Dunia Fantasi. Saat turun rasanya pengen segera nanjak, sementara saat nanjak kok gak habis-habis rasanya paha sudah meledak pengen segera turunan lagi. MANTAP !!!

hamb2_090524_PICT5125

hamb2_090524_PICT5128

Seingat saya ada sekitar 3 kali siklus turun nanjak yang harus kita lalui sebelum akhirnya kita menemui sebuah sungai, jembatan, kampung, dan bertemu kembali dengan peradaban. Ketemu jalan beton Babakan Madang-Gunung Pancar.

hamb2_090524_PICT5131

11:03
Semua anggota tim kehausan. Kita seperti menemukan dewa penolong pada penjual es kelapa muda yang mangkal disitu. Segera kita serbu dan semua orang berusaha menikmati lehernya disiram kembali dengan air.

Disini saya menghabiskan satu butir air kelapa muda beserta daging kelapanya, plus dua botol teh botol sosro.

Trip ini seperti sudah berakhir. Kita segera chit-chat menceritakan dengan muka ceria apa kesan kita pada track pendek yang *menampar* ini. Short but intense. Itu mungkin ungkapan yang tepat.

hamb2_090524_PICT5134

11:30
Perut kembali sudah dingin disiram air kelapa dicampur gula kelapa dan es. Segera kita berangkat kembali ke titik start. Masukkan kaki kanan ke pedal dan ‘clip!’ wah makin lancar saja nih memasang cleat-nya…

“GUBRAK !!”

Tiba-tiba saya sudah terbaring dengan sisi kanan badan saya rata bertemu tanah. Teman-teman agak terheran-heran sebelum akhirnya semua tertawa. Wakakak… Memang bukan tempat yang enak dan pantas untuk jatuh. Sepatu kanan menempel dg cleat di pedal baru, dan keseimbangan bergeser kekanan saat akan mulai gowes. Memang kita jangan takabur. Banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan, termasuk keseimbangan tubuh kita sendiri (alesan mode *on*)

Selanjutnya perjalanan adalah jalan onroad mulus bersaing dengan angkot. Melewati Babakan Madang dan kemudian menuju kembali ke arah Bellanova.

hamb2_090524_PICT5141

11:45
Sampai kembali di Bellanova. Dengan hati riang dan puas dengan hidangan trek baru buatan Om Oni yang luarbiasa ini.

Definitely I will come back to this trails.

Peserta Trip:
Om Oni (track leader)
Nte Rahmi, mantap seperti pakai steroid dengan sepeda baru
Om Adib, dari kunang-kunang, jadi tawon, jadi burung tapi seperti diesel tambah panas saja
Om Yadi, ujian sebenarnya buat fork 80mm
Antoix

Foto-foto ada di multiply-nya 1pdn…

Antoix’s Rating:
Pemandangan: 8,5/10
Uphill: 9/10
Downhill: 7,5/10
Technical: 7/10
Endurance: 8/10

Data trip:
Start/Finish: Bellanova Sentul City
Titik tertinggi: Kp. Pasir Pongkor
Distance: 20.25 km
Pitstop: 5 X
Cycling Time: 1j 41mnt
Overall Time: 3jam 35mnt
Average speed: 11.9 km/j
Top speed:53.5 km/j
Cozmic Odometer: 5340.5 km

Special notes: PANAS !!
berangkat pagi-pagi sepagi mungkin dan bawa banyak air minum. Saya bawa bidon 600ml yang selalu di refill di warung tapi masih kurang juga

Ban depan: Scwalbe Smartsam 2.1
Ban belakang: Scwalbe Racing Ralph 1.9

Laporan trip ini didukung oleh Bikewear…

logo bikewear

3 responses

  1. Yadi

    Ini trek bener kaya DuPannya pesepeda om… Syukur saya ikut ke trek ini, tambah pengalaman, tehnik, juga kesabaran dlm mengayuh crank… Buat saya trip kemaren nilainya B++.., kenapa buka (A) karena tanjakannya relatif pendek-pendek walaupun tinggi banget tuh, belum sempet saya prustasi sudah sampai di atas dst.. Jd next time cari tanjakan yg tinggi nan panjang yooo Om hehehee….. pengen belajar sabar neh….

    Mei 27, 2009 pukul 11:16 am

  2. @Om Yadi
    Gejala kecanduan nandjak… wuikikikiki…
    Saya cemplungin ke milis 1pdn yah…

    Mei 27, 2009 pukul 11:30 am

  3. Rahmi

    Puaasss… walaupun belum sukses nandjak.
    Puass karena lengkap tipe tandjakannya: aspal mulus – aspal rusak – aspal rusak sekali – kampung & tentunya tanah Ananconda track.

    Absolutely will come back again.

    Mei 28, 2009 pukul 1:43 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s