enjoy every cadence, every breath…

Apa yang berbeda dari Papandayan?

Pertama kali saya dengar dan baca di milis2, saya langsung merinding. Waktu itu Om Dhani bogor cerita ttg bersepeda menembus kawah, ditambah foto-foto Om Devin di awal 90an bersepeda di tengah kepulan asap belerang. Terasa berbeda dan CADAS!!! Dalam hati saya pasang mimpi Papandayan trip sebagai ‘the trip I must have someday’. Bahkan saat resolusi 2009 pun saya tidak mencantumkan Papandayan. Sekedar bermimpi pun belom berani.

Entah bagaimana, komunikasi dengan Om Indra Anggara http://ianggara.multiply.com tentang trip bandung di liburan imlex 25-26 Jan 09 membawa kesimpulan kita ke Papandayan. Memang dasar barudak gelo. Tidak sekedar Papandayan trip namun kita gowes dari Bandung 740m dpl ke Papandayan Pd. Saladah 2300m dpl… Saya masih ‘ngungun’ (baca: antara kagum, gak percaya dan heran) jika ingat trip ini lagi.

Yang sangat menarik dari Papandayan-nya sendiri adalah:

1) Udara tipis, udara gunung, bau belerang.
Pernah bersepeda diatas 2000m dpl? Oksigen menipis, kita secara tidak sadar jadi lebih mudah lelah. Benar-benar ujian mental dan fisik. Tapi terbayar dengan pemandangan, edelweiss, udara ASLI pegunungan, dan bau belerang.

2) Bersepeda diatas asap, di tengah kawah
Membayangkan kita bersepeda (lebih sering menuntun sepeda) di tengah kawah Papandayan, di beberapa tempat tidak bisa dihindari lagi asap belerang berwarna putih kehijauan muncul dari sela-sela bebatuan putih di bawah kaki dan ban sepeda kita? Wuih…. Susah punya kata-kata yang lebih lengkap lagi. Musti ngalamin sendiri.

Saat trip Papandayan selesai. Saya bicara dengan diri sendiri. Jangan bicarakan trip ke Papandayan lagi sebelum 3 bulan lewat deh. Beratnya rute sekaligus keindahan-keindahan khusus nya bercampur aduk. Tak berapa lama, du minggu setelah recovery trip, saya sudah kangen lagi datang ke Papandayan. Hehehe…

Jadi…
Ayo ke Papandayan….

2 responses

  1. Top bos…, udah lama juga saya ga berpetualang, kepentok ama waktu, padahal dulu waktu baru lulus sma, saya dan teman2 jalan ke jogja dengan modal duit 100 rb, i miss that moment….

    Mei 27, 2009 pukul 11:46 am

  2. candra

    Kami pun sama sudah mengagendakan trip ke Papandayan sejak 3 tahun lalu, Akhir nya Tanggal 3 January 2009 kami ber 17,bersepeda ke Sana Start dari, Parkiran Kawah, finish di Situ Cileunca, banyak kesan dari semuanya,,, hanya sayang Pondok saladah yg dulu lebih asri dengan edelweis nya,,, saat itu terlihat sedikit saja Tumbuh di Pondok Saladah…duhh Bunga yg katanya perlambang Cinta Abadi itu terancam keabadia nya, ingatan terbawa ke masa kuliah di Bandung saat sering ke Papandayan hanya sekedar Camping, Warung Bi Ipah diparkiran masih ada juga Bi Ipah nya masih Sehat Wal afiat…duhh Ibu Angkat anak-Anak Rimbawan..

    Trip Kami ini untuk Ulang Tahun Jalur-jatiasih yang ke 7

    Manstab Om,,, Tak Bosan bila Di ulang…

    Wassalam
    Salam Bersepeda

    April 6, 2010 pukul 4:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s