enjoy every cadence, every breath…

1PDN Trip: Cibinong – Batu Tapak, Bogor

batutapak20090225_01
Ada ayam jago di tempat start, Restaurant Purnama/Soto Kudus di Cibinong. Saatnya lima jagoan bolos main sepedahan.

batutapak20090225_07
Setelah gerimis terus dari tempat start, cuaca mulai bersahabat, namun tanjakan manis manja rolling naik turun mulai menyambut.

batutapak20090225_091
batutapak20090225_08
Inilah jembatan besi. 14 km setelah titik start di Cibinong, inilah “titik start yang benar”. Setelah ini ada tanjakan “Sherly Marlinton” (aduh jadul banget namanya)

batutapak20090225_11
Inilah awal tanjakan “Sherly Marlinton” itu. Ini sebenarnya trek onroad yang ‘rolling’ di perbukitan. Pada tepat setelah jembatan besi, trek ini jadi nanjak tak ada habisnya sepanjang sekitar 15 menit genjot. Yang juga jahanam adalah tingkat kemiringannya. Saya enggan melewatkan buat motret, jadi gak ada foto tanjakannya sendiri. Yang jelas belokan kekiri dan kekanan sambut bersambut. Kiri, kanan, kiri, kanan, lurus, kiri, kanan teruuuussss… Om Rektor masih sempat juga genjot sambil omong, “Kayak gini nih kemiringan di Dieng setelah gardu pandang”. Halah, saya hosh2 cari waktu ambil napas dia malah gowes sambil berdongeng.

batutapak20090225_12
Inilah akhir dari “Sherly Marlinton”. Kita disambut pemandangan indah cocok buat photo session. Kanan jalan adalah area Bojong-Koneng-Megamendung-Puncak sementara di kiri adalah area Klapanunggal-Cioray.
batutapak20090225_13
Om Bayu “wind who manage the country” sedang menghabiskan “Sherly Marlinton”.
batutapak20090225_15
Tim lima praja nakal foto bersama di ujung “Sherly Marlinton”

Setelah itu jalan kembali rolling di perbukitan sampai di tempat tertinggi 550m dpl di Desa Cibadak. Kita stop di desa cibadak. Tanjakan menuju Cibadak juga lumayan banget miring, cuma memang tidak seganas “Sherly Marlinton”

Kemudian kita akan turuuuuunnnn rolling-rolling sampai bertemu jalan onroad (mengerikan turunannya), aspal tapi kadang dengan tikungan patah yang tak terduga. Turun sampai bertemu pertigaan jalan yang dari arah kanan adalah jalan dari “kota Bunga” Cipanas menuju Jonggol.

Kami sempat berteduh hujan dan makan siang mie rebus telur dan bubur kacang hijau. Lalu bertemulah dengan awal tanjakan batu ke Situs Batu Tapak…

batutapak20090225_25
Inilah tempat awal nanjak batu cadas tajam ke Batu Tapak. “Cuma 4km kata Pak Rektor”. Kemudian terbukti bahwa start di jembatan besi tadi adalah bohong. Inilah titik start yang sebenar-benarnya.

batutapak20090225_27
Dikentutin Pak Rektor di tanjakan batu.

batutapak20090225_29
Masih ada sedikit keteduhan hutan hijau.

batutapak20090225_30
Si Cozmic sangat bangga difoto di hari libur hehehe… Terlihat tuh senyumnya jauh lebih lebar di hari libur. Ini adalah bulan ke 14 saya dan Cozmic bersama-sama.

batutapak20090225_33
Sampai juga akhirnya di situs Batu Tapak. Legaaaaa…. banget. Benar-benar 4km yang super FUNTASTIC !!! Naik dari 120m ke 500m dpl dalam 4km tanjakan batu bayangkan…

batutapak20090225_371
Inilah situs Batu Tapak itu. Kalau kita berdiri di atas tapak kaki di batu itu, kita akan bisa lihat pemandangan luarbiasa di bawah sana kearah Cibinong dan sekitarnya. Semua bukit-bukit terlihat. Mungkin ini dulu adalah tempat ‘survailence’ untuk melihat daerah kekuasaan.

batutapak20090225_38
Foto tim lengkap Gowes Rebo-an di hari kerja. Gowes hari kerja memang moantap. Sensasinya beda banget. Apalagi bisa ada yg kirim live report tmsk fotonya ke milis hehehe… sukses bikin ngiri yg lagi kerja.

Selanjutnya adalah turunan…
batutapak20090225_40
batutapak20090225_43
Karakternya mirip turun dari Pondok Pemburu ke arah Gunung Pancar. Cuma ini bukan singletrack. Turunan tanah dan dilanjutkan makadam.

batutapak20090225_44
Ketemu warung di dekat desa keluar nya trek Cioray. Dikerubutin anak2 kampung yang tampaknya lagi hobby sepeda juga.

Foto-foto lebih banyak dan resolusi sedikit lebih bagus ada disini… http://1pdn.multiply.com/photos/album/26/

3 responses

  1. coba yang ke arah kota bunga deh om ada tanjakan lagi namanya tanjakan golkar saya lewat situ pas turing dan malam hari (tanpa lampu) sensasinya luar biasa.

    Februari 28, 2009 pukul 10:11 pm

  2. nino

    wah mantap pemandangannya….

    Maret 10, 2009 pukul 4:33 pm

  3. Kojay

    Selamat buat kalian berlima, terutama yg sempat menginjakan kaki di Batu Tapak, bisa merasakan sensasinya jadi penguasa Taruma Negara (sebuah kerajaan besar pertama di Jawa).keep goeees

    Juli 26, 2010 pukul 12:05 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s