enjoy every cadence, every breath…

curhat tentang turunan…

Curhat dikit lagi tentang turunan…

Pertama kali saya ‘terjebak’ pada turunan, dan mulai merasa sayang untuk melewatkannya (biasanya dituntun, kata teman, ‘menjaga asset dan martabat’) adalah saat di Mt.Kiara. Tidak ada pilihan Bo! Guide-nya ngebut terus, tanjakan turunan dilahap dengan enteng, saya gak mau ngerepotin dong ah. Tuntun malu dan lama.

Di saat saya bersusahpayah melewati sebuah turunan technical saya terjebak, ban terjepit dua batu. Grubuk-grubuk… di belakang rupanya ada rombongan, mereka berenti dan dengan santai teriak, “Are you going to block the track the whole day or what??!!”

Saya susahpayah minggir lalu grup itu, berisi 10+ pesepeda, semua hardtail, dengan lincah melahap trek yang menurut saya super sulit itu. Saya cuma bisa bengong.

Setelah itu saya mulai berani ambil lebih banyak resiko, dengan mengendalikan rem depan dan belakang simultan, disertai utamakan pada gunakan penuh kemampuan menjaga keseimbangan. Tidak seperti teknik nanjak yang bertumpu pada power dan mindset, untuk turunan saya menemukan bahwa bertumpu pada kepercayaan diri, keberanian (gak boleh ragu2) dan keseimbangan tubuh.

Setelah itu saya jauh lebih bisa menikmati turunan. Di Mt.Kiara saya sampai tereak2 excited karena berhasil melewati turunan technical penuh switchback. Lalu di JPG Trek-Trek saya menemukan kalau beberapa turunan disitu saya bisa enjoy melewatinya. Lalu di batukuda saya dengan asik bisa mengikuti singletrack campuran tanah liat dan batu. Keren banget. All Mountain banget.

Cerita di Pondok Pemburu>>Gunung Pancar beda lagi.
Sampai di Pondok Pemburu kami ber4 1PDNers nanjak dengan genjot tentusaja, termasuk nanjak hampir 10km ke KmO Bojongkoneng. Sementara kami disorakin dari dalam angkot oleh rombongan Rodex dari Depok. Singkat kata saya baru aja nyampe nanjak berat ke Pondok Pemburu, itu Rombongan Rodex sudah siap2 start turun. Maklum, separuh lebih tanjakan dari Sentul mereka naik angkot.

pict2281pancarss
Foto dari salah satu turunan track Podok Pemburu – Gn. Pancar

Inilah kuncinya. Turunan technical susul menyusul. Sementara saya belum sempat recovery power saat menanjak, langsung ikut turun. Yang paling kena? Keseimbangan… Konsentrasi dan keseimbangan payah banget. Jatuh berkali-kali membuat makin gak percaya diri, makin hati2, makin sadar kalau skill melahap turunan masih jauh dari yg diperlukan untuk menikmati track yang sebenarnya indah banget ini.

Disitu pula saya diberi lihat dengan mata kepala sendiri kemahiran, keberanian, kelihaian rekan Rodex dengan sepeda hardtail bisa menjalani turunan dengan nikmat!!! “Kan saya pakai sepeda hardtail” jelas bukan lagi alasan yang valid!!
Angkat helm angkat topi dan angkat tangan saya. Musti asah skill menjalani turunan dulu nih…

4 responses

  1. sering2 maen DH deh om anto, sangat melatih itu๐Ÿ˜€

    Januari 9, 2009 pukul 5:44 pm

  2. @arief alias rifu
    Saya tidak punya nyali untuk main DH. Turun tanpa speed saja sudah cukup rasanya…

    Januari 18, 2009 pukul 11:28 pm

  3. Ping-balik: XC Ride: Pondok Pemburu –> Gunung Pancar « Harto Basuki

  4. hehe, baru balas komen lagi sekarang, maksudnya turun tanpa penggunaan rem berlebih kali om anto?๐Ÿ™‚

    btw, sudah ada perkembangan lagi skill turunnya? kapan2 ke cikole jayagiri bosscha bareng yuk๐Ÿ™‚

    of course, nanjak dari Bandung, ada tanjakan yang ngga sekadar power dan mindset lho, hehe:mrgreen:

    Juni 23, 2009 pukul 9:51 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s