enjoy every cadence, every breath…

Big Band dengan ‘modern sound’

Pagi ini bike to work dengan mendengarkan Joshua Redman dari iPod Shuffle, lalu disusul kemudian Bob Mintzer Big Band. Wooooo…. Saya sudah kagum dengan ‘sound’ brass bigband ini sejak jaman workshop Pak Dieter, sekitar 90an. Wah, keren banget. Waktu itu kagumnya bareng sama Peter Helbozheimer Big Band (sampe sekarang blom pernah dapat rekamannya).

Sambil gowes, genjot diatas sepeda lipet, saya coba denger lebih detail, apa sih yang membuat ‘big band sound’ dari band-nya Bob Mintzer ini (hhh… jadi inget nonton Yellow Jacket weekend lalu) selalu terdengar ‘modern’. Susah sekali ya menjelaskan sound bigband yang ‘modern’ itu asalnya sebenernya dari mana?

Kalau kita dengar pengiring Buble, Paul Anka Rockswing, atau Chicago ‘Night and Day’ pun saya tidak merasakan ‘modern sound’ dari bigband itu. Tentunya bukan karena kapan rekamannya toh? Bukan teknologi rekaman karena band2 yg relatif ‘baru’ ini sound-nya masih terdengar ‘classic’.

Saya coba tuliskan sebisa saya, ini berdasarkan telaah telinga saja bukan teknis-intelektual-teoritikal…

Rhytm section sebagian besar pola-nya bukan swing. Saya tidak tau namanya, tapi lebih ke funk atau malah rock, kadang progressive. Jadi pondasi band sendiri, di rhytm section, tidak lagi ‘swing-minded’. Kadang terdengar berani dengan menyelipkan penggunaan synthesizer dan gitar elektrik dengan sound2 berat. Sound yang dihasilkan jadi lebih bright, cepat, upbeat kalo lagu riang. Atau malah lebih dark kalau lagunya minor.

Brass section terdengar lebih bebas menjelajah range. Yang saya sering dengar adalah bass trombon dan baritone sax yang ditonjolkan eksplorasi nada rendah-nya. Aransemen brass dan reeds juga lebih berani melakukan eksplorasi pada alat-alat musik tiup yang tak ‘lazim’ dikulik di bigband klasik. Misal penggunaan flute dan picollo. Juga penggunaan flugelhorn dan trombone valve (!). Betul, trombone slide yang identik dengan bigband malah ditabrak dengan memakai trombone valve sehingga jadi ‘cling!’ ada sesuatu yang benar2 terdengar berbeda. Pada Bob Mintzer kadang digunakan juga bass Clarinet, sedang pada JugendJazz digunakan clarinet. Alat2 ini sudah terdengar ‘aneh’ dan akan jadi semakin unik saat dipadukan sebagai solis/duet yang memainkan tema lagunya; misal trombone valve bareng sama picollo, atau flugelhorn bareng dengan flute. Sound gabungan yang dihasilkan lebih membuat segar suasana musik keseluruhan.

Saya mendunga teknik voicings (pembagian nada) juga ada perbedaan, cuma yang bagian ini saya gak ngerti hehehe.. Yang jelas beberapa kali terdengar alat2 tiup tampak melakukan eksplorasi range nada diluar range yang merupakan ‘pakem’ dari alat tersebut.

Karena pola rhytm section-nya juga bukan lagi swing, pola aransemen brass-nya juga jadi semakin beragam dan eksploratif mengikuti pola ritem yang dikembangkan. Ini juga gila terdengarnya tapi terusterang saya gak ngerti cara ngejelasinnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s