enjoy every cadence, every breath…

JakJazz 08 day#2: Natasha, France Blues, Indra Lesmana Reborn, Barry Likumahua feat Benny Likumahua-Utha Likumahua

spict1834jjazzday2
(foto diambil di panggung utama saat Indra Lesmana Reborn tampil)

Natasha & Friends
=================
Semula saya cukup under-estimate dengan penampilan band ini, apalagi mereka nampil di ‘community stage’, lalu di depan ada satu penyanyi utama cewek dan lima penyanyi latar cewek2 yang dandan menor ala dewi panggung. Wah, udah kebayang lagu ala cafe. Bener deh, lagu pertama, pop, bergaya cafe banget. Tapi rhytm section nya asik, ada pemain drum-bass-pecussion yang padu banget dan kelihatan enjoy sekali bermain.
Entah lagu ke berapa saya masih sabar menunggu, mulai dah itu lead singer-nya nyanyi solo. Wah… keren banget. Pokoknya saya tahunya itu lagu Carpenters tapi dinyanyikan ala Aguilera/Spears gitu, tapi sangat sangat hitam gayanya. KEREEEEENNN…
Gak jadi deh underestimate penampil di ‘community stage’… jadi agak bangga juga ternyata community stage isinya gak cemen2 amat.

France Blues
============
Nama grup nya bukan ini. Tapi grup yg isinya tiga pemain ini: gitar elektrik ala blues, gitar ritem akustik, dan drum/percussion set yg unik ini keren banget. Terutama karena permainan gitaris elektrik kulit hitam yang sangat bluesy, lalu penyanyi hitam kelam berlogat perancis, nyanyi blues bahasa perancis, lalu drum/percussion set yg aneh. Sound band keseluruhan sangat kental aroma akustik rhytm, namun juga keras di gitar elektrik.
KERENNNN…

Indra Lesmana Reborn
====================
Entah kenapa kok rasanya saya hanya mendengar gegap gempita saja. Saya kurang merasakan Indra Lesmana berhasil dengan lancar kembali me-‘reborn’-kan lagu2 lamanya. Boleh juga sih konsepnya, lagu lama dinyanyikan kembali dengan aransemen baru, tapi kok ya itu tadi: berisik dan terasa hambar.

Barry Likumahua feat Benny Likumahua-Utha Likumahua
===================================================
Kulihat dengan mata kepala sendiri betapa Barry sudah menjadi bintang baru, sementara Bapak dan paman-nya tinggal nyokong saja. Salut untuk kemampuan Barry berkomunikasi dengan penonton. Tapi terusterang musik Barry ‘bukan gue banget’, asik tapi saya jadi melangkah terlalu jauh untuk ikut menikmatinya. Untung ada solo2 trombon Benny Likumahua yang membuat penampilan jadi ‘hangat’ secara musikal.

Hari ini yang ditonton sangat sedikit. Sayang banget musti kehilangan nonton Zinnia. Kuliah sampai jam 1830 lalu kena macet di semanggi. Sempet ragu nonton karena mertua lagi berkunjung dan menginap di rumah serta besok pagi mau genjot ke Jatiluhur Purwakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s