enjoy every cadence, every breath…

Neng Uu’ membatasi kecepatan saya . . .

Sama seperti Om Yadi, sahabat sepedah Cikarang yang suka ngebut 31-39km/j, saya kalau naik mountain bike saat bike to work serasa naik adrenalin buat ngebut juga. Rasanya ada yang hambar kalau kita gowes santai. Rasanya seperti keringat tidak banyak keluar, begitu… Ini sebenernya kan meningkatkan resiko yah?

Baru pagi ini saya gowes santai sekali dengan Neng Uu’ (Sepeda Lipat Polygon Urbano), saya cuma bisa geleng2 melihat tingkah laku, style menyetir, dan (terutama) kecepatan yang digeber oleh para penunggang motor. Ya ampun… Sekilas seperti saya lihat mereka semua berjudi dengan mempertaruhkan nyawa mereka yang cuma satu satunya itu.

Tampaknya konyol ya yang mereka lakukan? Dan memang iya, KONYOL. Cuma saya sendiri kalau naik mountain bike juga merasakan adrenalin yg sama saat genjot. Resiko jadi terkesampingkan.

Saya baru paham dan menyadari ini setelah naik sepeda Neng Uu’ yang (salah satu keunggulannya) membuat kita bisa membatasi kecepatan. Sepeda lipat ini karena ban yang diameter lebih kecil sehingga membuat cadence kita jadi lebih cepat tanpa terlalu meningkatkan speed secara signifikan.

Nah… Inilah salah satu kelebihan tambahan naik lipetan. Sepeda kita membatasi kecepatan kita di jalan.

Di forum thread urbano yg rame sekali di sepedaku.com ada yg nyebut Urbano mirip banget sama DAHON Impulsed7 ini…
dah

3 responses

  1. Yadi

    Bener Om modelnya sama persis. Kalau gak salah dahon Impulsed7 udah gak diproduksi ya…???

    Tinggal kesempatan Polygon neh buat membangun & menciptakan varian Neng UU yg lain yg lebih masuk di kantong, lebik keren, & lebih variatif, secara sekarang lagi musimnya sely.

    November 3, 2008 pukul 4:02 pm

  2. Ping-balik: Dua Minggu bersama Polygon Urbano « Harto Basuki

  3. Sekarang sudah minggu ketiga…

    Semakin nyaman saya merasa pakai lipetan. Terutama buat b2w rasanya seperti naik sepeda ke tempat kerja beneran. Santai.

    Kalau mindset bersepeda ke tempat kerja bukan latihan pas.
    Salah satu kelebihan lagi adalah kita bisa taruh tas di boncengan, meskipun ngiketnya repot. Jadi sampai di kantor punggung gak terlalu keringatan.

    Cocok kalau pas udah mandi dari rumah

    btw, saya b2w 7km ke kantor.

    November 14, 2008 pukul 7:52 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s