enjoy every cadence, every breath…

Nikmatnya Nandjak – Nikmatnya Sambal

Berikut adalah tulisan saya di mailing list ikatan pentjinta djalan nandjak – 1PDN at 1pdn-cycling@yahoogroups.com setelah melihat rekan2 kesetanan genjot nanjak semangat banget di hutan kelok 12 Sukamantri Bogor…

1pdn

=======

Lama-lama saya jadi ingat, betapa saya dulu sangat membenci makanan pedas dan cabe. Sampai SMA kelas 3, saya tidak pernah makan gorengan misalnya, dengan cabe. Saya pandang waktu itu, ngapain pake cabe, bikin pedes. Makanan enak-enak kok malah dibikin pedes, menyiksa diri sendiri! Maklum ya… saya lahir dan gede di jawa, jadi segala sesuatu sudah terlanjur manis (halah!)

Sampai suatu saat di suatu acara buka bersama, saya ‘keceplus’ cabe yang secara semena-mena dimasukkan/diselipkan ke dalam sebuah hidangan risoles buka puasa. Ampuuuunnnn… hoah hoah hoah kepedesan. Rasanya mulut terbakar, misuh-misuh (untung sudah jam buka puasa) sambil terus minum untuk menetralisir.

Lama-lama pengalaman dengan cabe itu nyambung dengan ubyang-ubyung (=wira-wiri -red) saya bareng rekan-rekan 1pdn. Dahulu kala melihat orang nanjak seperti melihat cabe atau sambal. Sumber masalah, menyiksa diri, merusak kenikmatan, tapi lama kelamaan, seperti juga saya dan cabe sekarang, makan gorengan gak ada nikmatnya kalau gak pake cabe. Meski saya bukan gila makanan pedas, tapi at least saya sekarang tahu dan bisa merasakan nikmatnya sambal, enaknya nyeplus cabe sambil makan gorengan hehehe…

Jadi, Om Aris Want to Bargain (sudah Omm… terima saja julukan aneh ini), ibarat makan cabe dan sambal, kayaknya perlu ditakar untuk memulainya. Trus jangan deket2 sama orang gundul, banyak senyum, yang gowesnya gak pake udel. Dijamin kraam habis-habisan.


(foto dari http://xentana.com )

Yang bikin saya cuma bisa geleng-geleng kepala adalah saat lewat kelok12 di hutan pinus sukamantri. Gila itu. Orang-orang pada punya udel dan ototnya terbuat dari apa sih? Udah genjot naik turun missing the nature tapi lewat jalan batu licin berkelok-kelok gitu malah kesetanan. Suatu saat saya disalip Om Dani Puri. Lho! jadi yang balapan di depan tadi siapa? Ternyata Om Inu trek-trek-an nanjak sama Ucup sama DJaroth sama Panjikoming. Ampuuuuunnnn… Dengkulnya dari apa sih????

Saya melihat mereka nanjak kayak orang pesta hidangan makanan pedes. Makin panas nasinya, makin banyak sambelnya, makin semangat gowesnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s