enjoy every cadence, every breath…

Bahan Bakar Minyak dan Harganya

Saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, saya dalam dilema, tapi 70% opini saya mendukung penuh kenaikan ini. Bukan apa-apa, dengan harga BBM yang semurah kemarin, dengan beban APBN yang sudah aneh sekali, dengan membeli motor yang sudah semurah sekarang, kita, Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang manja, kolokan, dan boros dalam penggunaan energi.

Saya baca juga presentasi pdf ala Kwik Kian Gie, tambah bingung. Tapi saya tidak menyorotinya dari segi moneter. Saya menyoroti cara masyarakat kita menggunakan energi.

BOROS !!!
HAMBUR !!!

Saya sangat penasaran segera berlalu 1-2 bulan setelah kenaikan.

Jika ternyata mall-mall masih penuh orang berbelanja, jalanan masih penuh orang naik kendaraan bermotor, bis-bis, angkot dan kendaraan umum masih kosong penumpang… berarti memang sebagian besar masyarakat kita masih memiliki daya dukung untuk menyesuaikan hidupnya dengan kenaikan BBM.

Naif dan pendek ya analisanya?
IYA !!

Tapi dengan analisa sederhana ini saya yakin alasan saya dan kesimpulan saya bisa lebih ditangkap artinya daripada bahasa moneter yang rumit.

Cikarang, tempat saya tinggal, masih macet sekali dengan motor setiap pagi dan sore.
Yang bersepeda ke tempat kerja masih saja jarang.

OK, kita tunggu 1-2 bulan lagi untuk melihat final judgement-nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s