enjoy every cadence, every breath…

JavaJazz Fest 08 – #4 Hari ke-3

Setelah menjalani hari ke-2 nonton bersama istri, setelah menjalani penampilan Van Alloy Big Band di Java Jazz 08, hari ini berangkat sendiri saja. Nah yang ini bisa pol2an nih…

——–
gt
Gita Teladan Marching Band. Sayang banget saya tiba terlambat 1/2 jam, jadi cuma melihat alat mereka bertebaran di selasar luar saja. Padahal pengen juga melihat bagaimana pendekatan marching ke penampilan jazz festival.

——–
gal
Galaxy Big Band. Senangnya hari ini dimulai dari penampilan Galaxy BigBand. Penampilan powerfull, solid. Meskipun banyak personel berganti tampak tidak terpengaruh pada level penampilan band secara keseluruhan. Salute!! Ini upaya regenerasinya perlu ditiru.
Komunikasi ke penonton juga baik sekali. Secukupnya, rendah hati, dan bersahaja. Bikin iri saja hehe. Nonton full penampilannya.

———
Talent Stage. Menengok tempat nampil Van Alloy Big Band kemarin, talent stage, sebuah band r&b yg sangat pop sedang ditonton oleh sekitar 5 penonton. Alhamdulillah kemarin kita ditonton lbh banyak orang… Cuma ngelirik 1/2 lagu.

———
sby
Turun ke basement dan menonton Surabaya All Stars. Sebuah combo bergaya modern jazz yang, dengan 4 pemain alat tiuo: trumpet, trombon, alto sax, tenor sax. Wah sayang banget padahal saya mengharap ada combo band dari negeri sendiri yang menampilkan standard/swing/cool jazz. Cuma nonton 2 lagu.

———
ren1
ren2
Rene Olstead. Terusterang saya belum pernah tau seperti apa lagu dan penampilan dara manis 16th yang sedang naik daun ini. Mendengar diorbitkan oleh David Foster, sudah agak kebayang sih jenis musiknya. Lumayan lah dia bernyanyi diiringi bigband-nya Ron King. Sekalian sekali lagi menonton bigband yang luarbiasa ini.
Menurutku penampilan Rene Olstead tidaklah istimewa. Memang, sexy, komunikatif. Namun saya sebagai penonton ‘first impression’ merasakan marketing gimmick yang kental dan tebal. Setebal gincu Rene, berpenampilan dara amerika pirang bercengkok country. Ya! Ada cengkok country dalam musiknya. Terusterang makin mengingatkan saya pada ‘pola’ michael buble.
Whatever gakpapa lah. Melihat begitu banyak anak muda di sekeliling saya di plenary hall, mengelukan musik jazz diiringi bigband, sudah seperti siraman yg sejuk. Cuma nonton 4 lagu.

——–
bhas
Bhaskara 2008. Begitu nama grup-nya. Revitalisasi Bhaskara dengan meninggalkan hanya Bambang Nugroho (pianis Bhaskara 86) saja sebagai member lama. Namun konsep musiknya dan instrumentasi tampak dipertahankan, ada saxophone (sopran dan tenor dimainkan oleh Bambang Nugroho), kombinasi piano-keyboard (Iman Pras dan Imel), ada penyanyi, biola. Tipe lagu-nya juga masih di jalur yang sama: fusion-jazz dengan sedikit sentuhan pop.
Kesan umum terhadap band ini? Berisik! Entah kenapa panggung ini kemarin waktu dipakai RonKing keren banget namun setting hari ini terdengar berisik. Cuma nonton 3 lagu.

——–
tri
Trisum. Wah, saya pasti gak normal kalo nonton band ini. Fans berat soalnya. Meskipun band ini tidak lengkap dengan Balawan digantikan oleh Hendri Lamiri (biola) menurut saya justru memperkaya sentuhan band ini. Terdengar sense seperti waktu nonton Didier Lockwood di Jogja sekitar 20thn yang lalu. Meskipun tampak masih meraba-raba lagu yang dimainkan, namun Hendri Lamiri pada biola menurut saya menyimpan magma energi untuk band ini jika ada lebih banyak waktu untuk eksplorasi musikal.
Keren, Rocking-fusion!! Nonton 4 lagu sampai bubar.

———-
naj
Maysa & Najee. Bisa nonton sambil duduk selonjoran. Musically not my cup of tea, terlalu easy jazz-pop menurut telinga saya. Gapapa bisa duduk meluruskan kaki yg mulai pegal2 berdiri dan lari2. Duduk ditemani 4 lagu lalu segera kita menuju baso lap tembak senayan, laper!!

———-
profs
The Professors. Sebagai praktisi musisi amatir, saya kagum dan punya keterikatan batin sebagai fans pada band ini. Kekuatan band seperti band kami, Van Alloy dan band The Professors ini ada ethusiasme pada musik. Salut!!! Dan semangat terus!!
Sempat menikmati 2 lagu sambil berdiri meski sebagian besar penonton duduk karena ini adalah areal ‘food court’.

——-
gary
Setelah sempat bingung karena band inceran berikutnya masih cukup lama, beli2 merchandise, akhirnya nemplok ke penampilan Gary Anthony, yang memainkan tribute pada Frank Sinatra. Bisa dibilang Gary adalah copycat-nya Frank. Beliau mengakuinya secara terbuka juga dalam dialognya, dan beberapa kali bilang ingin menghadirkan kecintaan pad Mr.Sinatra di panggung. Menurut saya dia sukses, surprisingly. Jangan bicarakan kualitas vokal ya, Frank definitely very hard to be copycated. Dengan diiringi bigband RonKing (lagi), memang pas banget denger lagu2 standar Frank Sinatra.
Bertahan 4 lagu sebelum mulai terdengar monoton dan bosan di telinga saya. Sementara sangat mengagumkan bahwa gedung pertunjukan di assembly 3 ini puenuh sekali, abege, ortu, opa-oma. Hebat!!

———-
5
5 Wanita
Cantik, sexy, musically cukup menyegarkan sebagai sajian alternatif. Tampaknya jika bisa dipertahankan band ini punya pangsanya sendiri dan bisa sangat komersial lho..

———-
bubi
Bubi Chen
Semangat nya, ethusiasmenya, skill-nya sangat amat mengharukan. Ditengah keterbatasan pendengaran yang sudah dialami masih bisa menyembulkan uap jazz piano dari salah satu master-nya pianis Jazz Indonesia. Mungkin akan lebih baik kalau tanpa rhytm section, piano solo sendiri saja.

———-
kirana
The Kirana Bigband

———-
inc
Incognito
Hot, semangat, ramai, dan tentusaja acid jazz. Ok lah for some extent and situation. Tapi jelas bukan untuk dinikmati sambil duduk dari atas balkon plenary. I just mark my ear and eyes that I have ever seen them in a live show.

———-
borst
Michiel Borstlap
Kontemplatif, jungle, ritmistik, progressive. Musik paling serius yang saya dengar sepanjang festival ini. Enaknya dinikmati dalam suasan yang lebih hening dan tenang, bukan suasana penonton yang ‘rush’ seperti JavaJazz Festival.

Buset!! 13 grup dalam semalam !!! Mabok mabok dah…

One response

  1. silahkan gabung di group penggemar Bhaskara 86

    http://www.facebook.com/groups/154894115319/

    Februari 27, 2012 pukul 9:11 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s