enjoy every cadence, every breath…

JavaJazz Fest 08 – #3 Hari ke-2

Gara-gara Van Alloy Big Band dapat kesempatan nampil (terima Kasih KJK…) akhirnya bisa puas-puas-in dua hari nonton Jazz Festival internasional. Yang hari pertama tidak nonton karena sudah seharian latihan persiapan nampil Van Alloy Big Band dan juga jaga kondisi agar pas nampil jadi fit.

vabb

me

Hari kedua ini saya nonton berdua sama istri, jadi ya selera tontonan agak bersinergi bergabung-gabung. Gapapa, malah kadang surprising ! Kebetulan penampilan band kami awal banget, sore jam 1630, jadi setelah nampil kami bisa muter2 puas. Pas kami nampil tampak heboh sekali anak2 muda (muka abege sma) ternyata mereka mengejar penampilan RAN.

——
rkbb
Ron King Big Band. Suara super, skill super. Big Band level dunia. Saya duduk pas didepan Ron King-nya baris ketiga. Waduh kalau beliau lagi solo ke arah penonton bunyinya melengking kencang sekali. Saya banyak memperhatikan peran masing2 anggota band dan bagaimana mereka manage penampilan diatas panggung. Ini penampilan yang saya tonton sampai selesai, utuh.

——
grossi
Gabriel Grossi. Ini duet pemain harmonika dan gitar. Wah seru banget meskipun saya terusterang tidak terlalu mengerti lagu-lagunya. Penasaran saja bagaimana pemain harmonica tingkat dunia show. Panggung yang dipakai juga tanpa lighting, ini di meeting point. Kasihan sekali untuk musisi expert seperti Grossi harus tampil di panggung seperti ini. Penampilan ini saya hanya menonton 2-3 lagu. Saya masih menyesuaikan diri dengan sound harmonica yang melengkin menyayat telinga.

——-
jazzmint
Jazzmint BigBand. Permainan bigband dengan konsep memainkan lagu lagu indonesia tempo dulu dengan format bigband. Menurut saya aransemennya kurang nge-swing, khas aransemen bigband ala band Indonesia yg terdengar kurang matang. Ditambah penampilan costume conductor dan peran vocalist yg terlalu dominan menyedot perhatian penonton. Saya melihat 2 lagu saja. Bagaimanapun semua bigband di Indonesia menghadapi kesulitan yang sangat berbeda dengan band jazz biasa. Salute untuk Jazzmint…

——-
manhattan
Manhattan Transfer. Seperti dreams comes true nonton band ini. Speechless…. Apalagi mereka memainkan repertoar yang seperti album the best. Saya tidak menyangka samasekali semua yg kita dengar di rekaman bisa muncul sedemikian prima di panggung, sangat sempurna. Padahal grup ini juga memainkan koreografi gerakan. Luarbiasa mengingat usia mereka. S U P E R B ! ! ! !

——-
kakipegel
Habis itu kaki pegel kita cari tempat yang tidak berisik buat selonjoran kaki. Khas banget festival dimana kita lari dari satu panggung ke tempat lain, menyiksa kaki.

Inilah akhir dari petualangan hari pertama. Fuih… Tidak sampai bubaran sih, karena hari itu kami sudah keluar rumah dari jam 7 pagi dan latihan dari pagi sebelum akhirnya sore nampil. Lelah, besok lagi nonton-nya.

2 responses

  1. kita ini adalah sama2 pencinta musik jazz, namun ketika pagelaran ini berlangsung kita tidak saling kenal ketika bertatapan atau berselisihan di dalam area / stage. jazzlovers yg ada malah sibuk dengan urusannya masing2 dgn melihat jadwal pertunjukan (pemusik/grup/solo) yg mana yg harus ditonton. terus terang saja yg namanya acuan selalu dibawa kemana-mana. semoga event java jazz ditahun 2009 atau jak jazz nop’2008 kita bisa kenal. salam dari Samarinda – Kaltim. FADLI

    Juni 25, 2008 pukul 2:06 pm

  2. @fadli
    Ayo sama-sama menyemangati…
    Kontak2 ya kalau ke Jakarta, silakan kalau mau menengok latihan Van Alloy Big Band

    Juni 30, 2008 pukul 4:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s