enjoy every cadence, every breath…

apa benar nanjak tinggal genjot saja?

Apa yang paling anda nikmati saat bersepeda gunung?
Turun dengan kecepatan tinggi? Kalo bisa jangan nge-rem?
Atau melewati lika-liku tantangan teknik? Menjaga keseimbangan melewati jalur sempit berkelok?
Melewati tanjakan tanjam bisa sampai diatas tanpa tuntun?
Atau sprint kecepatan tinggi di jalur lurus mengejar kecepatan maksimum speedometer/cyclo?
Bersepeda jarak jauh berpuluh kilometer mengalahkan rekor sendiri jauhnya bersepeda?

Tapi sudah pernah coba ini belum?
Menanjak berjam-jam berkilo-kilometer tidak banyak ‘bonus landai’?
Hanya nanjak-nanjak-nanjak?

Apa kira-kira yang dialami?

(1) udah power genjot pol cadence tinggi, kecepatan cuma 7-15 km/h
(2) setress liat trek kedepan nanjak gak habis2
(3) kata yg terngiang dikepala, “apa beneeerrr ya saya suka tanjakan?”
(4) hosh hosh napas sementara otot jantung, paha, pantat, dada, betis sudah menjerit semua
(5) membayangkan berbalik arah dan turunan jauh lebbih nikmat
(6) bosen liat handlebar+stem sendiri, susah genjot sambil ngobrol

Dan itu berlangsung ber-jam-jam terus menerus.

Bagaimana para suhu nanjak mengatasinya? Kenapa mereka tampak seperti bodi dengkul semua?

Dari yang saya amati hanya ada dua cara:

(1) Kekuatan Mental

Kesabaran dibutuhkan untuk terus mengayuh, meski putaran crank (cadence) sudah pol, ternyata pelan-nya kecepatan dan progress menanjak memberikan ujian tersendiri. Hanya keteguhan hati saja yang bisa menahan niat kita untuk segera berbalik arah menikmati turunan kembali ke titik start.

Dalam melaksanakan cara ini ‘memorize spinning’ alias gaya refleks kedua kaki kita dalam kecepatan putaran yang tinggi memberikan keuntungan tersendiri.

(2) Kekuatan Dengkul

Jangan coba dan paksakan cara ini. Cara ini hanya untuk yang memiliki kombinasi kekuatan otot-memorize spinning-power-kekuatan napas-kekuatan jantung yang prima.

Jangan pedulikan bahwa ini tanjakan, ambil gear depan yang tengah (kedua) lalu mulai bertahap pindahkan gear belakang ke gear yang lebih kecil. Semakin kecil gear belakang, semakin besar power yang dibutuhkan.

Kesimpulan

Cara pertama cocok untuk ‘novice uphiller’ alias yg baru mulai mencoba nanjak jarak jauh. Sasaran yang dituju adalah ‘compliance’ alias ‘sukses sampai akhir track’

Cara kedua cocok untuk yang ingin meningkatkan performa kecepatan dan waktu tempuh track. Cara ini hanya bisa dicoba oleh rekan yang telah memiliki power dan endurance yang mencukupi.

Jadi apakah benar nanjak itu tinggal genjot saja dan ganti ban sesuai medan? Sebaiknya anda coba dulu sendiri rasakan ambil track min 15km full nanjak…

Yang jelas track nanjak memberi tempat anda bisa mengukur batas kemampuan anda, fisik dan mental.

Demikian….
Selamat nanjak Jumat untuk Tim Jacyco…

Cikarang, 6 Mar 2008

One response

  1. tanto

    udah pernah ngrasain mas, malah pe 25 km, rasanya???? ndak dibayangkan deh. tp asyiknya wkt turunan, seruuuuuu bgt.

    Maret 14, 2008 pukul 11:18 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s