enjoy every cadence, every breath…

mencintai apa yg kita punya

Kemarin saya bernostalgia melihat2 foto2 lama. Belum terlalu lama sih, sejak Juli tahun lalu.

Diantara foto2 itu adalah foto 2 sepeda saya yang masih ‘lugu’ banget. Yang satu sepeda jaman kuliah, waduh! Dirty rusty rotten bike tenan! Saya inget banget komentar Oom Asup waktu saya pertama nongol di Palladio pake sepeda ini, “Wah… Enak ini sepeda hybrid, enak dipake buat jalan onroad”… Sebuah komentar yg baru kemudian saya tahu bahwa itu adalah “komentar sopan dan menghibur…” Hehehe

Trus ada foto b2w day dan promosinya. Kita sebar pamflet di lippo. Trus ada jalan ber4 ke alung (gowes perdana diluar cikarang bersama jacyco). Trus ada sukamantri pertama masuk hutan yg bikin rim peyang mirip angka 8. Trus trus trus…

Kembali, mengharukan melihat metamorfosis sepeda yg saya pakai sampai di yg sekarang saya tunggangi.

Lalu saya menyempatkan diri memandangi sepeda Kanjeng Kyai Cozmic itu sekarang. Ck ck ck… Gagah banget dia nongkrong di stand ulix-nya. Sudah berubah banyak sekali… Dari WimCycle Roadchamp sekarang tinggal crank set doang yg msh menempel…

Setiap menelan racun2 yang ada di sekitar kita, saya sering merasa sepeda yg kupunya ini bukan tambah sempurna malah tambah banyak kurangnya. Udah ganti ban butuh frame, udah ganti frame butuh handlebar, udah ganti handlebar butuh sadel, udah ganti sadel butuh RD… Gak ada habisnya !!

Saatnya mengagumi apa yang kita sudah punya… Lalu bersyukur…. Dan tentusaja, “Kemana? Kapan? Siapa aja?”

Gowes genjot terusss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s