enjoy every cadence, every breath…

IPDN Trip: Gadog – Rindu Alam dalam Kabut Tebal (part 1) Gadog-Taman Safari

Setelah membaca cerita Nota dan melihat foto2 perjalanan IPDN di Dieng, saya jadi makin penasaran dengan nanjak on-road bersama IPDN. Terusterang sebelumnya nanjak on-road, apalagi di daerah ramai lalulintas seperti Puncak, tidak terlalu menarik buat saya.

Kanjeng Kyai Cozmic masuk ke si macan, dan dihari selasa yang lucu ini kami ke Gadog Ciawi, sampai dalam 90menit menyetir dari Cikarang. Segera kubuka bekal makan pagi, “Roti Gembul” dari Bandung. Ada lima seplastik, dua lagi kuberikan ke kakek pengemis tua yg tampak memelas dan kasihan sekali, “Belum makan…” Katanya, tak terdengar suara, hanya kubaca gerak bibirnya saja.

Jam 8 pagi parkir di Gadog. Sms dari MBah Rektor mengabarkan kalau beliau kena macet. Ini adalah sms kedua dari bliau, tadi pagi subuh sms pertama berbunyi, “Heavy rain… jalan terus…”. Memang cuaca pagi itu ‘pesimistic’ banget: mendung, redup. Sepanjang malam hujan tak berhenti, dan pagi itu pun sepanjang perjalanan dari Cikarang ke Gadong juga hujan terus tak berhenti. Jadi suasananya sendu. Tapi kapan lagi coba bisa dapat kuliah khusus begini. Imagine? Kuliah langsung diberikan oleh Pak Rektor IPDN secara privat??

Siap2 sepeda. Sempat kagum dengan perlengkapan yang dibawa MBah Rektor di mobilnya.. sampai stand u-lix pun dibawa!! Sepeda yang bersih kinyis-kinyis sampai terlihat kecemerlangan chrome sprocket-nya itu segera disemprot rantainya dengan ‘chain lube’. Saya intip tas punggung cuma berisi wind breaker, “buat turun nanti To, dingin” katanya. Bidon satu, beda banget sama saya yang sudah ketagihan minum, dua botol 1/2 liter di frame dan satu liter di hydropack.

Berangkat juga… Pak Rektor mempersilahkan si praja duluan. Baru 500 meter berjalan menghadapi tanjakan terjal pertama itu RD sudah berbunyi, ‘ clap-clap-clap bleteak-bletek-bletak”. Aduh!! Berhenti deh kita. Dengan sedikit test dan coba-coba Pak Rektor memberi komentar singkat, “RD-mu Tok…”. Iya emang ini RD yang aslinya dari sepeda WimCycle Roadchamp, sudah saya siksa dengan medan: sukamantri, rindu alam, JJ, JPG, Cioray. Belum lagi dipake NR Jumat malam dan XC Cikarang Minggu Pagi dan b2w tiap hari dari Juli 2007. Udah lewat break-even nya kali ya?? Alhasil karena spring RD lemah, sampai akhir perjalanan ini saya cuma bisa pakai gear depan kedua, tidak bisa dapat bonus gear depan terkecil… Ampuuunnn… Kombinasi gear yang saya pakai: gear depan tengah, gear belakang antara 8-9 lalu kadang turun ke 6-7 jika ada ‘bonus’ jalan agak melandai.

1
(spinning)

Di bagian 5 km paling berat ini jika sudah suntuk mengayuh, saya akan menyanyikan dua lagu favorit nanjak hehe.. “Naik-naik ke puncak gunung” kalau masih bosan juga lagu “row-row-row your boat..” hihihi…

Hanya sekitar 1 km lebih sedikit Pak Rektor bisa sabar menemani saya di belakang. Langsung bliau gatel dan segera melaju kedepan. Buat saya 5km pertama adalah bagian paling berat. Paha masih tersiksa karena gear depan kedua memberikan beban power lebih. ‘Memorize pedalling’ juga belum lancar, masih terkaget karena medan yang menanjaaaakkk terus. Namun setelah melewati 5km, melewati pasar Cisarua, saya sudah mulai bisa menikmati tanjakan demi tanjakan. Yang terutama adalah secara mental sudah tidak heran lagi menghadapi medan yang nanjak tiada henti.

Saya teringat dan termotivasi cerita rekan IPDN Nota yang strugling dengan gear juga saat nanjak Gadog-RA. Bliau juga mengambil banyak ‘illegal pitstop’ alias pitstop liar. Saya juga ‘terpaksa’ menjalani satu pitstop liar di km 9.9, di tanjakan Cibulan.

2
(foto pitstop ilegal cibulan)

Nyesel juga pitstop disini, karena cuma 100 m kemudian sudah menunggu Pak Rektor di pertigaan Taman Safari… Cihuiii… pitstop legal… Tapi kalau saya tidak ambil pitstop itu mungkin saja saya sudah kraam. Kaki sudah kaku dan pegel sekali. Nyut… nyut… di paha

3
(angkot tidak laku)

bersambung ke bagian kedua….
foto-foto ada di multiply IPDN http://1pdn.multiply.com/photos/album/12/Turunan_RA_-_GAdog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s