enjoy every cadence, every breath…

sepeda ‘freeride’ th 2008

Sedihnya tadi denger dari Um Sigit kalo gowes minggu pagi bersenang2 dengan lumpur lagi di J3 huhuhu… Iri beurat

Ya sudahlah…

Saya barusan selesai baca perbandingan beberapa sepeda jenis freeride di sebuah majalah. Setelah baca artikel ini dan melihat bentuk sepeda2 yg dibahas secara umum saya jadi bisa sedikit mengerti seperti apa sih sepeda freeride itu, saya share disini, silakan ditambahin dan dikoreksi.

Norco Shore One
(Norco Shore 1)

Terusterang tongkrongan sepeda freeride memang gagah. Menurut hemat saya, gagahnya sepeda freeride itu tidak berkesan tambun, gemuk, besar, dan berlebihan seperti kalau kita lihat sepeda downhill. Memang dari artikelnya disebut bahwa sepeda ini diperuntukkan buat melewati “park” yang lebih banyak turunan dan halangan2nya sehingga membutuhkan sedikit sekali meng-genjot. Ini juga terlihat dari sepeda2 ini yang memberi ‘ground clearance’ lebih besar dengan melebarkan jarak ‘bottom bracket’ (BB) -‘as’ tempat pedal berputar- dengan tanah. Sepeda freeride dibuat karena dengan sepeda ‘downhill’ melewati hambatan2 buatan dan alam: drop-off, pohon tumbang, batu, akar besar, tanggul pohon, dll sering sekali sepeda DH ‘nyangkut’ di halangan2 alam dan buatan tsb. Sayang kan? Jadinya ini adalah salah satu alasan akhirnya jadi ada sepeda ‘freeride’ ini.

Saya sendiri belum banyak survey ttg apa yg disebut ‘park’, tapi sekilas sih ini mestinya adalah hutan yang dibuat track sepeda penuh halangan, dengan medan sebagian besar turunan. Biasanya track seperti ini men-utilisasi track ski salju yang tentunya jadi sepi di luar musim dingin. Track freeride biasanya di dalam hutan diantara pepohonan dilengkapi berbagai halang rintang alam dan buatan. Kalo sebagian besar turunan trus naiknya gmn? Hehe di negara 4 musim mereka pakai semacam kereta gantung salju itu, atau ya naikin mobil.

Bentuk sepeda freeride sangat dekat dengan kekokohan bentuk sepeda DH, tentusaja fullsus dengan rear shock yg travelnya 7-7.5 in. Crankset juga mirip sepeda DH, hanya satu atau dua ring di depan dilengkapi dengan bash-guard dan chain-tensioner.

Berpikir buat bawa sepeda ini ke jalur J3? Hehe.. Beratnya 40-43lb atau skitar 20kg. Gempor gempor deh genjotnya! Dan kalau diajak speed sama Oom Yadi or Oom Gzl pasti hosh2 tertinggal jauh hahaha…

Harganya? Hehe
2000-3200 poundsterling !!
Sepeda yg dibahas:
Cannondale PREP 1
Cove STD
Norco Shore 1
Scott Gambler FR1
Specialized Demo7 1

Liat harganya jadi makin sayang ama Kanjeng Kyai Cozmic !! Wakakaka…

(Seperti ditulis di milis jacyco-cikarang)

2 responses

  1. akhirnya nemu bike shop di abu dhabi.. baru buka…
    man… koleksi mereka specialized semua.. mo yang tahun 2007 atau 2008… ada.. stumpjumper sampe hardrock..
    hardtail or fsr… ada…
    cuma sayang.. gw nggak punya duit…
    heheheh

    Februari 18, 2008 pukul 4:33 pm

  2. Yogie

    .nyari sepada gunung dmn ya?

    Desember 1, 2009 pukul 1:43 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s