enjoy every cadence, every breath…

Top 10 Played January 2008

Top 10 Albums played dari Media Monkey Player di komputerku…

Tracks Album Length File size
27 Gita Gutawa – Gita Gutawa 1:51:25 102.04 MB
24 Various Artists – Bossa Nova Brasil 1:12:20 66.3 MB
24 Kohlner Saxophon Mafia – Lisence to Thrill 1:18:56 107.59 MB
20 Glenn Miller Orch – The Definitive Collection 1:02:19 56.94 MB
17 Rosanne Lui – Yesterday 1:08:41 62.9 MB
17 Michael Buble – Live 0:58:43 67.59 MB
16 Various Artists – Piano Jazz 1:37:25 89.2 MB
15 Tom Grant – Tom Grant 0:57:16 52.45 MB
15 Various – Count Basie & His Orchestra 0:48:12 44.14 MB
15 Carpenters – Love Songs 0:55:20 50.76 MB
15 Milton Nascimento – Angelus 1:14:39 68.37 MB
15 Bubi Chen – Romantiques 1:04:05 117.37 MB
15 Bad Plus, The – Prog 1:38:51 226.54 MB
15 Hal Leonard Play Along – Jazz Classics 0:55:34 50.79 MB
15 Phil Collins Big Band – A Hot Night In Paris 1:47:46 107.52 MB

Rutinitas menulis ttg TOP10 agak terlewat, tau-tau sudah awal bulan Februari 2008. Yah memang akhir bulan Januari ini irama hidup berubah agak drastis, terutama weekend. WOW! Ternyata Gita Gutawa masuk list ini lagi, padahal udah pernah dibahas ya dulu di bulan November (?).

Oke kali ini kita ceritakan tentang “Kohlner Saxophone Mafia” saja. Band ini cukup unik, anggotanya terdiri dari semua pemain saxophone, dari Soprano, Alto, Tenor, Bariton. Kalau kita mendengar mereka bermain seperti mendengar bunyi lagu yang dinyanyikan dengan Accapella. Ternyata lagu yang dimainkan secara grup oleh alat musik yang sama bukannya menjadi sederhana tapi malah jadi kompleks. Logis juga, karena kan setiap person harus memegang nada tertentu kan? Memegang peranan tertentu dalam harmoni kord. Belum lagi ada yang berperan sebagai seksi pengirim (rhytm) entah dia memberi sentuhan ala bass atau memberi ornamentasi variasi arpegio. Pusing pasti !! Yang main pusing, yang mendengar juga butuh penyesuaian karena musiknya secara drastis berubah samasekali…

ksm

Dan Kohler Saxophone Mafia membuat pola penampilan yang sudah tidak sederhana ini menjadi semakin rumit, mereka memainkan jazz (jadi akord menjadi kompleks dan kaya) dan mengakomodasi gaya ‘musik baru’ (kata yang dipakai untuku ‘contemporary musik’ atau ‘musik kontemporer’ yang sangat eksploratif pada bunyi). Yang dengar tambah mampus, lagunya tambah unik dan aneh, banyak diselipi tidak hanya solo-solo yang nge-jazz tapi disertai dengan eksplorasi bunyi dan sound saxophone. Hasilnya adalah sebuah rekaman contemporary-jazz-saxophone-group yang sangat eksploratif dan ‘sophisticated’.

Sayang sekali saya cuma punya satu albumnya.

Untuk di Indonesia gaya bermain grup seperti ini sudah diperkenalkan oleh “Hypersax”. Grup yang terdiri dari empat pemain saxophone lulusan ISI Yogyakarta, memainkan jazz yang genit sekaligus grup saxophone yang eksploratif. Grup ini pernah tampil di Java Jazz Festival namun dengan membawa rhytm section yang lengkap. Sebuah kompromi komunikasi musikal dengan dunia komersial dan mainstream.

Beruntung sekali saya pernah menonton grup saxophone ini bermain musik, menjadi ilustrasi musik teater, sambil bermain teater pada sebuah penampilan EKI di Goethe Haus bbrp tahun yang lalu.

Link Kohlner Sax Mafia di Allmusic…

Edisi sebelumnya
Desember 2007
November 2007
October 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s