enjoy every cadence, every breath…

J3 (Jalur Jacyco Jababeka) – bag 2 : Onroad dan Nyeberang Getek

Lanjutan dari bagian pertama…

Setelah istirahat di sebuah warung kita segera menjalani etape yang sangat panjang onroad. Ini adalah daerah Ds Nagasari, Kec Serang. Medan-nya berbukit-bukit jadi ya jalanan naik turun. Lalu kita masuk ke Kec Bojong Mangu. Banyak tanjakan aduhai dan disusul segera dengan turunan mesra. Menguras tenaga. Disinilah endurance benar-benar teruji karena meskipun sebagian besar tim (17 sepeda) mengaku tidak menyukai onroad, ternyata saat di jalan mereka segera dengan mudah terpecah-pecah. Yang pengen menguji speed atau yang pengen balapan segera meluncur kedepan. Mungkin bukan senang onroad tapi malah pengen onroad ini segera selesai.

1
(09:11 anggota termuda Rico, 11 tahun, didorong sabar di tanjakan oleh ayahnya)

2
(10:11 pitstop pertama)

3
4
Sempat ada hiburan kita melewati bendungan Cibeet. Jalan raya yang kita lalui melewati tepat diatas sebuah sungai besar yang dibendung jadi seperti danau.

Entah Kang Asol the road captain membawa kita kemana. Yang jelas buat saya rasanya jalur onroad ini tidak ada habisnya. Semula di sebelah kiri jalan masih tampak ada di kejauhan kompleks perkantoran Kabupaten Bekasi, namun makin lama kompleks ini makin hilang. Jadi kita benar-benar menjauh dari area Kota Deltamas/Cikarang. Kita melakukan pemberhentian, minum dan istirahat sambil re-group-ing sebanyak tiga kali. Termasuk peristirahatan onroad terakhir kita yang berupa sebuah pasar di dekat pertigaan, ada di pinggir jalan raya menuju Loji. Warung ini sangatlah ‘beradab’ dibandingkan semua peristirahat kita sebelumnya. Disini kita bisa temui biskuit (meskipun tetap tidak ada coklat) dan juga lemari es berisi pocari sweat dingin. Hhhhh… segera isi hydropack yg sudah kosong dg satu liter pocari dingin. Kalau hydropack ini habis nanti berarti saya menghabiskan 3 liter air.

5
Disini selain jauh dari ‘peradaban’, juga jauh dari sarana kesehatan yang memadai rupanya. Coba perhatikan petunjuk jalan berikut. “Mohon untuk tidak NGEBUT, disini jauh dari rumah sakit”. Hahaha.. Lucu, ironis, sekaligus sangat bijak.

Akhirnya setelah siksaan onroad yang sangat panas dan berpolusi, kami masuk offroad lagi. Seluruh tim tampak excited dan meningkatkan kecepatan genjotan. Namun segera kita disambut rekan yang kraam. Sejak titik ini sampai kembali ke Cikarang Baru (sekitar 15 km offroad) kita akan terus berurusan dengan rekan yang kraam, yang jumlahnya 3 orang. Bergantian mereka terserang.

6
Jalur onroad yang panas ini panjangnya sekitar 17km. Tim sangat bersemangat karena sudah tersebar kabar bahwa ‘tempat naik getek’ sudah dekat.

7
Sensasi Getek (sebenernya lebih tepat disebut perahu ya dari bentuknya?) adalah sensasi berikutnya… dan ini tidak mudah terlupakan. Getek ini pas di sungai yang merupakan perbatasan Kab Bekasi dan Kab Karawang.

8
9
10
11
12
14
Menyeberang dengan perahu seperti ini sama deg-deg-plas nya dengan melahap turunan panjang tanpa berusaha nge-rem. Semua tim terlihat bersemangat sekaligus ada rasa takut menjalani penyeberangan ini.

Bapak penarik getek kelarisan. Kita menjalani empat kloter dengan masing-masing kloter diisi sekitar 4-5 sepeda beserta penunggangnya. Aliran sungai cukup deras, air sungai berwarna cokelat, ini memang musim penghujan jadi ada kekhawatiran banjir atau aliran besar air tiba-tiba datang. dari lumpur yang menutup sebagian besar lereng sungai terbayang berapa tinggi air sungai ini saat kondisi banjir.

Rupanya kita jauh-jauh onroad panas-panas dan lapar ini tadi demi mendapatkan lokasi penyeberangan sungai ini. Sebenarnya jalan yang melewati jembatan sudah ada dan sudah bagus, tapi kenapa lewat yang mudah kalau ada jalan yang susah dan menantang kan?

Penyeberangan dengan getek/perahu/rakit ini adalah sensasi utama tour ini. Trip distance menunjuk 38km.

bersambung ke bagian ketiga…

9 responses

  1. Ping-balik: JJJ (Jalur Jacyco Jababeka) - bag 1 : Sekitar Kota Deltamas « Harto Basuki

  2. blue_tooth7

    jacyco (jababeka cycling community) bisa dihubungi di mana?

    Januari 16, 2008 pukul 10:29 am

  3. yokifs

    seru juga sepeda pake naek getek, tapi belun pernah bikin motor naik perahu karet kan? only in puloraya, banjir bandang 2002 hehehe

    Januari 18, 2008 pukul 10:54 pm

  4. Ping-balik: J3 (Jalur Jacyco Jababeka) - bag3: Lumpur oh Lumpur « Harto Basuki

  5. klo diliat dr foto2nya..pasti suhunya menyengat banget ya om??

    Januari 24, 2008 pukul 10:03 am

  6. iwan yuliar

    asyiiiiiiiiikkkkk

    Januari 24, 2008 pukul 11:18 am

  7. xion

    lanjutin Om jurnalistiknya….. di explore – explore berikutnya

    Januari 24, 2008 pukul 7:48 pm

  8. Wah. cukup menakjubkan……
    Saya baru coba jalur JJ, Nawit, Pondok petir. bagaimana caranya nyoba jalur tersebut?
    Dimana base campnya? star awal dimana?

    Selamat, ngegoes terusss………………

    Mei 19, 2008 pukul 9:45 pm

  9. Ping-balik: Nyeberang sungai cibeet « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s