enjoy every cadence, every breath…

Kisah sebuah sepeda Phoenix

Ini kisah agak pribadi, yg mungkin bisa menjelaskan kenapa saya sangat menikmati hobby sepeda sekarang.

Jadi di awal 70an, sepasang suami istri sangat excited krn akan dikaruniai seorang anak. Menjelang akhir masa kehamilan, seperti biasa mereka harus ke dokter kandungan, periksa rutin. Maklum ini putra pertama jadi mrk sangat ekstra hati-hati. Apalagi sang calon ibu pernah mengalami riwayat keguguran sebelumnya.

Seperti umumnya awal 70an di Jogjakarta, kendaraan yang umum digunakan kemana-mana adalah sepeda. Menghadapi masa akhir kehamilan, dan mengingat kondisi sepeda butut yang tiap hari digunakan ke kantor (beliau bekerja sebagai pegawai Kantor Pos) rasanya sepeda butut ini tampak ‘sangat tidak pantas’. Sang calon ayah memutuskan untuk meminjam sepeda yang jauh lebih bagus kondisinya. Kebetulan Kantor Pos Besar Yogyakarta barusaja memperbaharui armada sepeda-nya dg sepeda ber-merk Phoenix keluaran terbaru. Sang calon ayah yg bersemangat ini merasa perlu tampil ‘lebih pantas’ saat mengantar istrinya memeriksakan diri ke dokter. Maklum, awal 70an dokter belum banyak, berkunjung ke dokter termasuk kegiatan yg agak asing, istimewa, dan berbau elit menurutnya.

logo

Berangkatlah pasangan berbahagia ini ke dokter di suatu sore, dengan menunggang sepeda Phoenix yang masih ‘kinyis-kinyis’ (mengkilap karena baru -red). Rasanya makin lengkap saja excitement dari kunjungan mereka ke dokter kali ini mengingat sang bayi akan lahir 1-2 bulan lagi.

Dokter berkata bahwa kandungan sehat, malah beliau rela memberikan vitamin2 milik pribadi keluarganya, untuk menjaga kondisi kandungan tetap sehat sampai saat melahirkan tiba. Pasangan muda ini sangat bahagia, mereka juga sangat terharu dan berterimakasih atas kebaikan hati Pak Dokter. Mereka ingin suatu saat anak yg ada dalam kandungan ini menjadi dokter yg baik, penderma, dan suka menolong seperti ini.

Saatnya pulang dengan suasana gembira, senyum merekah lebar di mulut calon ayah dan ibu baru ini. Sayang senyum itu hanya bertahan sampai tempat parkir periksa dokter. Sepeda Phoenix pinjaman dari Kantor Pos, yang masih mengkilap kinyis-kinyis baru itu lenyap. Hilang digondol maling.

Akhirnya sang calon ayah harus rela gajinya ada potongan tambahan tiap bulan selama lebih dari setahun untuk menukar sepeda milik kantor yang hilang ini.

speda

Kembali ke 2008. Sabtu lalu saya melihat di Toko Sepeda Yer**ho Kramat Jati ada sepeda Phoenix, warna hijau, versi retro 70an ini, masih baru kinyis-kinyis mengkilap baru datang dari RRT. Harganya? 5juta rupiah kata Nci’ penjualnya. Buset! Lebih mahal dari fullbike Cozmic CX 2.0 !!!

Pasangan suami istri yang kehilangan sepeda di cerita diatas adalah Bapak-Ibu saya. Anak dalam kandungan di cerita diatas adalah saya. Semua cerita diatas adalah cerita nyata, dan Bapak-Ibu baru menceritakannya kepada saya sekitar sebulan lalu, saat mereka melihat saya sangat menikmati bersepeda dan selalu elus2 sepeda saat berkunjung ke rumah mereka.

Sepeda Phoenix ini langsung jadi ‘whish-list’ sepeda yang akan saya miliki nanti.

Ternyata ada yg menulis dengan ‘gusto’ ttg sepeda Phoenix ini…
http://cakrawalaindah.wordpress.com/2007/02/22/phoenix/
sekalian saya kutip juga foto2nya dari blog diatas untuk post ini…

32 responses

  1. 5 juta ? ngga salah tuh mas….

    salam kenal sebelumnya…🙂

    Januari 14, 2008 pukul 4:58 pm

  2. joseph

    ah senangnya masih bisa sepedaan

    Januari 14, 2008 pukul 6:59 pm

  3. @wong-cilik

    Iya, setelah liat tulisan2 lain tampaknya harga 5juta kemahalan banget ya? atau saya salah dengar? Harga di bbrp tulisan internet sekitar 500-1juta rupiah.

    Januari 15, 2008 pukul 12:31 am

  4. cerita yg menarik🙂

    Januari 15, 2008 pukul 4:04 pm

  5. makin semangat dong bro ngelajuin sepedanya😀
    lam kenal

    Januari 16, 2008 pukul 10:53 pm

  6. wew… klo harganya beneran 5juta…
    ojek sepeda di kota pasti langsung upgrade ke ojek motor.. :p

    Januari 17, 2008 pukul 11:56 am

  7. widodo

    Salam Kenal,

    Cerita yang menarik
    koment untuk harga sepeda, kayaknya bener kemahalan tuh, 2 minggu lalu saya beli di jogja persis seperti gambar harganya 750 ribu, mungkin sama dgn Jkt
    Saya gunakan sepeda ini untuk kendaraan saya berangkat dan pulang kerja, saya memilih sepeda ini karena design seperti sepeda kuno ini sangat ergonomis sehingga nyaman untuk dikendarai dan cocok untuk harian asal tidak ketemu medan yang extrim (naik gunung turun bukit)
    Pengennya sih punya sepeda kuno yang harganya berjut jut, sayang anggaran nggak mencukupi namun karena saya tidak sekedar penggemar sepeda tapi lebih karena gemar bersepeda makanya saya tertarik dengan sepeda phoenix ini yang harganya dapat saya jangkau

    Selamat bersepeda buat semuanya

    Juni 24, 2008 pukul 10:05 am

  8. @andi ridwan dan @widodo

    Wah… berarti tidak semahal itu dong yah.. Wah toko di Kramat Jati berati menohok nih harganya.. Ck Ck Ck..

    (makin semangat berburu sepeda phoenix)

    Juni 24, 2008 pukul 11:09 am

  9. klo aq pertama punya spd wkru kelas 2sd dberi hadiah bmx ama Mama…sekampung hanya aku yg punya…skrg spedaku polygon balap, tp aq udab setangnya ky mtb…

    Juni 24, 2008 pukul 1:14 pm

  10. BUDISIPLAH

    WAH,.,,MAS,,,,,

    KLU HARGA SEGITU YAH KEMAHALAN,,,SEPEDA BARU TOH,,,,,,?

    2 MINGGU YG LALU SY BR BELI PHOENIX JUGA…TP JADUL…NAMPAKNYA KUNO…SULIT MO BELI NYA,,STLH DIRAYU RAYU…MAU DILEPAS,,,2 JT,,,,SEKARANG SY SUKA SEKALI NAIK SEPDA TUA TSB…
    BISA TAU GA ..BGMN CARANYA TAU …SEPEDA PHOENIX..KELUARAN TAHN BERAPA….DILIAT DARI MANA NYA,,AD YG TAU ,,?

    Agustus 19, 2008 pukul 5:14 pm

  11. @ryan
    wah kalo roadbike diubah stang mtb itu sudah jadi yang disebut ‘hybrid bike’

    @budisiplah
    siiiiipppp… ternyata harganya makin menarik untuk dimiliki beneran nih sepeda!!

    September 11, 2008 pukul 8:01 pm

  12. borneo

    mahal???? gk kale…., ya klo org tau ttg sejarah sepeda antik, harga 5jt itu mah murah, ….mkanya mas jgn tw make tp telusuri sejarahnya sepeda antik tsb…, semoga onthelis d nusantara semakin berjaya……
    MERDEKA

    Oktober 13, 2008 pukul 9:24 am

  13. Ping-balik: Empat Sepedah « Harto Basuki

  14. kmrn saia beli sepeda onthel merk phoenix, warna idjo tua, di Pasa Tanjung Pura Pontianak Anyar kinyis-kinyis… seharga 700 rebu.

    mulai pagi ini saia berangkat kerja naek sepeda.. waa.. senangnya ;))

    November 27, 2008 pukul 9:21 am

  15. Penya

    Wah To,……kowe termasuk kategori AnMal……anak mahal, kontrol dokter plus harga sebuah sepeda. Salut ya sama orang tuwa jarene wong yoja “Kamulyaning anak saka rekasaning Wong tuwa, kamulyaning Wong tuwa saka nyawang anakke”

    Salam

    Kancalawas

    Desember 17, 2008 pukul 5:23 pm

  16. kayaknya sepeda phoenix made in china harganya New ^00ribuan kok ada ya yg 5jt

    Januari 24, 2009 pukul 11:00 am

  17. tepuk

    gw juga punya phoenix lho?

    Februari 1, 2009 pukul 12:16 pm

  18. Everli erwadi

    Betul mas kemahalan kalau 5 juta.
    Saya baru beli cuma 850.000.kondisi betul betul bagus.

    Februari 14, 2009 pukul 9:39 am

  19. sebagai pemula komunitas sepeda onthel aku juga baru dapat phoenix dengan kocek 1,1 juta apakah kemahalan,

    Juni 10, 2009 pukul 12:22 am

  20. linda

    wah mas , g punya sepeda phoenix ijo nongkrong di gudang tuwh.

    Juni 30, 2009 pukul 9:07 am

  21. gautama

    di jakarta di mana nih yang masih ada ?
    mau mulai onthel an nih

    September 19, 2009 pukul 10:41 pm

  22. peok

    jos banget tuh sepeda sambil naik bisa bunyi,majuta,majuta,majuta ,he…he

    April 2, 2010 pukul 2:43 pm

  23. jack

    wah mas saya ada juga tuh phoneix
    tapi lebih tua dikit dari punya mas
    punya peninggalan kakeknya teman saya
    di beli tahun 70 an gitu
    tapi sekarang saya yang ngerawat
    mohon saran nya !!!!!!! saya masih baru di komunitas onthel

    Mei 7, 2010 pukul 10:17 am

  24. ardian

    klo mau nyari sepeda phoniex coba aja tanya sm tukang somay yang keliling…..saya di kasih harga 150 ribu…hehehehe…….

    Juli 2, 2010 pukul 7:16 pm

  25. sori rada gak nyambung, barangkali ada temen yang udah bikin sepeda jenis “recumbent” disini, kalau ada, bisa add dan share di fesbuk saya ya…., makasiih.

    Juli 11, 2010 pukul 9:29 pm

  26. Salut dengan usaha bikin sepeda sendiri-nya
    Saat nyobain sepeda recumbent di acara ini kami juga bertemu pesepeda lain dengan sepeda rakitan dan di las sendiri juga… berbekal browsing internet juga

    Agustus 8, 2010 pukul 11:03 am

  27. Assalamu alaikum wrwb
    Salam kenal, ayo galakkan terus gerakan bersepeda, biar lingkungan kita nggak banyak polusi.
    Good Luck. Sukses selalu

    Juli 23, 2010 pukul 9:45 am

  28. budiono

    DI JUAL..
    warisan kakek poenix kondisi apa adanya ori 100% karna ga pernah dipake silaan lihat penampakannya

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4906441

    Agustus 9, 2010 pukul 4:02 am

  29. taufik riyadhi

    gua juga punya gan batangan phoenix thn 70an gua bawa dari surabaya hehe laggi gua jadiin sepeda balap classic . hehe ayo kendarai sepeda anda untuk melakukan aktivitas kalian

    April 29, 2011 pukul 7:47 am

  30. bikersstation

    Untuk rekan2 yg mencari tau asal usul sepeda Phoenix ini link pabrikannya di China yg juga produksi sepeda motor http://www.dawasenko.com/product/class/77/

    klo rangka atas double itu SPB15 klo single SPB10

    Mei 18, 2011 pukul 11:29 am

  31. fhans

    Ada jg bru ku dapat 150rb gan…
    Ori..
    Garpu patah , ada yg punya gak gan..?

    November 10, 2015 pukul 9:51 am

  32. wawan

    Mas, bapak saya juga dines di Kantor Pos Besar Yogya mulai tahun 70an, dpt phoenix juga, saya rawat baik2.. ada kisah ke dokter juga saat saya umur beberapa hari dgn sepeda itu..

    Februari 6, 2016 pukul 6:32 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s