enjoy every cadence, every breath…

GPMB 2007: kesan saya (jilid 2)

Setelah menulis kesan saya…. saya kok baca lagi ada yang terlewat, jadi bikin jilid keduanya, yg ini lebih ke arah non musikal.

Salah satu yang mengagumkan saya dari GPMB kemarin adalah, kembali, selalu, konsep penampilan/show concept-nya Garuda Flight DC. Terutama finale-scene-nya itu, pas itu guard cowok memanjat pagar kawat lalu mengibarkan bendera… BUSET!! Saya yang nonton dari samping saja terkagum-kagum dengan ide-nya, dan mengalami ekstasi sampai teriak2 dan berdiri menyambut finale yang luarbiasa ini. Setiap saya menonton Garuda, saya selalu melihat hal seperti ini, memang.. saya tidak menonton GPMB setiap tahun, tapi kayaknya kejutan Garuda bisa jadi alasan buat nonton rutin lagi. Sayangnya di Garuda display dan brass-percussion section-nya terasa seperti ‘menempel’ pada penampilan utama dengan vocal point ada di guard-section. Tidak sempat memperhatikan saya apakah ini karena brass-percussion-nya tidak bisa ‘mengimbangi’ level pernampilan guard section? Atau malah guard section-nya yang terlalu menonjol sehingga mengganggu keutuhan penampilan band? Atau jangan2 saya saja yang sejak horn up sudah merhatiin guard-section-nya terus, karena memang sudah punya ekspektasi lebih dari mereka hehehe…

Kejutan ‘Pagar’ Garuda ini menurut saya selevel dengan kejutan yang ditampilkan saat solois Tridinanti ‘menghilang’ juga pas snare section PKT berganti baju saat memasuki ‘lorong’. Itu GPMB tahun berapa ya? Yang jelas saya sulit lupa.

Hal lain yang juga baru saya rasakan setelah seluruh penampilan selesai adalah saya tidak lagi melihat level skill drill (execution ataupun design) seperti yang ditampilkan PKT saat terakhir saya lihat mereka. Kalau kita menonton PKT saya merasa seperti melihat yang berbaris di lapangan itu seperti bukan orang, seperti robot yang sangat rapih-jali to the extreme. Langkah2nya ketat namun seragam sekali, lalu ini didukung oleh drill-design yang sangat ‘mengalir’ aduh saya tidak terlalu pandai dan tidak mengerti istilah teknis-nya. Menurut saya semua penampil final GPMB 2007 tidak ada yang mencapai level drill-perfection seperti PKT. Walaupun sebenernya model cara berbaris seperti itu tidak terlalu saya sukai dan dimata saya sangat kaku, namun entah mengapa saya merindukannya di GPMB 2007, dan tidak menemukannya, bahkan di Semen Gresik pun yang paling rapih barisnya.

1
(foto SemenGresik, pemenang GPMB07 diambil dari http://www.trendmarching.or.id )

4 responses

  1. joseph

    mengomentari pujian anto yang nggak ada habis-2nya buat PKT (maap bukan berarti saya benci PKT, sama sekali tidak), saya kira itu hal yang wajar buat suatu band yang punya dukungan yang kuat (apalagi dana) untuk HARUS menjadi band yang terbaik. Kalo sampe nggak jadi yang terbaik walopun didukung oleh pendanaan yang kuat berarti ada yang salah dengan band itu (contoh kasus BCK era 90an, waktu itu masih kombinasi Rumbai dan Duri).

    Bisa saya katakan Rene, selaku pelatih utama MB PKT, berhasil membentuk band ini dari awal. Ibarat ayam, dia yang menelurkan, mengerami, memelihara sampai akhirnya band ini menjadi ayam jago dari Kalimantan Timur, bahkan skrg sudah mulai mewakili Indonesia dikancah World Marching Show Band Championship.
    Terus terang menurut saya, Rene adalah master dari MB PKT, didukung oleh pendanaan dan organisasi yang kuat dari perusahaan, bahkan mungkin pemerintah kota Bontang, hometown band ini. Disiplin ketat yang diterapkan oleh Rene terhadap bandnya berhasil membentuk band seperti jajaran robot dalam music box yang siap diperintah untuk memainkan music yang diinginkannya.

    Berdasarkan pengalaman saya pernah ikut bergabung dengan MB Gita Citra Telkom Balikpapan thn 2001, saat itu Rene juga menjadi salah satu jajaran pelatih di band ini. Namun tidak full 100% melatih, sebab sudah dialihkan ke tim asistennya yang juga merupakan mantan pemain PKT. Pada GPMB 1999 kalo nggak salah, MB PKT & MB GCT berada dibawah asuhan Rene dkk, shg dapat kita liat waktu itu kedua band dari Kalimantan Timur ini merajai GPMB. Setelah itu krn managemen organisasi band yang terikat dengan PT. Telkom agak kacau, maka Rene dkk hengkang (or diputus kontraknya… saya kurang tau pasti) dari MB GCT, namun masih mau membantu MB GCT dalam persiapan GPMB 2001 sebagai pelatih ‘terbang’.

    Pernah sekali latihan, persiapan terakhir, akhirnya Rene datang mengunjungi latihan MB GCT. Terlihat waktu itu pemain-2 MB GCT berubah cukup drastis, entah karena karisma Rene yang cukup kuat atau karena mental para pemain yang umumnya masih teenager (SMP & SMA) langsung jiper melihat Rene dan tim pelatihnya. Mungkin juga karena anak-2 itu masih belum terlalu banyak pengalaman di marching band jadi mereka ‘takut’ terlihat salah, karena takut akan ‘hukuman’ yang diterapkan Rene. Buat saya, yang dasarnya ikutan krn hobi dan sedikit punya pengalaman, menghadapi pelatih sekaliber Rene bisa dikatakan cukup cuek.. mungkin dasarnya aja saya yang bandel kali yah… Jadi bermain dibawah pengawasan Rene juga nggak terlalu menakutkan buat saya.. heheheh

    Dari latihan itu saya simpulan, ‘kediktatoran’ Rene dalam melatih itu sangat membantu membentuk band yang dilatihnya. Rene tidak ragu untuk memarahi dan memaki pemain yang tidak sesuai atau melanggar aturan yang dia terapkan. Bahkan tidak ragu untuk memecat pemain senior apabila memang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Lebih baik melatih cadet dari awal dari pada harus bersusah payah menghadapi pemain senior yang keras kepala, mungkin itu prinsipnya. Disamping itu juga dia tidak ragu untuk memberikan reward kepada pemain yang emang layak dapat reward. FYI, dikedua band itu dikenal sistem Cadet, Junior dan Senior. Ibarat sistem kepangkatan dalam movie Drumlines. So kalo emang Cadet berpotensi dan layak naik grade, bisa naik, masuk tim inti dan ikut GPMB. Juga jika ada senior yang tidak layak akan diturunkan, dan bisa-2 keluar dari list pemain inti.

    Wah.. kok jadi kesannya memuji Rene yah.. hehehe
    jadi intinya menurut saya sih.. marching band yang punya dukungan (dana, pelatih, organisasi, dsb) yang kuat HARUS-lah menjadi band yang terbaik.. sudah wajar… tapi kalo nggak bisa juga… berarti ada yang salah di band tersebut..
    gitu ajah deh… dah kepanjangan…

    Joseph

    Januari 14, 2008 pukul 5:12 pm

  2. GPMBnya sih emang seru tpi saya setuju sama sampeyan mas kalo ga ada yang greget displaynya. Walau saya kmrin juga jadi roddies.. Tim sayapun ndak rapih menurut saya. Btw minta ijin masang link ke blog ini.

    Januari 15, 2008 pukul 12:36 pm

  3. @Joseph

    Terimakasih untuk ulasan firsthand-nya yg panjang. Ulasan dari yg mengalami langsung selalu punya dayatarik kuat tersendiri.

    Sorry kemarin komentar ini gak langsung muncul rupanya dianggap ‘spam’ oleh sistem wordpress.

    @Agung

    Silakan membuat link jika memang diperlukan atau bermanfaat.

    Januari 28, 2008 pukul 1:07 am

  4. icha

    hay

    Januari 27, 2009 pukul 1:23 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s