enjoy every cadence, every breath…

GPMB 2007: kesan saya

Setelah sekitar lima tahun nggak pernah menonton Grand Prix Marching Band (GPMB), meskipun tidak menonton penuh seluruh penampilan, saya coba tulis kesan, terutama tentang band2 selain MBWG ITB.

Secara umum ada jenis penampilan yang sangat saya sukai: MBUI 2007. Sebenernya agak ‘berat’ buat saya menyukai MBUI, sayangnya ini alasan emosional yg tidak baik untuk ditulis disini. Meskipun begitu, saya selalu memimpikan penampilan GPMB dengan musikalitas sekelas MBUI 2007, namun membawakan materi yang berdasar dari lagu asli Indonesia, kalau perlu lagu yang sederhana.

MBUI 2007 menampilkan lagu2 seperti “Desaku” yang jadi lagu concert piece yg luarbiasa progresi akord-nya. Juga lagu “Balonku” yang jadi sangat ‘corpstyle’. Saya merinding mendengarnya walaupun saya kurang menyukai musik ‘corpstyle’ sebenarnya. Tapi sebenernya MBUI bukan satu2nya band model begini, bbrp GPMB lalu BCK juga memainkan paket lagu anak2 Indonesia dalam format yg berbau ‘corpstyle’ juga.

MBUGM 2007 juga sangat menarik. Mereka membawakan tema yang secara musikal saya sukai, ROCK!! Haha… Kalau saya diberi kemampuan mengaransemen dari langit sekarang, saya juga akan memilih tema musikal yang sama. Hehehe… Dasar Rocker!! Tapi terusterang tema Rock ini meskipun cukup kuat disampaikan secara visual dan showmanship, namun secara konsep penampilan dan musikal kok kurang ‘greng’! Kurang ‘blend’ sebagai sebuah penampilan.

Terusterang Semen Gresik, Semen Padang, Udayana tidak terlalu berkesan menempel di kepala saya. Salahkah juri? Ya tidak lah, kalo saya dipilih jadi juri dan memilih UGM dan UI lebih dari band lain, itu baru salah hahahaha..

Sebenarnya dari segi materi penampilan saya kok kurang ‘sreg’ ya dengan penampilan yang nyata2 mencontek bulat memainkan lagu-lagu paket DCI. Rasanya seperti nonton band cover version saja, walaupun band itu adalah almamater saya, MBWG ITB…

5 responses

  1. hmm…sbg penonton awam melihat MBWG ITB memang biasa aja, datar….lebih seru wkt melihat persiapannya di balkon istora kemaren…., atau liat latihannya di Ganesha, tp officialnya keliatannya udah full support. Keliatannya salah milih lagu, shg kurang greget-nya.
    Sy sendiri dateng cm untuk liat adik sy yg ikut main di MBWG-ITB sambil ngenalin sm anak2 ‘dunia yg lain’, meskipun ada juga team perusahaan sy yg dr kalimantan ikutan GPMB kemaren.
    Next time mudah2an lebih baik ya om…😛

    Januari 12, 2008 pukul 3:50 pm

  2. @budi

    Oom Budi,
    terimakasih kesan-kesan-nya. Selalu senang membaca kesan dari rekan yang samasekali tidak terlibat secara emosional. Yang netral. Pasti ada point positif yg bisa diambi.

    Terimakasih kembali sudah berkomentar

    Januari 12, 2008 pukul 9:48 pm

  3. Ping-balik: GPMB 2007: kesan saya (jilid 2) « Harto Basuki

  4. Bahkan yang main sendiri juga ga semua suka paketnya ko mas, hehe.. ^^
    Tapi jadi pengalaman tersendiri juga pernah mencoba membawakan lagu yang dimainin di DCI, dari sisi skill terutama brass dan battery, standar kita naik banget (jujur lo,ga dibuat2)

    Sama, aku juga lebih seneng liat paket lagu ‘original’ yang ‘berkonsep’ dan ‘komunikatif’ sama penonton, seperti yg ditampilkan Garuda & UI. Walopun memang ga gampang, tahun depan atw depannya lagi, someday ITB pasti bisa juga. itebe gitu…hehe

    Januari 24, 2008 pukul 6:12 pm

  5. hmm.. review yang bagus…
    tapi saya orang musik, kalo di MB juga cm ngurus musik, ntn GPMB juga cm perhatiin musik, mnurut saya MBSP lebhi bagus musiknya daripada MBSG. dan secara visual musik MBSG dan MBBCK paling bagus..

    Februari 12, 2008 pukul 8:54 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s